International Economics: Theory & Policy (9th ed.)

📘 Judul: International Economics: Theory and Policy (9th Edition)
👨‍💼 Pengarang: Paul R. Krugman, Maurice Obstfeld, Marc J. Melitz
🏢 Penerbit: Pearson Education (sering tercantum juga sebagai Addison-Wesley / Prentice Hall)

Mathematical Models & Symbol

Chapter 1 — Introduction

Rumus / Model

Chapter 1 — Introduction

Alur Penjelasan

Bab ini tidak memuat model matematis, tetapi membangun kerangka berpikir bahwa ekonomi nasional tidak dapat dianalisis secara terpisah dari ekonomi global. Seluruh model pada bab-bab berikutnya dikembangkan untuk menjelaskan bagaimana perdagangan, nilai tukar, dan arus modal membatasi kebijakan domestik. Bab ini menyiapkan pembaca untuk memahami bahwa setiap rumus yang muncul selanjutnya selalu berada dalam konteks interdependensi internasional.

Penjelasan

Bab ini bersifat konseptual dan menjadi kerangka pengantar keterkaitan perdagangan internasional, keuangan internasional, dan kebijakan ekonomi terbuka.


Chapter 2 — World Trade: An Overview

Rasio X+MGDP\frac{X+M}{GDP} digunakan untuk mengukur derajat keterbukaan ekonomi, yaitu seberapa besar keterlibatan suatu negara dalam perdagangan internasional relatif terhadap ukuran ekonominya.
Sementara itu, terms of trade (ToT=PXPMToT=\frac{P_X}{P_M}​​) menjelaskan daya beli ekspor terhadap impor. Peningkatan ToT berarti suatu negara dapat memperoleh lebih banyak impor untuk jumlah ekspor yang sama, sehingga meningkatkan kesejahteraan nasional.

Implikasi:
Perubahan harga dunia dan struktur ekspor–impor langsung memengaruhi kesejahteraan tanpa harus mengubah volume perdagangan

Rumus / Model

X+MGDP\frac{X + M}{GDP}ToT=PXPMToT = \frac{P_X}{P_M}

Penjelasan Simbol

  • XX = ekspor
  • MM = impor
  • GDPGDP = Produk Domestik Bruto
  • X+MGDP\frac{X+M}{GDP}​ = rasio keterbukaan perdagangan (trade openness)
  • ToTToT = terms of trade
  • PXP_X​ = harga ekspor
  • PMP_M​ = harga impor

Chapter 3 — Ricardian Model (Comparative Advantage)

Model Ricardian dimulai dari keterbatasan sumber daya tenaga kerja LL dan koefisien produktivitas aLC,aLWa_{LC}, a_{LW}​. Persamaan kendala produksi menunjukkan bahwa peningkatan produksi satu barang mengorbankan produksi barang lain.
Biaya peluang (OCCOC_C​) diturunkan langsung dari rasio produktivitas tenaga kerja. Harga relatif dalam autarki sama dengan biaya peluang, dan perdagangan memungkinkan spesialisasi berdasarkan keunggulan komparatif, bukan keunggulan absolut.

Implikasi:
Perdagangan tetap menguntungkan meskipun satu negara lebih produktif dalam semua barang.

Rumus / Model

aLC, aLWa_{LC},\ a_{LW}aLCQC+aLWQW=La_{LC}Q_C + a_{LW}Q_W = L OCC=aLCaLWOC_C = \frac{a_{LC}}{a_{LW}} (PCPW)A=aLCaLW\left(\frac{P_C}{P_W}\right)^A = \frac{a_{LC}}{a_{LW}}​​ w=PCaLC=PWaLWw = \frac{P_C}{a_{LC}} = \frac{P_W}{a_{LW}}

Penjelasan Simbol

  • aLCa_{LC}​ = kebutuhan tenaga kerja per unit barang CC
  • aLWa_{LW}​ = kebutuhan tenaga kerja per unit barang WW
  • QC,QWQ_C, Q_W​ = output barang CC dan WW
  • LL = total tenaga kerja
  • OCCOC_C​ = biaya peluang produksi barang CC
  • PC,PWP_C, P_W = harga barang CC dan WW
  • ww = upah tenaga kerja
  • Superskrip AA = kondisi autarki

Chapter 4 — Specific Factors Model

Model ini memperluas Ricardian dengan memasukkan faktor spesifik sektor. Tenaga kerja bersifat mobile, sedangkan modal/tanah bersifat spesifik.
Upah ditentukan oleh nilai produk marginal tenaga kerja di kedua sektor, sementara return faktor spesifik ditentukan oleh harga barang sektoral.
Ketika harga suatu barang naik akibat perdagangan, pemilik faktor spesifik sektor tersebut diuntungkan, sementara sektor lain dirugikan.

Implikasi:
Perdagangan menciptakan konflik distribusi pendapatan, menjelaskan asal-usul resistensi politik terhadap liberalisasi.

Rumus / Model

QX=FX(KX,LX)Q_X = F_X(K_X, L_X) QY=FY(TY,LY)Q_Y = F_Y(T_Y, L_Y) LX+LY=LL_X + L_Y = Lw=PXMPLX=PYMPLYw = P_X \cdot MPL_X = P_Y \cdot MPL_YrK=PXMPKXr_K = P_X \cdot MPK_XrT=PYMPTYr_T = P_Y \cdot MPT_Y

Penjelasan Simbol

  • QX,QYQ_X, Q_Y​ = output sektor XX dan YY
  • FX,FYF_X, F_Y = fungsi produksi
  • KXK_X = modal spesifik sektor XX
  • TYT_Y​ = faktor spesifik (tanah) sektor YY
  • LX,LYL_X, L_Y​ = tenaga kerja per sektor
  • MPLMPL = produk marginal tenaga kerja
  • MPKMPK = produk marginal modal
  • MPTMPT = produk marginal tanah
  • rK,rTr_K, r_Tr​ = return faktor spesifik

Chapter 5 — Heckscher–Ohlin Model

Model ini memperluas Ricardian dengan memasukkan faktor spesifik sektor. Tenaga kerja bersifat mobile, sedangkan modal/tanah bersifat spesifik.
Upah ditentukan oleh nilai produk marginal tenaga kerja di kedua sektor, sementara return faktor spesifik ditentukan oleh harga barang sektoral.
Ketika harga suatu barang naik akibat perdagangan, pemilik faktor spesifik sektor tersebut diuntungkan, sementara sektor lain dirugikan.

Implikasi:
Perdagangan menciptakan konflik distribusi pendapatan, menjelaskan asal-usul resistensi politik terhadap liberalisasi.

Rumus / Model

QX=FX(K,L)Q_X = F_X(K, L)QY=FY(K,L)Q_Y = F_Y(K, L)aKXQX+aKYQY=Ka_{KX}Q_X + a_{KY}Q_Y = KaLXQX+aLYQY=La_{LX}Q_X + a_{LY}Q_Y = L PX=aLXw+aKXrP_X = a_{LX}w + a_{KX}rPY=aLYw+aKYrP_Y = a_{LY}w + a_{KY}r

Penjelasan Simbol

  • K,LK, L = endowment modal dan tenaga kerja
  • aKX,aLXa_{KX}, a_{LX}​ = koefisien input sektor XX
  • aKY,aLYa_{KY}, a_{LY}​ = koefisien input sektor YY
  • ww = upah
  • rr = return modal
  • Model ini menjelaskan perdagangan berdasarkan perbedaan endowment faktor

Chapter 6 — Standard Trade Model

Model ini menjelaskan perdagangan berdasarkan perbedaan endowment faktor. Negara akan mengekspor barang yang intensif menggunakan faktor yang melimpah.
Persamaan full employment memastikan semua faktor digunakan, sedangkan persamaan harga menunjukkan bagaimana harga barang menentukan harga faktor (upah dan return modal).

Implikasi:
Perdagangan memengaruhi distribusi pendapatan antar faktor produksi (Stolper–Samuelson effect).

Rumus / Model

RS(PXPY)=RD(PXPY)RS\left(\frac{P_X}{P_Y}\right) = RD\left(\frac{P_X}{P_Y}\right)ToT=PXPYToT = \frac{P_X}{P_Y}

Penjelasan Simbol

  • RSRS = penawaran relatif
  • RDRD = permintaan relatif
  • PXPY\frac{P_X}{P_Y}​​ = harga relatif
  • ToTToT = terms of trade

Chapter 7 — External Economies of Scale

Model ini menyatukan penawaran relatif (RS) dan permintaan relatif (RD) untuk menentukan harga relatif dunia.
Terms of trade menjadi penghubung langsung antara perdagangan dan kesejahteraan nasional.

Implikasi:
Kebijakan perdagangan dan perubahan harga dunia memengaruhi kesejahteraan melalui mekanisme harga relatif.

Rumus / Model

AC(Q)=FQ+cAC(Q) = \frac{F}{Q} + c P=AC(Q)P = AC(Q)ACi=f(Qindustry)AC_i = f(Q_{industry})

Penjelasan Simbol

  • ACAC = biaya rata-rata
  • FF = biaya tetap
  • cc = biaya marginal
  • QindustryQ_{industry}​ = output total industri
  • Skala ekonomi eksternal bergantung pada ukuran industri, bukan firma

Chapter 8 — Firms in the Global Economy

Permintaan CES menunjukkan bahwa konsumen menyukai variasi. Tidak semua perusahaan mampu bertahan karena adanya biaya tetap.
Hanya perusahaan dengan produktivitas di atas ambang φ\varphi^* yang dapat mengekspor.

Implikasi:
Perdagangan memicu seleksi perusahaan dan redistribusi output di dalam industri.

Rumus / Model

q(ω)=Q(p(ω)P)σq(\omega) = Q\left(\frac{p(\omega)}{P}\right)^{-\sigma}P=(ωΩp(ω)1σdω)11σP = \left(\int_{\omega \in \Omega} p(\omega)^{1-\sigma} d\omega\right)^{\frac{1}{1-\sigma}}p=σσ1mcp = \frac{\sigma}{\sigma – 1} mcπ=(pmc)qf\pi = (p – mc)q – fπ(φ)=0\pi(\varphi^*) = 0

Penjelasan Simbol

  • ω\omega = varietas produk
  • σ\sigma = elastisitas substitusi
  • mcmc = biaya marginal
  • ff = biaya tetap
  • φ\varphi^* = ambang produktivitas

Chapter 9 — Instruments of Trade Policy

Tarif menaikkan harga domestik di atas harga dunia, membatasi impor dan menciptakan deadweight loss.
Kuota membatasi kuantitas secara langsung, sering kali lebih distorsif daripada tarif.

Implikasi:
Kebijakan proteksi menciptakan biaya kesejahteraan meskipun melindungi produsen domestik.

Rumus / Model

Pd=Pw+tP_d = P_w + tPd=(1+τ)PwP_d = (1 + \tau)P_wMMˉM \le \bar{M}DWL=12(PdPw)(ΔMcons+ΔMprod)DWL = \frac{1}{2}(P_d – P_w)(\Delta M_{cons} + \Delta M_{prod})

Penjelasan Simbol

  • tt = tarif spesifik
  • τ\tau = tarif ad valorem
  • Mˉ\bar{M}ˉ = kuota impor
  • DWLDWL = deadweight loss

Chapter 10 — Political Economy of Trade Policy

Fungsi tujuan pemerintah menggabungkan kesejahteraan sosial dan tekanan politik.
Kebijakan perdagangan adalah hasil kompromi antara efisiensi ekonomi dan kepentingan politik.

Implikasi:
Proteksionisme dapat rasional secara politik meskipun tidak efisien secara ekonomi.

Rumus / Model

G=aW+iLCiG = aW + \sum_{i \in L} C_i

Penjelasan Simbol

  • GG = fungsi tujuan pemerintah
  • WW = kesejahteraan sosial
  • CiC_i = kontribusi lobi
  • aa = bobot kesejahteraan

Chapter 11 — Trade Policy in Developing Countries

Fungsi tujuan pemerintah menggabungkan kesejahteraan sosial dan tekanan politik.
Kebijakan perdagangan adalah hasil kompromi antara efisiensi ekonomi dan kepentingan politik.

Implikasi:
Proteksionisme dapat rasional secara politik meskipun tidak efisien secara ekonomi.

Rumus / Model

ERP=tojajtj1jajERP = \frac{t_o – \sum_j a_j t_j}{1 – \sum_j a_j}

Penjelasan Simbol

  • ERPERP = effective rate of protection
  • tot_o​ = tarif output
  • tjt_j = tarif input
  • aja_j = share input

Chapter 12 — Strategic Trade Policy

ERP mengukur proteksi nyata yang diterima sektor domestik setelah memperhitungkan tarif input.
Proteksi tinggi tidak selalu meningkatkan daya saing industri.

Implikasi:
Kebijakan substitusi impor sering gagal karena distorsi insentif produksi.

Rumus / Model

P=abQP = a – bQ Q=iqiQ = \sum_i q_iπi=(Pci)qiFi\pi_i = (P – c_i)q_i – F_iπi=(P(cis))qiFi\pi_i = (P – (c_i – s))q_i – F_i

Penjelasan Simbol

  • a,ba,b = parameter permintaan
  • qiq_i = output firma
  • ss = subsidi ekspor

Chapter 13 — National Income Accounting & BoP

ERP mengukur proteksi nyata yang diterima sektor domestik setelah memperhitungkan tarif input.
Proteksi tinggi tidak selalu meningkatkan daya saing industri.

Implikasi:
Kebijakan substitusi impor sering gagal karena distorsi insentif produksi.

Rumus / Model

Y=C+I+G+EXIMY = C + I + G + EX – IM CA=EXIM+NFI+NCTCA = EX – IM + NFI + NCT S=YCGS = Y – C – GCA=SICA = S – I

Penjelasan Simbol

  • EX,IMEX, IM = ekspor dan impor
  • CACA = current account
  • NFINFI = net factor income
  • NCTNCT = net current transfers

Chapter 14 — Exchange Rates: Asset Approach

Nilai tukar ditentukan oleh kesetaraan return aset domestik dan asing (UIP).
Ekspektasi memainkan peran kunci dalam pergerakan nilai tukar.

Implikasi:
Nilai tukar dapat berfluktuasi tajam meskipun fundamental ekonomi stabil.

Rumus / Model

(1+i)=(1+i)EeE(1 + i) = (1 + i^*)\frac{E^e}{E}

Penjelasan Simbol

  • i,ii, i^* = suku bunga domestik & luar negeri
  • EE = nilai tukar nominal
  • EeE^e = ekspektasi nilai tukar

Chapter 15 — Money, Interest Rates, Exchange Rates

Nilai tukar ditentukan oleh kesetaraan return aset domestik dan asing (UIP).
Ekspektasi memainkan peran kunci dalam pergerakan nilai tukar.

Implikasi:
Nilai tukar dapat berfluktuasi tajam meskipun fundamental ekonomi stabil.

Rumus / Model

MP=L(i,Y)\frac{M}{P} = L(i, Y)

Penjelasan Simbol

  • M/PM/P = uang riil
  • L(i,Y)L(i,Y) = permintaan uang

Chapter 16 — Long Run Exchange Rates (PPP)

PPP menghubungkan nilai tukar jangka panjang dengan perbedaan tingkat harga.
Nilai tukar riil mengukur daya saing relatif.

Implikasi:
Inflasi domestik yang lebih tinggi akan melemahkan nilai tukar dalam jangka panjang.

Rumus / Model

E=PPE = \frac{P}{P^*}q=EPPq = \frac{EP^*}{P}

Penjelasan Simbol

  • qq = nilai tukar riil

Chapter 17 — Short Run (DD–AA Model)

Model DD–AA mengaitkan permintaan agregat, pasar uang, dan nilai tukar.
Output dan nilai tukar saling memengaruhi dalam jangka pendek.

Implikasi:
Kebijakan moneter dan fiskal memiliki efek simultan terhadap output dan kurs.

Rumus / Model

Y=C(YT)+I(i)+G+NX(EPP,Y,Y)Y = C(Y – T) + I(i) + G + NX\left(\frac{EP^*}{P}, Y, Y^*\right)

Penjelasan Simbol

  • YY^* = pendapatan luar negeri
  • NXNX = ekspor neto

Chapter 18 — Fixed Exchange Rates

Dalam sistem kurs tetap, bank sentral harus menyesuaikan uang beredar untuk mempertahankan nilai tukar target.

Implikasi:
Otonomi kebijakan moneter hilang ketika arus modal bebas.

Rumus / Model

E=EˉE = \bar{E}ΔM=ΔD+ΔR\Delta M = \Delta D + \Delta R

Penjelasan Simbol

  • Eˉ\bar{E} = kurs tetap
  • ΔR\Delta R = perubahan cadangan devisa

Chapter 19 — International Monetary System

Dalam sistem kurs tetap, bank sentral harus menyesuaikan uang beredar untuk mempertahankan nilai tukar target.

Implikasi:
Otonomi kebijakan moneter hilang ketika arus modal bebas.

Rumus / Model

(1+i)=(1+i)EeE(1 + i) = (1 + i^*)\frac{E^e}{E}

Penjelasan

UIP sebagai constraint utama dalam trilemma kebijakan.


Chapter 20 — Optimum Currency Areas

UIP menjadi kendala utama dalam trilemma: stabilitas kurs, mobilitas modal, dan otonomi moneter tidak dapat dicapai sekaligus.

Implikasi:
Pilihan rezim kurs selalu melibatkan trade-off kebijakan.

Rumus / Model

L=(ππ)2+λ(yy)2\mathcal{L} = (\pi – \pi^*)^2 + \lambda (y – y^*)^2

Penjelasan Simbol

  • L\mathcal{L} = fungsi kerugian
  • λ\lambda = bobot stabilisasi output

Chapter 21 — Financial Globalization & Crisis

Fungsi kerugian menggambarkan biaya kehilangan kebijakan moneter independen dalam serikat mata uang.

Implikasi:
Mata uang bersama hanya optimal jika struktur ekonomi relatif simetris.

Rumus / Model

Bt+1=(1+r)Bt+TBtB_{t+1} = (1 + r)B_t + TB_tCAt=Bt+1BtCA_t = B_{t+1} – B_t

Penjelasan Simbol

  • BtB_t = posisi aset/utang luar negeri
  • TBtTB_t​ = neraca perdagangan

Chapter 22 — Growth, Crisis, and Reform

Persamaan intertemporal menunjukkan bahwa defisit hari ini harus dibiayai oleh surplus masa depan.

Implikasi:
Globalisasi keuangan meningkatkan peluang pembiayaan sekaligus risiko krisis.

Rumus / Model

y=kαy = k^\alphak˙=skα(n+δ)k\dot{k} = s k^\alpha – (n + \delta)k

Penjelasan Simbol

  • kk = modal per pekerja
  • ss = saving rate
  • nn = pertumbuhan penduduk
  • δ\delta = depresiasi