Sedang Bertumbuh, Belum Matang: Membaca Peta Ilmiah Melalui Systematic Literature Review
✍️ Akbar, D.D.
📚 Systematic Literature Review (SLR) – Scopus Database
🌏 Mengapa QRIS Lintas Negara Perlu Dibaca Secara Ilmiah?
QRIS bukan lagi sekadar standar pembayaran domestik Indonesia. Dalam beberapa tahun terakhir, QRIS mulai bergerak menuju skema regional payment connectivity (RPC) di kawasan ASEAN.
Transformasi ini bukan hanya fenomena kebijakan, tetapi juga fenomena akademik. Publikasi ilmiah tentang QRIS lintas negara mulai meningkat, membentuk jaringan literatur yang semakin luas.
Namun pertanyaan pentingnya adalah:
📌 Apakah literatur QRIS lintas negara sudah matang secara konseptual?
📌 Ataukah masih berada dalam fase pertumbuhan dan pencarian bentuk?
Untuk menjawabnya, dilakukan Systematic Literature Review (SLR) berbasis Scopus dengan kata kunci terstruktur yang menggabungkan QRIS dan konteks pembayaran lintas negara.
🔎 Strategi Pencarian Literatur
Pencarian dilakukan menggunakan query berikut:
( TITLE-ABS-KEY ( "QRIS" OR "quick response code indonesian standard" )
AND TITLE-ABS-KEY ( "cross-border" OR "cross border"
OR "interoperable payment" OR "international payment" ) )
Pendekatan ini memastikan bahwa literatur yang dianalisis benar-benar relevan dengan:
- QRIS
- Interoperabilitas pembayaran
- Konektivitas lintas negara
📈 1️⃣ Literatur Sedang Tumbuh Cepat
Analisis siklus kehidupan publikasi menunjukkan bahwa riset QRIS lintas negara berada dalam fase rapid growth.
Model pertumbuhan logistik menunjukkan:
- Puncak publikasi diproyeksikan sekitar 2028
- Estimasi total saturasi sekitar 130 publikasi
- Model memiliki kecocokan yang cukup kuat secara statistik
📌 Artinya:
Literatur belum jenuh. Momentum akademik masih kuat. Ruang kontribusi masih terbuka lebar.
Topik ini belum memasuki fase kematangan penuh.
🗺 2️⃣ QRIS Sangat Relevan, Tetapi Belum Matang
Melalui Thematic Map, QRIS dikategorikan sebagai Basic Theme.
Apa artinya?
✔ Relevansinya tinggi
✔ Sering muncul dalam literatur
⚠ Tetapi density konseptualnya masih rendah
Dengan kata lain:
QRIS sudah menjadi pusat perhatian, tetapi belum memiliki kerangka teori dominan yang menyatukan seluruh studi.
Sementara itu, pendekatan seperti sentiment analysis justru matang secara metodologis, tetapi tidak menjadi pusat diskursus regional.
Ini menunjukkan adanya ketidakseimbangan antara relevansi topik dan kedalaman teoritis.
🔗 3️⃣ QRIS Menjadi Pusat, Namun Literatur Masih Terfragmentasi
Analisis jaringan kata kunci memperlihatkan bahwa QRIS menjadi simpul utama yang terhubung dengan:
- Sustainable development
- Tourism
- Artificial intelligence
- Perilaku adopsi
- Dampak pandemi
Namun koneksi antar klaster masih lemah.
📌 Interpretasi penting:
Literatur berkembang dalam cabang-cabang terpisah.
Belum ada integrasi konseptual yang kuat antar domain.
QRIS memang menjadi pusat, tetapi domain di sekitarnya belum saling terhubung secara mendalam.
🌳 4️⃣ Struktur Literatur Masih Bercabang
Analisis hierarkis (dendrogram) menunjukkan bahwa literatur QRIS lintas negara terbagi dalam beberapa domain besar:
- Sistem pembayaran inti
- Pembangunan berkelanjutan dan pariwisata
- Artificial intelligence
- Perilaku pengguna
Namun belum terlihat satu cabang dominan yang menyatukan seluruh tema tersebut.
📌 Kesimpulan strukturalnya jelas:
Literatur masih dalam tahap konsolidasi.
Arsitektur teorinya belum terbentuk secara utuh.
💡 Apa Maknanya Bagi Dunia Akademik?
Jika seluruh analisis digabungkan, maka gambaran besarnya adalah:
✔ Literatur tumbuh cepat
✔ QRIS sangat relevan
✔ Struktur masih terfragmentasi
✔ Belum ada “grand framework” dominan
Ini adalah fase yang sangat penting dalam perkembangan ilmu.
Dalam dinamika ilmiah, fase seperti ini adalah fase paling strategis untuk:
- Membangun model integratif regional
- Menghubungkan interoperabilitas dan stabilitas makro
- Mengembangkan studi lintas negara ASEAN
- Menguatkan density tematik melalui pendekatan empiris
🎯
Riset QRIS lintas negara di ASEAN berada dalam:
📈 Fase pertumbuhan
📌 Relevansi tinggi
⚠ Konsolidasi teoretis rendah
Artinya:
Topik ini belum matang — dan justru karena itu, peluang kontribusi ilmiah terbesar ada di sini.
QRIS lintas negara bukan sekadar isu teknis pembayaran. Ia adalah simpul yang menghubungkan:
- Transformasi digital
- Integrasi ekonomi kawasan
- Pembangunan berkelanjutan
- Teknologi dan perilaku
Literatur sedang mencari bentuknya.
Dan siapa pun yang mampu menyatukan cabang-cabang ini dalam satu kerangka konseptual yang kokoh, berpotensi menjadi pengarah diskursus ke depan.
✨ Dalam ilmu pengetahuan, fase pertumbuhan adalah momen emas. QRIS lintas negara saat ini berada tepat di fase itu.