Adaptive QE Strategy & New Monetary Trinity Simulator
Dashboard ini mensimulasikan bagaimana strategi Quantitative Easing yang adaptif dapat menjaga keseimbangan antara stabilitas harga, stabilitas nilai tukar, stabilitas keuangan, dan independensi moneter. Kalkulator ini menggunakan logika hasil penelitian: QE lebih efektif pada rezim volatilitas rendah, sedangkan pada rezim volatilitas tinggi diperlukan pembatasan tenor, koordinasi fiskal-moneter, komunikasi kebijakan, dan disiplin fiskal.
1. Input Simulasi Kebijakan
Geser parameter berikut untuk melihat apakah strategi QE bersifat stabilisatif atau justru meningkatkan risiko. Nilai simulasi bersifat ilustratif-akademik untuk diseminasi riset, bukan proyeksi resmi.
2. Hasil Utama Simulasi
Strategi Adaptif Moderat
QE dapat digunakan secara terukur, disertai penguatan pasar SUN, komunikasi kebijakan, dan pemantauan tekanan inflasi serta REER.
Skor stabilitas inflasi dan ekspektasi harga.
Skor stabilitas REER dan tekanan capital flow.
Skor stabilitas IHSG, SUN, dan likuiditas pasar.
Skor ruang independensi kebijakan moneter.
| Indikator | Hasil | Makna Kebijakan |
|---|---|---|
| Optimal QE Simulatif | 43 | Titik QE dengan skor New Monetary Trinity tertinggi. |
| Fiscal Dominance Risk | 31 | Risiko ketika QE/SUN terlalu dekat dengan kebutuhan pembiayaan fiskal. |
| Stress Index | 42 | Gabungan tekanan PDB, IHSG, inflasi, REER, dan capital flow. |
3. Radar New Monetary Trinity
Semakin seimbang empat pilar ini, semakin besar peluang strategi QE menciptakan New Monetary Trinity yang harmonis.
4. Policy Frontier: QE vs New Trinity Index
Kurva menunjukkan titik optimal intensitas QE. Setelah melewati batas tertentu, QE dapat meningkatkan risiko inflasi dan fiscal dominance.
5. Kurva IRF Simulatif
Respons dinamis GDP, inflasi, SUN, dan REER terhadap shock kebijakan selama beberapa triwulan.
6. Threshold PDB dan Rezim Kebijakan
Jika PDB berada dekat atau di bawah threshold, strategi QE harus lebih hati-hati, terukur, dan terkoordinasi.
7. Formula Simulasi dan Logika Model
A. Model Threshold TVAR
Model membedakan respons ekonomi berdasarkan posisi PDB terhadap threshold.
B. New Monetary Trinity Index
Indeks utama menggabungkan rerata, skor terlemah, dan penalti ketidakseimbangan antarpilar.
C. Risiko Fiscal Dominance
Risiko meningkat jika QE dan SUN tinggi tetapi disiplin fiskal, koordinasi, dan komunikasi lemah.
D. Strategi Adaptif QE
Strategi tercapai jika QE digunakan sesuai rezim, bukan sebagai pembiayaan permanen.
8. Roadmap Strategi Adaptif Menuju New Monetary Trinity
Deteksi Rezim
Gunakan threshold PDB, inflasi, IHSG, REER, dan capital flow untuk membaca kondisi volatilitas.
Tentukan Intensitas QE
QE tidak boleh seragam. Pada rezim tinggi, gunakan pendekatan terbatas dan jangka pendek.
Stabilisasi SUN
SUN menjadi kanal likuiditas, stabilitas pasar obligasi, dan koordinasi fiskal-moneter.
Jaga REER
REER membantu menjaga daya saing, imported inflation, dan kepercayaan investor.
Exit Strategy
Komunikasi kebijakan, disiplin fiskal, dan batas intervensi menjaga independensi BI.