
ACADEMIC NOTES
Taylor (1995) – Exchange Rate Models: Theory, Evidence, and Methodological Filtering
Taylor (1995) bertujuan:
- Mengulas model-model utama penentuan nilai tukar sejak runtuhnya Bretton Woods
- Menilai kinerja empiris model-model tersebut
- Menjelaskan mengapa banyak model gagal menjelaskan dinamika nilai tukar dalam jangka menengah–panjang
- Menyaring mana model yang konseptual valid, meski empirisnya lemah
Artikel ini bersifat survey-teoretis dengan evaluasi empiris, bukan pengembangan model baru.
Temuan Inti
Poin-poin penting yang dapat “diingat” :
- Nilai tukar adalah harga aset, sehingga sangat sensitif terhadap ekspektasi dan shock finansial.
- Model berbasis fundamental makro (uang, output, inflasi) secara teori kuat, tetapi:
- Sering gagal secara empiris ketika diuji out-of-sample.
- Model sticky prices (overshooting) menjelaskan volatilitas jangka pendek dengan baik, tetapi:
- Bergantung pada asumsi harga yang sangat kaku.
- Model equilibrium & real factors membuka jalan untuk memahami volatilitas tanpa harus bergantung penuh pada rigiditas harga.
- Tidak ada satu model yang “menang mutlak” → nilai tukar bersifat regime-dependent dan time-varying.
Kontribusi Teoretis Utama
- Mengklasifikasikan model nilai tukar ke dalam keluarga metode (monetary, sticky-price, equilibrium).
- Menunjukkan jurang antara validitas teoritis dan kinerja empiris.
- Memberi dasar bagi pendekatan modern: nonlinear, regime-switching, dan time-varying models.
