π Sumber Penelitian
Hastomo, W., Karno, A. S. B., Kalbuana, N., Meiriki, A., & Sutarno. (2021).
Characteristic Parameters of Epoch Deep Learning to Predict Covid-19 Data in Indonesia.
Journal of Physics: Conference Series, 1933, 012050.
DOI: 10.1088/1742-6596/1933/1/012050 artikel _ Characteristic Parameβ¦
π Mengapa Prediksi Covid-19 Membutuhkan Deep Learning?
Data Covid-19 bersifat time series:
- Berurutan harian
- Mengandung lonjakan (spike)
- Tidak stasioner
- Sangat dinamis
Model statistik klasik sering kesulitan menangani pola non-linear seperti ini.
Karena itu, penelitian ini menggunakan:
π΅ LSTM (Long Short-Term Memory)
π’ GRU (Gated Recurrent Unit)
Namun yang menarik:
Fokus utama penelitian bukan hanya modelnya, tetapi berapa jumlah epoch yang optimal.
π Struktur Data dan Formulasi Matematis
Data yang diprediksi adalah jumlah kasus harian:
Model membentuk fungsi prediksi:
Artinya:
Model menggunakan beberapa hari sebelumnya untuk memprediksi hari berikutnya.
π Pembagian Data
- Training: 69 observasi
- Testing: 14 observasi
- Total: 83 data per negara artikel _ Characteristic Parameβ¦
π― Fungsi Evaluasi: RMSE
Akurasi model diukur menggunakan:
Semakin kecil RMSE β semakin akurat prediksi.
π΅ Model 1: LSTM (Long Short-Term Memory)
LSTM bekerja menggunakan tiga gerbang utama:
Forget Gate
Input Gate
Update Cell State
Struktur yang digunakan dalam penelitian:
- 3 hidden layer
- 50 node per layer
- Dropout = 0.2 artikel _ Characteristic Parameβ¦
π’ Model 2: GRU (Gated Recurrent Unit)
GRU lebih sederhana dibanding LSTM.
Update Gate
Reset Gate
Hidden State
Struktur:
- 4 hidden layer
- 50 node per layer
- Dropout = 0.2 artikel _ Characteristic Parameβ¦
β³ Peran Epoch dalam Optimasi
Epoch adalah jumlah pengulangan training terhadap seluruh dataset.
Secara matematis, parameter diperbarui dengan:
Dimana:
- = learning rate
- = fungsi loss
Semakin besar epoch:
- Waktu komputasi meningkat
- Tidak selalu meningkatkan akurasi
π Hasil Penelitian: Epoch Optimal
| Negara | LSTM | GRU |
|---|---|---|
| Indonesia | 15 | 400 |
| Bangladesh | 20 | 300 |
| South Africa | 20 | 340 |
artikel _ Characteristic Parameβ¦
Insight Penting:
β
LSTM mencapai akurasi tinggi dengan epoch kecil
β GRU membutuhkan epoch jauh lebih besar
Untuk Indonesia:
- LSTM epoch 15 β RMSE β 68
- GRU epoch 400 β RMSE β 90
π Analisis Matematis Mengapa LSTM Lebih Cepat Konvergen
Dataset relatif kecil:
Pada data kecil:
- Model kompleks mudah overfitting
- Epoch besar meningkatkan risiko error generalisasi
LSTM memiliki kontrol memori lebih stabil:
Forget gate menjaga stabilitas gradien sehingga konvergensi lebih cepat.
π― Kesimpulan Metodologis
- Epoch adalah parameter kritis dalam Deep Learning.
- Dataset kecil tidak selalu cocok dengan epoch besar.
- LSTM lebih efisien untuk kasus ini.
- GRU membutuhkan tuning lebih lanjut.
π‘ Implikasi untuk Praktisi Machine Learning
Jika Anda bekerja dengan:
- Dataset kecil
- Time series non-linear
- Data dengan lonjakan tinggi
Maka:
Jangan hanya fokus pada model.
Perhatikan karakteristik epoch dan konvergensinya.
π Penutup
Penelitian ini menunjukkan bahwa dalam Deep Learning:
Akurasi bukan hanya soal arsitektur, tetapi juga soal strategi optimasi.
Pemilihan epoch yang tepat dapat menghemat waktu komputasi dan meningkatkan akurasi secara signifikan.