Matriks dalam Analisis Stabilitas Rupiah

๐Ÿ“˜ Matematika Ekonomi Pertemuan 6 Matriks Studi Kasus Bank Indonesia

Matriks dalam Analisis Stabilitas Rupiah

Perkuliahan ini menghubungkan konsep matriks dengan kasus kebijakan Bank Indonesia dalam menjaga stabilitas Rupiah. Mahasiswa tidak hanya menghitung elemen matriks, tetapi juga membaca makna ekonomi dari baris, kolom, bobot, dan hasil operasi matriks.

7Langkah kebijakan stabilisasi Rupiah sebagai baris matriks
4Indikator stabilitas ekonomi sebagai kolom matriks
C2โ€“C4Pemahaman, aplikasi, dan analisis kebijakan
A. Pembukaan Perkuliahan

Mengapa Matriks Penting dalam Ekonomi?

Dalam kehidupan nyata, kebijakan ekonomi jarang dipengaruhi oleh satu faktor saja. Stabilitas Rupiah dipengaruhi tekanan global, kepercayaan investor, likuiditas domestik, ekspektasi inflasi, serta koordinasi kebijakan antara Bank Indonesia, Pemerintah, dan otoritas terkait.

โ€œMatriks membantu kita membaca kebijakan ekonomi sebagai sebuah sistem: banyak instrumen, banyak indikator, dan banyak hubungan yang saling memengaruhi.โ€

Konteks Aktual

Bank Indonesia menyampaikan bahwa menjaga stabilitas Rupiah membutuhkan langkah terukur dan sinergi kebijakan. Dalam perkuliahan ini, langkah tersebut disederhanakan menjadi model matriks agar mahasiswa dapat memahami bagaimana data kebijakan disusun, dihitung, dan diinterpretasikan secara matematis.

B. Alur Perkuliahan

Roadmap Pertemuan Hari Ini

10
Menit
Pembukaan & ApersepsiMengaitkan isu stabilitas Rupiah dengan kebutuhan analisis matematis berbasis matriks.
15
Menit
Pre-Test PersonalMahasiswa memasukkan password nama depan, lalu mengerjakan 10 soal pre-test berbeda sesuai nama masing-masing.
45
Menit
Uraian Materi IntiMembahas definisi matriks, vektor, transpose, matriks simetris, penjumlahan, pengurangan, skalar, dan perkalian matriks.
25
Menit
Studi Kasus Bank IndonesiaMahasiswa membaca matriks kebijakan, menghitung skor prioritas, dan menafsirkan hasilnya.
5
Menit
Penutup & Komentar ReflektifMahasiswa menjawab pertanyaan reflektif dan satu kasus pendek pada kolom komentar.
C. CPL, CPMK, dan Indikator RPS

Capaian Pembelajaran Pertemuan 6

CPL

Mahasiswa mampu menerapkan pemikiran logis, kritis, sistematis, dan analitis dalam memahami persoalan ekonomi menggunakan konsep matematika ekonomi.

CPMK

Mahasiswa mampu memahami konsep dasar matriks dan menerapkan operasi matriks untuk membaca, menghitung, serta menginterpretasikan persoalan ekonomi sederhana.

Indikator

Mahasiswa mampu menentukan dimensi, elemen, vektor, transpose, matriks simetris, operasi penjumlahan, pengurangan, perkalian skalar, dan perkalian matriks berbasis kasus ekonomi.

AspekTarget PembelajaranLevel KognitifBukti Ketercapaian
Konsep MatriksMenjelaskan matriks sebagai susunan bilangan dalam baris dan kolom.C2Mahasiswa mampu menjelaskan definisi dan dimensi matriks.
Operasi MatriksMenghitung penjumlahan, pengurangan, transpose, dan perkalian skalar.C3Mahasiswa mampu menyelesaikan operasi matriks dengan benar.
Perkalian MatriksMenggunakan aturan baris-kolom untuk menghitung hasil perkalian matriks.C3Mahasiswa mampu menghitung hasil perkalian matriks dengan vektor bobot.
Interpretasi EkonomiMenghubungkan hasil perhitungan matriks dengan pengambilan keputusan ekonomi.C4Mahasiswa mampu menafsirkan hasil model matriks dalam kasus stabilitas Rupiah.
D. Pre-Test Sebelum Perkuliahan

Pre-Test Personal: Setiap Mahasiswa Mendapat Soal Berbeda

Pre-test ini digunakan untuk mengukur pemahaman awal mahasiswa tentang matriks sebelum masuk ke uraian materi inti. Mahasiswa harus membuka soal menggunakan password berupa nama depan masing-masing. Soal berjumlah 10 nomor, dan jawaban baru muncul setelah mahasiswa mengklik salah satu pilihan.

๐Ÿ” Masuk Pre-Test

Masukkan nama depan sebagai password. Contoh: jika nama mahasiswa Nabilla Marsya, maka password yang diketik adalah Nabilla. Huruf besar dan kecil tidak berpengaruh.

Untuk nama depan yang sama, sistem akan menampilkan pilihan NIM/nama setelah password benar agar paket soal tetap berbeda. Jawaban tidak langsung terlihat. Jawaban dan pembahasan baru muncul setelah mahasiswa mengklik salah satu pilihan.
Pilih nama/NIM Anda:

Paket Pre-Test

โœ… Pre-Test Selesai

Setelah ini, lanjutkan membaca uraian materi inti tentang definisi matriks, vektor, transpose, matriks simetris, operasi matriks, dan penerapannya pada kasus stabilitas Rupiah.

E. Uraian Materi Inti

1. Definisi Matriks

Matriks adalah susunan bilangan atau simbol yang ditempatkan dalam baris dan kolom. Dalam ekonomi, matriks membantu menyusun data yang memiliki banyak dimensi, misalnya data kebijakan, indikator makroekonomi, sektor produksi, biaya, permintaan, dan hubungan antarvariabel.

\[ A = \begin{bmatrix} a_{11} & a_{12} & \cdots & a_{1n} \\ a_{21} & a_{22} & \cdots & a_{2n} \\ \vdots & \vdots & \ddots & \vdots \\ a_{m1} & a_{m2} & \cdots & a_{mn} \end{bmatrix} \]

Makna Baris

Baris dapat digunakan untuk menunjukkan objek pengamatan. Dalam kasus ini, baris menunjukkan langkah-langkah kebijakan Bank Indonesia.

Makna Kolom

Kolom dapat digunakan untuk menunjukkan indikator. Dalam kasus ini, kolom menunjukkan stabilitas Rupiah, kepercayaan investor, likuiditas domestik, dan ekspektasi inflasi.

F. Studi Kasus Utama

Matriks 7 Langkah Menjaga Stabilitas Rupiah

Misalkan tujuh langkah kebijakan Bank Indonesia disederhanakan menjadi tujuh baris matriks. Empat indikator stabilitas ekonomi menjadi empat kolom matriks.

KodeLangkah KebijakanMakna dalam Kasus Stabilitas Rupiah
\(L_1\)Intervensi pasar valasMenjaga keseimbangan permintaan dan penawaran valuta asing.
\(L_2\)Penguatan instrumen moneter pro-marketMemperkuat daya tarik instrumen Rupiah dan pengelolaan ekspektasi pasar.
\(L_3\)Pengelolaan likuiditas Rupiah dan SBNMenjaga kecukupan likuiditas agar sistem keuangan tetap stabil.
\(L_4\)Penguatan transaksi valas berbasis underlyingMendorong transaksi valas yang sehat dan sesuai kebutuhan ekonomi riil.
\(L_5\)Perluasan Local Currency TransactionMendorong penggunaan mata uang lokal dalam transaksi internasional.
\(L_6\)Koordinasi BI dengan Pemerintah dan KSSKMemperkuat sinergi stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan.
\(L_7\)Komunikasi, optimisme, dan kepercayaan publikMenjaga ekspektasi masyarakat dan pelaku pasar terhadap ketahanan Rupiah.

Model Matriks Kebijakan

\[ A = \begin{bmatrix} 9 & 8 & 6 & 7 \\ 7 & 9 & 7 & 6 \\ 6 & 7 & 9 & 6 \\ 8 & 7 & 6 & 8 \\ 7 & 8 & 6 & 7 \\ 8 & 8 & 7 & 9 \\ 7 & 8 & 7 & 8 \end{bmatrix} \]
Catatan: Angka dalam matriks merupakan data simulasi pembelajaran, bukan data resmi Bank Indonesia. Tujuannya adalah melatih mahasiswa memahami cara membaca, menghitung, dan menginterpretasikan matriks dalam konteks ekonomi.

\(K_1\)

Stabilitas nilai tukar Rupiah

\(K_2\)

Kepercayaan investor

\(K_3\)

Likuiditas domestik

\(K_4\)

Pengendalian ekspektasi inflasi

G. Materi 2: Dimensi, Elemen, dan Interpretasi

Membaca Matriks sebagai Data Ekonomi

Matriks \(A\) memiliki 7 baris dan 4 kolom, sehingga dimensinya:

\[ A_{7 \times 4} \]

Artinya, terdapat 7 langkah kebijakan yang dinilai terhadap 4 indikator stabilitas ekonomi. Elemen \(a_{ij}\) menunjukkan nilai kebijakan ke-\(i\) terhadap indikator ke-\(j\).

Contoh 1

\[a_{12}=8\] Artinya, langkah \(L_1\), yaitu intervensi pasar valas, memiliki nilai 8 terhadap indikator kepercayaan investor.

Contoh 2

\[a_{34}=6\] Artinya, langkah \(L_3\), yaitu pengelolaan likuiditas dan SBN, memiliki nilai 6 terhadap ekspektasi inflasi.

Contoh 3

\[a_{63}=7\] Artinya, koordinasi BI dengan Pemerintah dan KSSK memiliki nilai 7 terhadap likuiditas domestik.

H. Materi 3: Vektor Baris dan Vektor Kolom

Vektor sebagai Bagian dari Matriks

Vektor baris adalah matriks yang hanya memiliki satu baris. Vektor kolom adalah matriks yang hanya memiliki satu kolom.

Vektor Baris

Baris pertama matriks \(A\) adalah:

\[ L_1 = \begin{bmatrix} 9 & 8 & 6 & 7 \end{bmatrix} \]

Vektor ini menunjukkan nilai intervensi pasar valas terhadap empat indikator stabilitas ekonomi.

Vektor Kolom

Bobot indikator dinyatakan sebagai:

\[ w = \begin{bmatrix} 0.35 \\ 0.25 \\ 0.25 \\ 0.15 \end{bmatrix} \]

Vektor ini menunjukkan tingkat kepentingan setiap indikator dalam menilai prioritas kebijakan.

I. Materi 4: Transpose Matriks

Transpose: Mengubah Cara Membaca Data

Transpose matriks adalah proses mengubah baris menjadi kolom dan kolom menjadi baris.

\[ A^T = (a_{ij})^T = (a_{ji}) \]

Jika matriks \(A\) berukuran \(7 \times 4\), maka transpose-nya berukuran:

\[ A^T_{4 \times 7} \]

Interpretasi Ekonomi

Matriks awal membaca data dari sisi langkah kebijakan. Setelah ditranspose, data dapat dibaca dari sisi indikator. Misalnya, kita dapat melihat seluruh langkah kebijakan yang berhubungan dengan stabilitas Rupiah, lalu membandingkannya dengan indikator lain seperti kepercayaan investor atau likuiditas domestik.

J. Materi 5: Operasi Penjumlahan dan Pengurangan Matriks

Ketika Efektivitas Kebijakan Berubah

Penjumlahan dan pengurangan matriks hanya dapat dilakukan jika kedua matriks memiliki dimensi yang sama.

\[ A_{m \times n} \pm B_{m \times n} = C_{m \times n} \]

Penjumlahan Matriks

Jika ada tambahan efektivitas karena koordinasi kebijakan dan kepercayaan publik, maka dapat ditulis:

\[ A+B \]

Maknanya: efektivitas kebijakan meningkat pada beberapa indikator.

Pengurangan Matriks

Jika ada tekanan global yang menurunkan efektivitas kebijakan, maka dapat ditulis:

\[ A-C \]

Maknanya: tekanan eksternal mengurangi daya dorong kebijakan terhadap stabilitas ekonomi.

K. Materi 6: Perkalian Matriks dengan Skalar

Intensitas Respons Kebijakan

Perkalian matriks dengan skalar berarti setiap elemen matriks dikalikan dengan bilangan yang sama. Dalam konteks kebijakan, skalar dapat dipahami sebagai perubahan intensitas respons kebijakan.

\[ 2A = 2 \begin{bmatrix} 9 & 8 & 6 & 7 \\ 7 & 9 & 7 & 6 \\ 6 & 7 & 9 & 6 \\ 8 & 7 & 6 & 8 \\ 7 & 8 & 6 & 7 \\ 8 & 8 & 7 & 9 \\ 7 & 8 & 7 & 8 \end{bmatrix} \]

Contoh Baris Pertama

\[ 2 \begin{bmatrix} 9 & 8 & 6 & 7 \end{bmatrix} = \begin{bmatrix} 18 & 16 & 12 & 14 \end{bmatrix} \]

Secara ekonomi, ini dapat menggambarkan peningkatan intensitas kebijakan. Namun, dalam kenyataan, peningkatan intensitas kebijakan tidak selalu otomatis menghasilkan dampak positif, karena tetap bergantung pada kondisi pasar, ekspektasi pelaku ekonomi, dan kredibilitas kebijakan.

L. Materi 7: Perkalian Matriks dengan Vektor Bobot

Menentukan Prioritas Kebijakan

Untuk menentukan langkah kebijakan yang paling kuat dalam model, matriks \(A\) dikalikan dengan vektor bobot \(w\).

\[ Aw = \begin{bmatrix} 9 & 8 & 6 & 7 \\ 7 & 9 & 7 & 6 \\ 6 & 7 & 9 & 6 \\ 8 & 7 & 6 & 8 \\ 7 & 8 & 6 & 7 \\ 8 & 8 & 7 & 9 \\ 7 & 8 & 7 & 8 \end{bmatrix} \begin{bmatrix} 0.35 \\ 0.25 \\ 0.25 \\ 0.15 \end{bmatrix} \]

Syarat perkalian terpenuhi karena:

\[ (7 \times 4)(4 \times 1) = 7 \times 1 \]

Contoh Perhitungan Langkah Pertama

\[ L_1 = 9(0.35)+8(0.25)+6(0.25)+7(0.15) \] \[ L_1 = 3.15+2.00+1.50+1.05 = 7.70 \]

Hasil Perkalian \(Aw\)

Hasil berikut adalah skor prioritas kebijakan berdasarkan bobot indikator stabilitas ekonomi.

\(L_1\)7.70Intervensi Valas
\(L_2\)7.45Instrumen Moneter
\(L_3\)7.10Likuiditas & SBN
\(L_4\)7.35Underlying Valas
\(L_5\)7.05LCT
\(L_6\)7.95Koordinasi
\(L_7\)7.45Kepercayaan Publik
Interpretasi: Dalam model simulasi ini, \(L_6\), yaitu koordinasi Bank Indonesia dengan Pemerintah dan KSSK, memiliki skor tertinggi sebesar 7.95. Artinya, koordinasi kebijakan menjadi langkah yang sangat kuat dalam menjaga stabilitas Rupiah.
M. Materi 8: Matriks Simetris

Hubungan Antarindikator Stabilitas Ekonomi

Matriks simetris adalah matriks bujur sangkar yang sama dengan transpose-nya.

\[ R = R^T \]

Dalam ekonomi, matriks simetris sering muncul dalam matriks korelasi. Misalnya, hubungan antara stabilitas Rupiah dan kepercayaan investor biasanya sama jika dibaca dari arah sebaliknya.

\[ R = \begin{bmatrix} 1.00 & 0.70 & 0.60 & 0.75 \\ 0.70 & 1.00 & 0.65 & 0.80 \\ 0.60 & 0.65 & 1.00 & 0.55 \\ 0.75 & 0.80 & 0.55 & 1.00 \end{bmatrix} \]

Interpretasi

Matriks \(R\) adalah matriks simetris karena nilai di atas diagonal utama sama dengan nilai di bawah diagonal utama. Dalam analisis ekonomi, hal ini membantu membaca hubungan antarindikator secara konsisten.

N. Diskusi Kelas Berbasis Kasus

Analisis Kebijakan Stabilitas Rupiah

Diskusikan bersama kelompok kecil. Gunakan matriks, vektor bobot, dan interpretasi ekonomi.

Kasus Diskusi 1: Mengapa tidak cukup satu kebijakan?

Jika stabilitas Rupiah hanya dijaga melalui intervensi pasar valas, apakah cukup? Jelaskan mengapa kebijakan stabilitas Rupiah membutuhkan bauran kebijakan, bukan hanya satu instrumen.

Kasus Diskusi 2: Apa arti skor tertinggi?

Berdasarkan hasil \(Aw\), langkah \(L_6\) memiliki skor tertinggi. Apakah ini berarti langkah lain tidak penting? Jelaskan secara matematis dan ekonomi.

Kasus Diskusi 3: Mengapa bobot indikator penting?

Jika bobot stabilitas Rupiah dinaikkan dari 0.35 menjadi 0.50, apakah hasil prioritas kebijakan dapat berubah? Jelaskan mengapa perubahan bobot dapat mengubah hasil analisis.

O. Ringkasan Perkuliahan

Kesimpulan Utama Pertemuan 6

1. Matriks Menyusun Data

Matriks membantu menyusun banyak data ekonomi dalam bentuk baris dan kolom sehingga lebih mudah dibaca.

2. Operasi Matriks Mengolah Data

Penjumlahan, pengurangan, transpose, skalar, dan perkalian matriks dapat digunakan untuk membaca perubahan kebijakan.

3. Interpretasi Menjadi Kunci

Hasil hitungan matriks perlu ditafsirkan secara ekonomi agar tidak berhenti sebagai angka matematika semata.

โ€œDalam ekonomi, angka tidak berdiri sendiri. Ia harus dibaca sebagai hubungan, konteks, dan keputusan.โ€

P. Penutup: Pertanyaan Reflektif

Jawab di Kolom Komentar

Setelah mengikuti perkuliahan ini, jawab 5 pertanyaan berikut di kolom komentar WordPress. Gunakan bahasa sendiri, singkat, jelas, dan tetap menunjukkan pemahaman konsep matriks.

5 Pertanyaan Wajib Dijawab

  1. Jelaskan dengan bahasa sendiri apa yang dimaksud dengan matriks dalam konteks kebijakan ekonomi.
  2. Dalam matriks kebijakan Bank Indonesia, apa makna baris dan kolom?
  3. Mengapa perkalian matriks \(A\) dengan vektor bobot \(w\) dapat membantu menentukan prioritas kebijakan?
  4. Mengapa stabilitas Rupiah tidak cukup dijaga hanya dengan satu instrumen kebijakan?
  5. Apa pelajaran utama yang Anda dapatkan dari penggunaan matriks untuk membaca kasus stabilitas Rupiah?

Format Jawaban Komentar

Nama: NIM: Kelas: Jawaban: 1. … 2. … 3. … 4. … 5. …
Q. Kasus Tambahan Wajib Dijawab di Kolom Komentar

Mini Case: Prioritas Kebijakan Stabilitas Rupiah

Misalkan terdapat tiga langkah kebijakan Bank Indonesia yang dinilai terhadap tiga indikator stabilitas ekonomi.

\[ M = \begin{bmatrix} 8 & 7 & 6 \\ 7 & 9 & 6 \\ 6 & 8 & 9 \end{bmatrix} \]

Dengan vektor bobot:

\[ v = \begin{bmatrix} 0.40 \\ 0.35 \\ 0.25 \end{bmatrix} \]
KodeLangkah KebijakanIndikator yang Dinilai
\(M_1\)Intervensi pasar valasStabilitas Rupiah, kepercayaan investor, likuiditas domestik
\(M_2\)Penguatan instrumen moneterStabilitas Rupiah, kepercayaan investor, likuiditas domestik
\(M_3\)Koordinasi dan komunikasi kebijakanStabilitas Rupiah, kepercayaan investor, likuiditas domestik

Pertanyaan Kasus Wajib

  1. Tentukan dimensi matriks \(M\).
  2. Hitung hasil \(Mv\).
  3. Langkah kebijakan mana yang memiliki skor tertinggi?
  4. Jelaskan makna ekonomi dari skor tertinggi tersebut.
  5. Apakah kebijakan dengan skor tertinggi boleh berdiri sendiri tanpa kebijakan lain? Jelaskan.

Format Jawaban Kasus di Komentar

Kasus Tambahan: 1. Dimensi M = … 2. Mv = … 3. Skor tertinggi = … 4. Makna ekonomi = … 5. Pendapat saya = …
“`html
๐Ÿ“Š Mini Case Personal Matriks Stabilitas Rupiah Password Nama Depan

Mini Case: Prioritas Kebijakan Stabilitas Rupiah

Setiap mahasiswa mendapatkan kasus berbeda berbasis matriks. Tugas utama adalah membaca matriks kebijakan, menghitung hasil perkalian matriks dengan vektor bobot, lalu menafsirkan prioritas kebijakan dalam konteks stabilitas Rupiah.

3 ร— 3 Matriks kebijakan personal
1 ร— 3 Vektor bobot indikator
C3โ€“C4 Aplikasi hitung dan analisis ekonomi
Akses Mahasiswa

Buka Mini Case Personal

Masukkan password nama depan sesuai daftar mahasiswa. Untuk nama depan yang sama, sistem akan menampilkan pilihan NIM/nama agar kasus tetap personal.

๐Ÿ” Login Mini Case

Contoh: jika nama mahasiswa Nabilla Marsya, maka password yang diketik adalah Nabilla. Huruf besar dan kecil tidak berpengaruh.

Data matriks, bobot, pertanyaan, dan kode kasus dibuat personal berdasarkan NIM mahasiswa.
Pilih nama/NIM Anda:
“`
๐Ÿ“˜ Matematika Ekonomi Pertemuan 6 Matriks Pengumpulan Tugas

Dashboard Pengiriman Tugas Pertemuan 6

Panel ini digunakan untuk mengarahkan mahasiswa mengumpulkan tugas Matriks, memeriksa kelengkapan dokumen, dan membantu dosen melakukan monitoring pengumpulan secara rapi melalui Google Form.

1 PDF Semua jawaban digabung dalam satu file
SS Jawaban pre-test wajib disertakan dalam bentuk screenshot
Tulis Tangan Jawaban soal lainnya ditulis tangan
Link Pengumpulan

๐Ÿ“ฅ Link Pengumpulan Tugas

Gunakan tombol berikut untuk membuka Google Form pengumpulan tugas mahasiswa. Pastikan file yang diunggah sudah berupa 1 file PDF gabungan.

Buka Google Form
Catatan: Setelah mahasiswa mengisi Google Form, dosen dapat membuka tab Responses pada Google Form, lalu menghubungkannya ke Google Spreadsheet untuk melihat rekap jawaban dan file secara otomatis.
Ketentuan Mahasiswa

Ketentuan File yang Dikumpulkan

Mahasiswa wajib mengumpulkan seluruh jawaban dalam satu file PDF. File harus memuat screenshot pre-test dan jawaban tulis tangan untuk soal lainnya.

โœ… Isi File PDF

โœ“
Identitas lengkap
Nama, NIM, dan kelas ditulis pada halaman pertama.
โœ“
Screenshot jawaban pre-test
Semua jawaban pre-test wajib disertakan dalam bentuk screenshot.
โœ“
Jawaban soal lainnya tulis tangan
Jawaban refleksi, uraian, dan mini case dikerjakan secara tulis tangan.
โœ“
Gabungkan menjadi satu PDF
Screenshot dan foto/scan tulisan tangan digabung menjadi satu file PDF.

๐Ÿ“Œ Format Nama File

Gunakan format nama file berikut agar dosen mudah melakukan pengecekan:

Nama_NIM_Pertemuan6_Matriks.pdf

Contoh:

NabillaMarsya_64250070_Pertemuan6_Matriks.pdf
File yang tidak berbentuk PDF atau terpisah-pisah dapat dianggap belum lengkap.
Langkah Pengumpulan

Alur Pengumpulan Tugas

Kerjakan pre-test personal
Mahasiswa membuka pre-test dengan password nama depan, mengerjakan seluruh soal, lalu mengambil screenshot hasil/jawaban pre-test.
Kerjakan soal lainnya dengan tulis tangan
Jawaban reflektif, uraian konsep matriks, dan mini case prioritas kebijakan stabilitas Rupiah ditulis tangan dengan rapi.
Scan atau foto jawaban
Pastikan tulisan terbaca jelas, tidak buram, tidak terpotong, dan halaman tersusun sesuai urutan.
Gabungkan semua menjadi satu PDF
Gabungkan screenshot pre-test dan jawaban tulis tangan ke dalam satu file PDF.
Upload melalui Google Form
Buka link pengumpulan, isi identitas dengan benar, lalu unggah file PDF.
Cek Kelengkapan

Checklist Kelengkapan Sebelum Submit

Identitas

โœ“
Nama lengkap
โœ“
NIM benar
โœ“
Kelas dicantumkan

Isi Jawaban

โœ“
Screenshot pre-test
โœ“
Jawaban refleksi
โœ“
Jawaban mini case

Format File

โœ“
Semua digabung 1 PDF
โœ“
File terbaca jelas
โœ“
Nama file sesuai format
Fokus Penilaian

Fokus Penilaian Tugas

Konsep Matriks

Mahasiswa memahami baris, kolom, dimensi, elemen, vektor, transpose, dan matriks simetris.

Ketepatan Hitungan

Mahasiswa mampu melakukan operasi matriks, khususnya perkalian matriks dengan vektor bobot.

Interpretasi Ekonomi

Mahasiswa mampu menjelaskan arti hasil perhitungan dalam konteks kebijakan stabilitas Rupiah.

Rubrik Penilaian

Rubrik Penilaian Tugas Pertemuan 6

Komponen Indikator Bobot
Screenshot Pre-Test Mahasiswa melampirkan screenshot seluruh jawaban pre-test personal dengan jelas dan lengkap. 20%
Konsep Dasar Matriks Mahasiswa mampu menjelaskan dimensi, baris, kolom, elemen, vektor, transpose, dan matriks simetris. 20%
Operasi dan Perhitungan Matriks Mahasiswa mampu menghitung operasi matriks, terutama perkalian matriks dengan vektor bobot secara benar dan runtut. 30%
Analisis Kasus Stabilitas Rupiah Mahasiswa mampu mengaitkan hasil perhitungan matriks dengan prioritas kebijakan Bank Indonesia secara logis. 20%
Kerapihan dan Format PDF Jawaban ditulis tangan dengan rapi, file jelas terbaca, tersusun urut, dan digabung dalam satu PDF. 10%
Catatan Penilaian: Jawaban yang hanya berisi angka tanpa penjelasan ekonomi tidak diberi nilai penuh. Mahasiswa harus menunjukkan hubungan antara konsep matriks, langkah perhitungan, hasil akhir, dan interpretasi kebijakan.
Template Umpan Balik

Template Komentar Umpan Balik Dosen

Catatan untuk Dosen

Monitoring Pengumpulan

Langkah Monitoring

โœ“
Buka Google Form pengumpulan tugas.
โœ“
Masuk ke tab Responses.
โœ“
Hubungkan respons ke Google Spreadsheet.
โœ“
Cek kelengkapan PDF dan kesesuaian identitas mahasiswa.

Prioritas Pengecekan

โœ“
Apakah pre-test sudah discreenshot?
โœ“
Apakah soal lainnya ditulis tangan?
โœ“
Apakah semua file sudah digabung menjadi satu PDF?
โœ“
Apakah interpretasi ekonomi sudah dijelaskan?
“`

Dashboard Nilai Tugas 1 Matematika Ekonomi

Rekap nilai ini disusun berdasarkan komponen pre-test dan mini case Pertemuan 6: Matriks. Nilai akhir dihitung dengan bobot: Pre-Test 20% dan Mini Case 80%.

Catatan untuk Mahasiswa: Pelajari catatan koreksi masing-masing. Kesalahan yang paling sering muncul adalah tidak melampirkan screenshot pre-test, kurang rapi dalam perhitungan matriks, dan interpretasi ekonomi yang masih terlalu umum.
No NIM Nama Soal yang Benar / Skor Pre-Test Nilai Catatan Koreksi
164251075Muhammad Rahman Hidayat8/1081,60Pre-test baik. Konsep matriks cukup dipahami. Perhitungan mini case utama benar, tetapi interpretasi masih singkat dan ada kekeliruan saat membaca skor tertinggi.
264252109Farhan Hidayat10/1092,00Jawaban lengkap dan perhitungan benar. Interpretasi kebijakan M2 dan M3 sudah tepat, hanya perlu penguatan analisis lanjutan.
364251322Jeanny Olivia10/1096,00Jawaban sangat lengkap. Perhitungan matriks benar dan interpretasi ekonomi kuat. Perlu sedikit merapikan istilah kebijakan.
464251326Syabrina Raisya Kumala Dewa10/1095,20Konsep, perhitungan, dan interpretasi sangat baik. Penjelasan bisa dibuat lebih ringkas dan langsung ke indikator.
564251162Cut Desi10/1091,20Jawaban lengkap dan perhitungan utama benar. Interpretasi cukup sesuai, tetapi hubungan antarindikator ekonomi masih perlu diperkuat.
664252032NgisomudinTidak ada screenshot66,40Screenshot pre-test tidak ditemukan. Mini case cukup baik, tetapi kelengkapan tugas kurang dan interpretasi masih terlalu singkat.
764251205Vita Tamala Putri9/1088,40Pemahaman konsep baik. Interpretasi ekonomi sesuai, tetapi perhitungan mini case kurang rapi dan belum cukup eksplisit.
864251642Nayla Tsabitha DamayantiTidak ada screenshot68,80Screenshot pre-test tidak ditemukan. Kasus wajib cukup baik, tetapi mini case personal memiliki kesalahan bobot dan hasil.
964251593Faaruq Khodafi9/1081,20Refleksi cukup baik. Mini case dikerjakan, tetapi perhitungan dan penentuan skor tertinggi belum kuat.
1064250907Asyila Naila Alifah9/1087,60Kasus wajib benar. Mini case cukup baik, tetapi ada kesalahan interpretasi skor tertinggi.
1164250381Fani Anggraini Safitri Aningsih10/1098,40Jawaban sangat lengkap, runtut, dan interpretasi ekonomi kuat. Perhitungan benar dan mini case dijelaskan sangat baik.
1264251118Muhammad Ridho Naufal10/1093,60Refleksi cukup baik dan kasus wajib benar. Penulisan angka perlu dirapikan dan interpretasi dapat dibuat lebih tajam.
1364250070Nabilla Marsya10/1094,40Jawaban lengkap dan perhitungan benar. Interpretasi cukup kuat, meskipun beberapa bagian masih umum.
1464251588Intan Nuraeni10/1094,40Jawaban rapi, lengkap, dan perhitungan benar. Analisis ekonomi masih dapat diperdalam.
1564251158Fauziah Nur Mutmainah10/1080,80Pre-test sangat baik, tetapi bagian kasus/perhitungan matriks belum lengkap. Jawaban masih dominan konseptual.
1664252088Sahla Nabil10/1091,20Kasus wajib benar. Mini case personal memiliki kekeliruan perhitungan skor akhir, tetapi interpretasi cukup baik.
1764251072Jensen AldoTidak ada screenshot57,60Tidak ada screenshot pre-test. Jawaban konsep cukup, tetapi tugas belum lengkap dan mini case kurang mendalam.
1864251743Saskia Putri10/1094,40Jawaban lengkap dan interpretasi baik. Ada sedikit ketidaktepatan hitungan pada kasus wajib.
1964251125Andinna Deswita10/1095,20Konsep, perhitungan, dan interpretasi cukup lengkap. Uraian akhir perlu sedikit dirapikan.
2064251838Rico Damara10/1088,80Jawaban lengkap, tetapi ada kekeliruan angka pada perhitungan matriks dan interpretasi masih singkat.
2164250885Najwa Aulia9/1095,60Jawaban sangat lengkap, konsep kuat, dan mini case baik. Hanya ada sedikit kesalahan pada pre-test.
2264251196Azahra Nanda Aulia10/1090,40Jawaban cukup lengkap, tetapi perhitungan kasus belum sepenuhnya konsisten dan interpretasi masih umum.
2364251277Yosua Natanael Pardomuan Simbolon10/1092,80Perhitungan utama cukup baik. Mini case personal dijawab, tetapi analisis ekonomi masih perlu diperdalam.
2464250919Nadia Safira9/1094,00Jawaban sangat lengkap dan rapi. Perhitungan serta interpretasi kuat, hanya ada sedikit kesalahan pada pre-test.
Kesimpulan Umum: Sebagian besar mahasiswa sudah memahami konsep dasar matriks dan mampu melakukan perkalian matriks dengan vektor bobot. Perbaikan utama yang perlu diperhatikan adalah kelengkapan screenshot pre-test, kerapian langkah hitung, serta kemampuan menjelaskan makna hasil perhitungan dalam konteks ekonomi.