๐ Matematika EkonomiPertemuan 6MatriksStudi Kasus Bank Indonesia
Matriks dalam Analisis Stabilitas Rupiah
Perkuliahan ini menghubungkan konsep matriks dengan kasus kebijakan Bank Indonesia dalam menjaga stabilitas Rupiah. Mahasiswa tidak hanya menghitung elemen matriks, tetapi juga membaca makna ekonomi dari baris, kolom, bobot, dan hasil operasi matriks.
7Langkah kebijakan stabilisasi Rupiah sebagai baris matriks
4Indikator stabilitas ekonomi sebagai kolom matriks
C2โC4Pemahaman, aplikasi, dan analisis kebijakan
A. Pembukaan Perkuliahan
Mengapa Matriks Penting dalam Ekonomi?
Dalam kehidupan nyata, kebijakan ekonomi jarang dipengaruhi oleh satu faktor saja. Stabilitas Rupiah dipengaruhi tekanan global, kepercayaan investor, likuiditas domestik, ekspektasi inflasi, serta koordinasi kebijakan antara Bank Indonesia, Pemerintah, dan otoritas terkait.
โMatriks membantu kita membaca kebijakan ekonomi sebagai sebuah sistem: banyak instrumen, banyak indikator, dan banyak hubungan yang saling memengaruhi.โ
Konteks Aktual
Bank Indonesia menyampaikan bahwa menjaga stabilitas Rupiah membutuhkan langkah terukur dan sinergi kebijakan. Dalam perkuliahan ini, langkah tersebut disederhanakan menjadi model matriks agar mahasiswa dapat memahami bagaimana data kebijakan disusun, dihitung, dan diinterpretasikan secara matematis.
B. Alur Perkuliahan
Roadmap Pertemuan Hari Ini
10 Menit
Pembukaan & ApersepsiMengaitkan isu stabilitas Rupiah dengan kebutuhan analisis matematis berbasis matriks.
15 Menit
Pre-Test PersonalMahasiswa memasukkan password nama depan, lalu mengerjakan 10 soal pre-test berbeda sesuai nama masing-masing.
Studi Kasus Bank IndonesiaMahasiswa membaca matriks kebijakan, menghitung skor prioritas, dan menafsirkan hasilnya.
5 Menit
Penutup & Komentar ReflektifMahasiswa menjawab pertanyaan reflektif dan satu kasus pendek pada kolom komentar.
C. CPL, CPMK, dan Indikator RPS
Capaian Pembelajaran Pertemuan 6
CPL
Mahasiswa mampu menerapkan pemikiran logis, kritis, sistematis, dan analitis dalam memahami persoalan ekonomi menggunakan konsep matematika ekonomi.
CPMK
Mahasiswa mampu memahami konsep dasar matriks dan menerapkan operasi matriks untuk membaca, menghitung, serta menginterpretasikan persoalan ekonomi sederhana.
Indikator
Mahasiswa mampu menentukan dimensi, elemen, vektor, transpose, matriks simetris, operasi penjumlahan, pengurangan, perkalian skalar, dan perkalian matriks berbasis kasus ekonomi.
Aspek
Target Pembelajaran
Level Kognitif
Bukti Ketercapaian
Konsep Matriks
Menjelaskan matriks sebagai susunan bilangan dalam baris dan kolom.
C2
Mahasiswa mampu menjelaskan definisi dan dimensi matriks.
Operasi Matriks
Menghitung penjumlahan, pengurangan, transpose, dan perkalian skalar.
C3
Mahasiswa mampu menyelesaikan operasi matriks dengan benar.
Perkalian Matriks
Menggunakan aturan baris-kolom untuk menghitung hasil perkalian matriks.
C3
Mahasiswa mampu menghitung hasil perkalian matriks dengan vektor bobot.
Interpretasi Ekonomi
Menghubungkan hasil perhitungan matriks dengan pengambilan keputusan ekonomi.
C4
Mahasiswa mampu menafsirkan hasil model matriks dalam kasus stabilitas Rupiah.
D. Pre-Test Sebelum Perkuliahan
Pre-Test Personal: Setiap Mahasiswa Mendapat Soal Berbeda
Pre-test ini digunakan untuk mengukur pemahaman awal mahasiswa tentang matriks sebelum masuk ke uraian materi inti. Mahasiswa harus membuka soal menggunakan password berupa nama depan masing-masing. Soal berjumlah 10 nomor, dan jawaban baru muncul setelah mahasiswa mengklik salah satu pilihan.
๐ Masuk Pre-Test
Masukkan nama depan sebagai password. Contoh: jika nama mahasiswa Nabilla Marsya, maka password yang diketik adalah Nabilla. Huruf besar dan kecil tidak berpengaruh.
Untuk nama depan yang sama, sistem akan menampilkan pilihan NIM/nama setelah password benar agar paket soal tetap berbeda. Jawaban tidak langsung terlihat. Jawaban dan pembahasan baru muncul setelah mahasiswa mengklik salah satu pilihan.
Pilih nama/NIM Anda:
Paket Pre-Test
โ Pre-Test Selesai
Setelah ini, lanjutkan membaca uraian materi inti tentang definisi matriks, vektor, transpose, matriks simetris, operasi matriks, dan penerapannya pada kasus stabilitas Rupiah.
E. Uraian Materi Inti
1. Definisi Matriks
Matriks adalah susunan bilangan atau simbol yang ditempatkan dalam baris dan kolom. Dalam ekonomi, matriks membantu menyusun data yang memiliki banyak dimensi, misalnya data kebijakan, indikator makroekonomi, sektor produksi, biaya, permintaan, dan hubungan antarvariabel.
Baris dapat digunakan untuk menunjukkan objek pengamatan. Dalam kasus ini, baris menunjukkan langkah-langkah kebijakan Bank Indonesia.
Makna Kolom
Kolom dapat digunakan untuk menunjukkan indikator. Dalam kasus ini, kolom menunjukkan stabilitas Rupiah, kepercayaan investor, likuiditas domestik, dan ekspektasi inflasi.
F. Studi Kasus Utama
Matriks 7 Langkah Menjaga Stabilitas Rupiah
Misalkan tujuh langkah kebijakan Bank Indonesia disederhanakan menjadi tujuh baris matriks. Empat indikator stabilitas ekonomi menjadi empat kolom matriks.
Kode
Langkah Kebijakan
Makna dalam Kasus Stabilitas Rupiah
\(L_1\)
Intervensi pasar valas
Menjaga keseimbangan permintaan dan penawaran valuta asing.
\(L_2\)
Penguatan instrumen moneter pro-market
Memperkuat daya tarik instrumen Rupiah dan pengelolaan ekspektasi pasar.
\(L_3\)
Pengelolaan likuiditas Rupiah dan SBN
Menjaga kecukupan likuiditas agar sistem keuangan tetap stabil.
\(L_4\)
Penguatan transaksi valas berbasis underlying
Mendorong transaksi valas yang sehat dan sesuai kebutuhan ekonomi riil.
\(L_5\)
Perluasan Local Currency Transaction
Mendorong penggunaan mata uang lokal dalam transaksi internasional.
\(L_6\)
Koordinasi BI dengan Pemerintah dan KSSK
Memperkuat sinergi stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan.
\(L_7\)
Komunikasi, optimisme, dan kepercayaan publik
Menjaga ekspektasi masyarakat dan pelaku pasar terhadap ketahanan Rupiah.
Catatan: Angka dalam matriks merupakan data simulasi pembelajaran, bukan data resmi Bank Indonesia. Tujuannya adalah melatih mahasiswa memahami cara membaca, menghitung, dan menginterpretasikan matriks dalam konteks ekonomi.
\(K_1\)
Stabilitas nilai tukar Rupiah
\(K_2\)
Kepercayaan investor
\(K_3\)
Likuiditas domestik
\(K_4\)
Pengendalian ekspektasi inflasi
G. Materi 2: Dimensi, Elemen, dan Interpretasi
Membaca Matriks sebagai Data Ekonomi
Matriks \(A\) memiliki 7 baris dan 4 kolom, sehingga dimensinya:
\[ A_{7 \times 4} \]
Artinya, terdapat 7 langkah kebijakan yang dinilai terhadap 4 indikator stabilitas ekonomi. Elemen \(a_{ij}\) menunjukkan nilai kebijakan ke-\(i\) terhadap indikator ke-\(j\).
Contoh 1
\[a_{12}=8\] Artinya, langkah \(L_1\), yaitu intervensi pasar valas, memiliki nilai 8 terhadap indikator kepercayaan investor.
Contoh 2
\[a_{34}=6\] Artinya, langkah \(L_3\), yaitu pengelolaan likuiditas dan SBN, memiliki nilai 6 terhadap ekspektasi inflasi.
Contoh 3
\[a_{63}=7\] Artinya, koordinasi BI dengan Pemerintah dan KSSK memiliki nilai 7 terhadap likuiditas domestik.
H. Materi 3: Vektor Baris dan Vektor Kolom
Vektor sebagai Bagian dari Matriks
Vektor baris adalah matriks yang hanya memiliki satu baris. Vektor kolom adalah matriks yang hanya memiliki satu kolom.
Vektor ini menunjukkan tingkat kepentingan setiap indikator dalam menilai prioritas kebijakan.
I. Materi 4: Transpose Matriks
Transpose: Mengubah Cara Membaca Data
Transpose matriks adalah proses mengubah baris menjadi kolom dan kolom menjadi baris.
\[ A^T = (a_{ij})^T = (a_{ji}) \]
Jika matriks \(A\) berukuran \(7 \times 4\), maka transpose-nya berukuran:
\[ A^T_{4 \times 7} \]
Interpretasi Ekonomi
Matriks awal membaca data dari sisi langkah kebijakan. Setelah ditranspose, data dapat dibaca dari sisi indikator. Misalnya, kita dapat melihat seluruh langkah kebijakan yang berhubungan dengan stabilitas Rupiah, lalu membandingkannya dengan indikator lain seperti kepercayaan investor atau likuiditas domestik.
J. Materi 5: Operasi Penjumlahan dan Pengurangan Matriks
Ketika Efektivitas Kebijakan Berubah
Penjumlahan dan pengurangan matriks hanya dapat dilakukan jika kedua matriks memiliki dimensi yang sama.
Jika ada tambahan efektivitas karena koordinasi kebijakan dan kepercayaan publik, maka dapat ditulis:
\[ A+B \]
Maknanya: efektivitas kebijakan meningkat pada beberapa indikator.
Pengurangan Matriks
Jika ada tekanan global yang menurunkan efektivitas kebijakan, maka dapat ditulis:
\[ A-C \]
Maknanya: tekanan eksternal mengurangi daya dorong kebijakan terhadap stabilitas ekonomi.
K. Materi 6: Perkalian Matriks dengan Skalar
Intensitas Respons Kebijakan
Perkalian matriks dengan skalar berarti setiap elemen matriks dikalikan dengan bilangan yang sama. Dalam konteks kebijakan, skalar dapat dipahami sebagai perubahan intensitas respons kebijakan.
Secara ekonomi, ini dapat menggambarkan peningkatan intensitas kebijakan. Namun, dalam kenyataan, peningkatan intensitas kebijakan tidak selalu otomatis menghasilkan dampak positif, karena tetap bergantung pada kondisi pasar, ekspektasi pelaku ekonomi, dan kredibilitas kebijakan.
L. Materi 7: Perkalian Matriks dengan Vektor Bobot
Menentukan Prioritas Kebijakan
Untuk menentukan langkah kebijakan yang paling kuat dalam model, matriks \(A\) dikalikan dengan vektor bobot \(w\).
Hasil berikut adalah skor prioritas kebijakan berdasarkan bobot indikator stabilitas ekonomi.
\(L_1\)7.70Intervensi Valas
\(L_2\)7.45Instrumen Moneter
\(L_3\)7.10Likuiditas & SBN
\(L_4\)7.35Underlying Valas
\(L_5\)7.05LCT
\(L_6\)7.95Koordinasi
\(L_7\)7.45Kepercayaan Publik
Interpretasi: Dalam model simulasi ini, \(L_6\), yaitu koordinasi Bank Indonesia dengan Pemerintah dan KSSK, memiliki skor tertinggi sebesar 7.95. Artinya, koordinasi kebijakan menjadi langkah yang sangat kuat dalam menjaga stabilitas Rupiah.
M. Materi 8: Matriks Simetris
Hubungan Antarindikator Stabilitas Ekonomi
Matriks simetris adalah matriks bujur sangkar yang sama dengan transpose-nya.
\[ R = R^T \]
Dalam ekonomi, matriks simetris sering muncul dalam matriks korelasi. Misalnya, hubungan antara stabilitas Rupiah dan kepercayaan investor biasanya sama jika dibaca dari arah sebaliknya.
Matriks \(R\) adalah matriks simetris karena nilai di atas diagonal utama sama dengan nilai di bawah diagonal utama. Dalam analisis ekonomi, hal ini membantu membaca hubungan antarindikator secara konsisten.
N. Diskusi Kelas Berbasis Kasus
Analisis Kebijakan Stabilitas Rupiah
Diskusikan bersama kelompok kecil. Gunakan matriks, vektor bobot, dan interpretasi ekonomi.
Kasus Diskusi 1: Mengapa tidak cukup satu kebijakan?
Jika stabilitas Rupiah hanya dijaga melalui intervensi pasar valas, apakah cukup? Jelaskan mengapa kebijakan stabilitas Rupiah membutuhkan bauran kebijakan, bukan hanya satu instrumen.
Kasus Diskusi 2: Apa arti skor tertinggi?
Berdasarkan hasil \(Aw\), langkah \(L_6\) memiliki skor tertinggi. Apakah ini berarti langkah lain tidak penting? Jelaskan secara matematis dan ekonomi.
Kasus Diskusi 3: Mengapa bobot indikator penting?
Jika bobot stabilitas Rupiah dinaikkan dari 0.35 menjadi 0.50, apakah hasil prioritas kebijakan dapat berubah? Jelaskan mengapa perubahan bobot dapat mengubah hasil analisis.
O. Ringkasan Perkuliahan
Kesimpulan Utama Pertemuan 6
1. Matriks Menyusun Data
Matriks membantu menyusun banyak data ekonomi dalam bentuk baris dan kolom sehingga lebih mudah dibaca.
2. Operasi Matriks Mengolah Data
Penjumlahan, pengurangan, transpose, skalar, dan perkalian matriks dapat digunakan untuk membaca perubahan kebijakan.
3. Interpretasi Menjadi Kunci
Hasil hitungan matriks perlu ditafsirkan secara ekonomi agar tidak berhenti sebagai angka matematika semata.
โDalam ekonomi, angka tidak berdiri sendiri. Ia harus dibaca sebagai hubungan, konteks, dan keputusan.โ
P. Penutup: Pertanyaan Reflektif
Jawab di Kolom Komentar
Setelah mengikuti perkuliahan ini, jawab 5 pertanyaan berikut di kolom komentar WordPress. Gunakan bahasa sendiri, singkat, jelas, dan tetap menunjukkan pemahaman konsep matriks.
5 Pertanyaan Wajib Dijawab
Jelaskan dengan bahasa sendiri apa yang dimaksud dengan matriks dalam konteks kebijakan ekonomi.
Dalam matriks kebijakan Bank Indonesia, apa makna baris dan kolom?
Mengapa perkalian matriks \(A\) dengan vektor bobot \(w\) dapat membantu menentukan prioritas kebijakan?
Mengapa stabilitas Rupiah tidak cukup dijaga hanya dengan satu instrumen kebijakan?
Apa pelajaran utama yang Anda dapatkan dari penggunaan matriks untuk membaca kasus stabilitas Rupiah?
Langkah kebijakan mana yang memiliki skor tertinggi?
Jelaskan makna ekonomi dari skor tertinggi tersebut.
Apakah kebijakan dengan skor tertinggi boleh berdiri sendiri tanpa kebijakan lain? Jelaskan.
Format Jawaban Kasus di Komentar
Kasus Tambahan:
1. Dimensi M = …
2. Mv = …
3. Skor tertinggi = …
4. Makna ekonomi = …
5. Pendapat saya = …
“`html
๐ Mini Case PersonalMatriksStabilitas RupiahPassword Nama Depan
Mini Case: Prioritas Kebijakan Stabilitas Rupiah
Setiap mahasiswa mendapatkan kasus berbeda berbasis matriks.
Tugas utama adalah membaca matriks kebijakan, menghitung hasil perkalian matriks dengan vektor bobot,
lalu menafsirkan prioritas kebijakan dalam konteks stabilitas Rupiah.
3 ร 3Matriks kebijakan personal
1 ร 3Vektor bobot indikator
C3โC4Aplikasi hitung dan analisis ekonomi
Akses Mahasiswa
Buka Mini Case Personal
Masukkan password nama depan sesuai daftar mahasiswa.
Untuk nama depan yang sama, sistem akan menampilkan pilihan NIM/nama agar kasus tetap personal.
๐ Login Mini Case
Contoh: jika nama mahasiswa Nabilla Marsya, maka password yang diketik adalah
Nabilla. Huruf besar dan kecil tidak berpengaruh.
Data matriks, bobot, pertanyaan, dan kode kasus dibuat personal berdasarkan NIM mahasiswa.
Pilih nama/NIM Anda:
“`
๐ Matematika EkonomiPertemuan 6MatriksPengumpulan Tugas
Dashboard Pengiriman Tugas Pertemuan 6
Panel ini digunakan untuk mengarahkan mahasiswa mengumpulkan tugas Matriks,
memeriksa kelengkapan dokumen, dan membantu dosen melakukan monitoring pengumpulan
secara rapi melalui Google Form.
1 PDFSemua jawaban digabung dalam satu file
SSJawaban pre-test wajib disertakan dalam bentuk screenshot
Tulis TanganJawaban soal lainnya ditulis tangan
Link Pengumpulan
๐ฅ Link Pengumpulan Tugas
Gunakan tombol berikut untuk membuka Google Form pengumpulan tugas mahasiswa.
Pastikan file yang diunggah sudah berupa 1 file PDF gabungan.
Catatan: Setelah mahasiswa mengisi Google Form, dosen dapat membuka tab
Responses pada Google Form, lalu menghubungkannya ke Google Spreadsheet
untuk melihat rekap jawaban dan file secara otomatis.
Ketentuan Mahasiswa
Ketentuan File yang Dikumpulkan
Mahasiswa wajib mengumpulkan seluruh jawaban dalam satu file PDF. File harus memuat screenshot pre-test
dan jawaban tulis tangan untuk soal lainnya.
โ Isi File PDF
โ
Identitas lengkap
Nama, NIM, dan kelas ditulis pada halaman pertama.
โ
Screenshot jawaban pre-test
Semua jawaban pre-test wajib disertakan dalam bentuk screenshot.
โ
Jawaban soal lainnya tulis tangan
Jawaban refleksi, uraian, dan mini case dikerjakan secara tulis tangan.
โ
Gabungkan menjadi satu PDF
Screenshot dan foto/scan tulisan tangan digabung menjadi satu file PDF.
๐ Format Nama File
Gunakan format nama file berikut agar dosen mudah melakukan pengecekan:
Nama_NIM_Pertemuan6_Matriks.pdf
Contoh:
NabillaMarsya_64250070_Pertemuan6_Matriks.pdf
File yang tidak berbentuk PDF atau terpisah-pisah dapat dianggap belum lengkap.
Langkah Pengumpulan
Alur Pengumpulan Tugas
Kerjakan pre-test personal
Mahasiswa membuka pre-test dengan password nama depan, mengerjakan seluruh soal, lalu mengambil screenshot hasil/jawaban pre-test.
Kerjakan soal lainnya dengan tulis tangan
Jawaban reflektif, uraian konsep matriks, dan mini case prioritas kebijakan stabilitas Rupiah ditulis tangan dengan rapi.
Scan atau foto jawaban
Pastikan tulisan terbaca jelas, tidak buram, tidak terpotong, dan halaman tersusun sesuai urutan.
Gabungkan semua menjadi satu PDF
Gabungkan screenshot pre-test dan jawaban tulis tangan ke dalam satu file PDF.
Upload melalui Google Form
Buka link pengumpulan, isi identitas dengan benar, lalu unggah file PDF.
Mahasiswa mampu melakukan operasi matriks, khususnya perkalian matriks dengan vektor bobot.
Interpretasi Ekonomi
Mahasiswa mampu menjelaskan arti hasil perhitungan dalam konteks kebijakan stabilitas Rupiah.
Rubrik Penilaian
Rubrik Penilaian Tugas Pertemuan 6
Komponen
Indikator
Bobot
Screenshot Pre-Test
Mahasiswa melampirkan screenshot seluruh jawaban pre-test personal dengan jelas dan lengkap.
20%
Konsep Dasar Matriks
Mahasiswa mampu menjelaskan dimensi, baris, kolom, elemen, vektor, transpose, dan matriks simetris.
20%
Operasi dan Perhitungan Matriks
Mahasiswa mampu menghitung operasi matriks, terutama perkalian matriks dengan vektor bobot secara benar dan runtut.
30%
Analisis Kasus Stabilitas Rupiah
Mahasiswa mampu mengaitkan hasil perhitungan matriks dengan prioritas kebijakan Bank Indonesia secara logis.
20%
Kerapihan dan Format PDF
Jawaban ditulis tangan dengan rapi, file jelas terbaca, tersusun urut, dan digabung dalam satu PDF.
10%
Catatan Penilaian: Jawaban yang hanya berisi angka tanpa penjelasan ekonomi tidak diberi nilai penuh.
Mahasiswa harus menunjukkan hubungan antara konsep matriks, langkah perhitungan, hasil akhir, dan interpretasi kebijakan.
Template Umpan Balik
Template Komentar Umpan Balik Dosen
Nilai Baik
Jawaban sudah baik. Konsep matriks dipahami dengan benar, langkah perhitungan runtut,
dan interpretasi ekonomi sudah sesuai dengan kasus stabilitas Rupiah.
Perlu Perbaikan Hitungan
Perhitungan masih perlu diperbaiki, terutama pada operasi matriks dan perkalian
matriks dengan vektor bobot. Perhatikan kembali urutan baris, kolom, dan bobot indikator.
Perlu Interpretasi
Jawaban hitungan sudah ada, tetapi interpretasi ekonomi masih kurang. Jelaskan apa arti
hasil skor kebijakan terhadap prioritas stabilitas Rupiah.
Catatan untuk Dosen
Monitoring Pengumpulan
Langkah Monitoring
โ
Buka Google Form pengumpulan tugas.
โ
Masuk ke tab Responses.
โ
Hubungkan respons ke Google Spreadsheet.
โ
Cek kelengkapan PDF dan kesesuaian identitas mahasiswa.
Prioritas Pengecekan
โ
Apakah pre-test sudah discreenshot?
โ
Apakah soal lainnya ditulis tangan?
โ
Apakah semua file sudah digabung menjadi satu PDF?
โ
Apakah interpretasi ekonomi sudah dijelaskan?
“`
Dashboard Nilai Tugas 1 Matematika Ekonomi
Rekap nilai ini disusun berdasarkan komponen pre-test dan mini case Pertemuan 6: Matriks.
Nilai akhir dihitung dengan bobot: Pre-Test 20% dan Mini Case 80%.
Catatan untuk Mahasiswa: Pelajari catatan koreksi masing-masing. Kesalahan yang paling sering muncul adalah
tidak melampirkan screenshot pre-test, kurang rapi dalam perhitungan matriks, dan interpretasi ekonomi yang masih terlalu umum.
No
NIM
Nama
Soal yang Benar / Skor Pre-Test
Nilai
Catatan Koreksi
1
64251075
Muhammad Rahman Hidayat
8/10
81,60
Pre-test baik. Konsep matriks cukup dipahami. Perhitungan mini case utama benar, tetapi interpretasi masih singkat dan ada kekeliruan saat membaca skor tertinggi.
2
64252109
Farhan Hidayat
10/10
92,00
Jawaban lengkap dan perhitungan benar. Interpretasi kebijakan M2 dan M3 sudah tepat, hanya perlu penguatan analisis lanjutan.
3
64251322
Jeanny Olivia
10/10
96,00
Jawaban sangat lengkap. Perhitungan matriks benar dan interpretasi ekonomi kuat. Perlu sedikit merapikan istilah kebijakan.
4
64251326
Syabrina Raisya Kumala Dewa
10/10
95,20
Konsep, perhitungan, dan interpretasi sangat baik. Penjelasan bisa dibuat lebih ringkas dan langsung ke indikator.
5
64251162
Cut Desi
10/10
91,20
Jawaban lengkap dan perhitungan utama benar. Interpretasi cukup sesuai, tetapi hubungan antarindikator ekonomi masih perlu diperkuat.
6
64252032
Ngisomudin
Tidak ada screenshot
66,40
Screenshot pre-test tidak ditemukan. Mini case cukup baik, tetapi kelengkapan tugas kurang dan interpretasi masih terlalu singkat.
7
64251205
Vita Tamala Putri
9/10
88,40
Pemahaman konsep baik. Interpretasi ekonomi sesuai, tetapi perhitungan mini case kurang rapi dan belum cukup eksplisit.
8
64251642
Nayla Tsabitha Damayanti
Tidak ada screenshot
68,80
Screenshot pre-test tidak ditemukan. Kasus wajib cukup baik, tetapi mini case personal memiliki kesalahan bobot dan hasil.
9
64251593
Faaruq Khodafi
9/10
81,20
Refleksi cukup baik. Mini case dikerjakan, tetapi perhitungan dan penentuan skor tertinggi belum kuat.
10
64250907
Asyila Naila Alifah
9/10
87,60
Kasus wajib benar. Mini case cukup baik, tetapi ada kesalahan interpretasi skor tertinggi.
11
64250381
Fani Anggraini Safitri Aningsih
10/10
98,40
Jawaban sangat lengkap, runtut, dan interpretasi ekonomi kuat. Perhitungan benar dan mini case dijelaskan sangat baik.
12
64251118
Muhammad Ridho Naufal
10/10
93,60
Refleksi cukup baik dan kasus wajib benar. Penulisan angka perlu dirapikan dan interpretasi dapat dibuat lebih tajam.
13
64250070
Nabilla Marsya
10/10
94,40
Jawaban lengkap dan perhitungan benar. Interpretasi cukup kuat, meskipun beberapa bagian masih umum.
14
64251588
Intan Nuraeni
10/10
94,40
Jawaban rapi, lengkap, dan perhitungan benar. Analisis ekonomi masih dapat diperdalam.
15
64251158
Fauziah Nur Mutmainah
10/10
80,80
Pre-test sangat baik, tetapi bagian kasus/perhitungan matriks belum lengkap. Jawaban masih dominan konseptual.
16
64252088
Sahla Nabil
10/10
91,20
Kasus wajib benar. Mini case personal memiliki kekeliruan perhitungan skor akhir, tetapi interpretasi cukup baik.
17
64251072
Jensen Aldo
Tidak ada screenshot
57,60
Tidak ada screenshot pre-test. Jawaban konsep cukup, tetapi tugas belum lengkap dan mini case kurang mendalam.
18
64251743
Saskia Putri
10/10
94,40
Jawaban lengkap dan interpretasi baik. Ada sedikit ketidaktepatan hitungan pada kasus wajib.
19
64251125
Andinna Deswita
10/10
95,20
Konsep, perhitungan, dan interpretasi cukup lengkap. Uraian akhir perlu sedikit dirapikan.
20
64251838
Rico Damara
10/10
88,80
Jawaban lengkap, tetapi ada kekeliruan angka pada perhitungan matriks dan interpretasi masih singkat.
21
64250885
Najwa Aulia
9/10
95,60
Jawaban sangat lengkap, konsep kuat, dan mini case baik. Hanya ada sedikit kesalahan pada pre-test.
22
64251196
Azahra Nanda Aulia
10/10
90,40
Jawaban cukup lengkap, tetapi perhitungan kasus belum sepenuhnya konsisten dan interpretasi masih umum.
23
64251277
Yosua Natanael Pardomuan Simbolon
10/10
92,80
Perhitungan utama cukup baik. Mini case personal dijawab, tetapi analisis ekonomi masih perlu diperdalam.
24
64250919
Nadia Safira
9/10
94,00
Jawaban sangat lengkap dan rapi. Perhitungan serta interpretasi kuat, hanya ada sedikit kesalahan pada pre-test.
Kesimpulan Umum: Sebagian besar mahasiswa sudah memahami konsep dasar matriks dan mampu melakukan perkalian matriks dengan vektor bobot.
Perbaikan utama yang perlu diperhatikan adalah kelengkapan screenshot pre-test, kerapian langkah hitung, serta kemampuan menjelaskan makna hasil perhitungan dalam konteks ekonomi.
5 Pertanyaan Wajib Dijawab
Format Jawaban Komentar