Category: Articles / Blog
-
Kebijakan Moneter di Era Geopolitik
Ketika Literatur Ramai, tetapi Isu Kunci Justru Hilang “Inflasi hari ini tidak selalu lahir dari ekonomi yang terlalu panas,tetapi dari dunia yang semakin terfragmentasi.” Dunia Berubah, Tapi Diskursus Tertinggal Ketegangan geopolitik, perang dagang, dan eskalasi tarif telah menjadi bagian dari keseharian ekonomi global. Gangguan rantai pasok, lonjakan harga energi, dan tekanan harga impor kini lebih…
-
📉 When Good Policies Fail Over Time
Why Credible Commitment Matters in an Uncertain World “The real problem of economic policy is not what to do,but whether people believe you will do it.” 🇮🇩 Ketika Kebijakan “Terbaik” Justru Gagal Bayangkan sebuah kebijakan yang terlihat sempurna di atas kertas.Inflasi terkendali, pengangguran rendah, stabilitas ekonomi terjaga. Namun seiring waktu, kebijakan tersebut kehilangan daya guna.Ekspektasi…
-
Membaca The Wealth of Nations: Mengapa Kekayaan Bangsa Tidak Ditentukan oleh Emas, tetapi oleh Produksi
Ketika The Wealth of Nations terbit pada tahun 1776, Adam Smith sebenarnya sedang membongkar cara lama manusia memahami “kekayaan”. Pada zamannya, banyak negara masih meyakini bahwa kekayaan identik dengan cadangan emas dan perak. Smith menolak pandangan ini secara tegas. Bagi Smith, kekayaan suatu bangsa tidak terletak pada logam mulia yang disimpan, melainkan pada kemampuan masyarakatnya…
-
Dari Structural Break ke TVAR: Fondasi Metodologis Analisis QE
(From Structural Breaks to TVAR: A Model-Based Methodological Foundation) Pendahuluan Dalam analisis kebijakan moneter modern, khususnya Quantitative Easing (QE), asumsi bahwa hubungan ekonomi bersifat stabil sepanjang waktu semakin sulit dipertahankan. Krisis keuangan global, pandemi, serta perubahan rezim kebijakan telah menciptakan pergeseran struktural yang nyata dalam transmisi moneter. Artikel ini membahas pendekatan metodologis berbasis model yang…
-
Mengapa Data Ekonomi Tidak Pernah Stabil: Memahami Structural Break ala Bai–Perron
Dalam banyak analisis ekonomi, kita sering bertanya: apakah hubungan antar variabel benar-benar stabil sepanjang waktu? Jawabannya hampir selalu: tidak. Krisis keuangan, perubahan rezim kebijakan, reformasi institusi, hingga pandemi dapat mengubah perilaku ekonomi secara mendasar. Di sinilah konsep structural break menjadi krusial. Artikel klasik karya Bai dan Perron memberikan kerangka paling mapan untuk mendeteksi dan menganalisis…
-
Econometrics for Finance: From OLS to GARCH and Regime Switching (A Practical Roadmap Inspired by Chris Brooks)
🇮🇩 Mengapa Econometrics for Finance Berbeda? Data keuangan tidak berperilaku seperti data ekonomi biasa. Harga aset cenderung tidak stasioner, volatilitas berubah-ubah, dan krisis sering menggeser hubungan antar variabel. Karena itu, ekonometrika keuangan membutuhkan model dinamis dan adaptif, bukan sekadar regresi statis. Buku Introductory Econometrics for Finance menyusun jalur metodologi yang rapi: dari regresi dasar hingga…
-
Understanding Econometric Estimation: From Linear Regression to Dynamic Models
🇮🇩 Memahami Alur Estimasi Ekonometrika: Dari Regresi Linear hingga Model Dinamis Dalam penelitian ekonomi dan keuangan, penggunaan model ekonometrika sering kali terlihat rumit dan teknis. Namun, di balik berbagai model mulai dari regresi linear hingga VAR atau GARCH terdapat alur estimasi yang sama dan sistematis. Artikel ini bertujuan menjelaskan alur tersebut secara ringkas dan konseptual,…
-
🇮🇩 TVAR dan TVECM:
Membaca Kebijakan Moneter Indonesia dalam Rezim yang Berbeda Kebijakan moneter sering kali diperlakukan seolah bekerja seragam sepanjang waktu. Suku bunga dinaikkan, inflasi turun; likuiditas ditambah, pertumbuhan membaik. Namun, pengalaman krisis global dan pandemi menunjukkan bahwa respon ekonomi tidak selalu linear. Kebijakan yang efektif di satu periode bisa menjadi kurang ampuh—bahkan berisiko—di periode lain. Di sinilah…
-
🇮🇩 TVP-VECM dan Quantitative Easing:
Membaca Dinamika Kebijakan Moneter Indonesia Secara Adaptif Dalam satu dekade terakhir, kebijakan moneter global mengalami perubahan mendasar. Ketika instrumen suku bunga konvensional semakin kehilangan efektivitas—terutama saat krisis—bank sentral mulai mengandalkan kebijakan non-konvensional, salah satunya Quantitative Easing (QE). Indonesia tidak berada di luar dinamika ini. Namun, pertanyaan kuncinya bukan sekadar apakah QE bekerja, melainkan kapan, dalam…
-
🇮🇩Mengukur Spillover Ekonomi dengan Kerangka Diebold–Yilmaz (2012)
Pendekatan VAR Generalized yang Order-Invariant Dalam perekonomian yang semakin terintegrasi, guncangan pada satu sektor jarang bersifat terisolasi. Volatilitas pasar keuangan, perubahan kebijakan moneter, atau tekanan nilai tukar cenderung menyebar dan memengaruhi variabel lain secara simultan. Fenomena inilah yang dikenal sebagai spillover. Kerangka metodologis yang banyak digunakan untuk mengukur fenomena tersebut dikembangkan oleh Francis X. Diebold…