📉 When Good Policies Fail Over Time

Why Credible Commitment Matters in an Uncertain World


“The real problem of economic policy is not what to do,
but whether people believe you will do it.”


🇮🇩 Ketika Kebijakan “Terbaik” Justru Gagal

Bayangkan sebuah kebijakan yang terlihat sempurna di atas kertas.
Inflasi terkendali, pengangguran rendah, stabilitas ekonomi terjaga.

Namun seiring waktu, kebijakan tersebut kehilangan daya guna.
Ekspektasi publik berubah. Kredibilitas melemah. Inflasi kembali naik.

Masalahnya bukan niat.
Masalahnya adalah waktu.


⏳ Time Inconsistency: Masalah Waktu dalam Kebijakan

Dalam dunia nyata, kebijakan tidak berjalan di ruang hampa.
Ia hidup bersama ekspektasi, tekanan politik, dan guncangan ekonomi.

Saat kebijakan diumumkan hari ini:

  • publik membentuk ekspektasi
  • pasar menyesuaikan perilaku
  • pelaku ekonomi membaca sinyal kebijakan

Namun ketika waktu berlalu, insentif pembuat kebijakan berubah.

📌 Inilah yang disebut time inconsistency
ketika kebijakan yang optimal saat dirancang menjadi tidak optimal saat dijalankan.


⚖️ Rules vs Discretion: Salah Kaprah yang Sering Terjadi

Perdebatan klasik ini sering disederhanakan secara keliru.

❌ Bukan soal kaku vs fleksibel
❌ Bukan soal teknokrat vs politisi

✅ Ini soal kredibilitas lintas waktu

  • Diskresi penuh memberi ruang manuver, tetapi membuka bias
  • Aturan kebijakan berfungsi sebagai jangkar ekspektasi

Aturan bukan membatasi kebijakan,
tetapi melindungi kebijakan dari godaan jangka pendek.


🌍 Mengapa Isu Ini Semakin Relevan Hari Ini?

Kita hidup dalam era:

  • ketidakpastian global
  • konflik geopolitik
  • hambatan tarif dan rantai pasok
  • tekanan fiskal dan moneter

Dalam kondisi seperti ini, godaan untuk menyimpang dari komitmen justru semakin besar.

Tanpa kerangka aturan dan kredibilitas:

  • ekspektasi mudah lepas kendali
  • kebijakan kehilangan efektivitas
  • stabilitas jangka panjang terancam

🧠 Refleksi Kebijakan

Masalah utama kebijakan ekonomi bukan pada instrumen,
tetapi pada kepercayaan terhadap pembuat kebijakan.

Kebijakan yang baik harus:

  • konsisten
  • dapat dipercaya
  • didukung institusi yang kuat

Tanpa itu, bahkan kebijakan “terbaik” pun akan gagal.



🇬🇧 English Version


When “Optimal” Policies Lose Their Power

Imagine a policy that looks perfect on paper.
Low inflation. Stable growth. Controlled unemployment.

Yet over time, its effectiveness fades.
Expectations shift. Credibility weakens. Inflation resurfaces.

The problem is not incompetence.
The problem is time.


⏱️ Time Inconsistency and Policy Credibility

Economic policy operates through expectations.

When policies are announced:

  • agents form beliefs
  • markets react
  • behavior adjusts

But as time passes, incentives change.

📌 Time inconsistency arises when policymakers are tempted to revise earlier commitments, undermining credibility.


⚙️ Rules vs Discretion: A Credibility Issue

This debate is often misunderstood.

✔️ It is not about rigidity
✔️ It is not about ideology

It is about credible commitment

  • Discretion offers flexibility but risks bias
  • Rules anchor expectations and stabilize outcomes

Rules do not eliminate flexibility —
they discipline it.


🌐 Why It Matters Today

In an era of:

  • geopolitical tension
  • trade fragmentation
  • supply shocks
  • heightened uncertainty

Credibility becomes a policy instrument in itself.

Without it, discretionary responses can amplify instability rather than resolve it.


✍️ Final Thought

Effective policy depends not only on what is chosen,
but on whether the choice is believed.

Credibility is not a constraint —
it is the foundation of successful policy.