(From Structural Breaks to TVAR: A Model-Based Methodological Foundation)
Pendahuluan
Dalam analisis kebijakan moneter modern, khususnya Quantitative Easing (QE), asumsi bahwa hubungan ekonomi bersifat stabil sepanjang waktu semakin sulit dipertahankan. Krisis keuangan global, pandemi, serta perubahan rezim kebijakan telah menciptakan pergeseran struktural yang nyata dalam transmisi moneter.
Artikel ini membahas pendekatan metodologis berbasis model yang menghubungkan Structural Break Bai–Perron dengan Threshold VAR (TVAR) sebagai kerangka analisis QE yang konsisten secara statistik dan relevan secara kebijakan.
1. Structural Break sebagai Titik Awal Analisis Nonlinear
🇮🇩 Bahasa Indonesia
Model regresi konvensional mengasumsikan parameter konstan:
Namun, dalam konteks QE, sensitivitas output, inflasi, atau nilai tukar terhadap kebijakan moneter berubah antar periode. Oleh karena itu, diperlukan model yang mengizinkan perubahan struktur.
Pendekatan Bai–Perron memformalkan perubahan tersebut melalui model:
dengan break date Tj yang tidak diketahui dan diestimasi dari data.
🇬🇧 English
Standard regression models assume constant parameters:
In QE analysis, however, monetary transmission changes across time. The Bai–Perron framework captures this through:
where unknown break dates divide the sample into policy regimes.
2. Pure dan Partial Structural Change dalam Kebijakan QE
🇮🇩 Bahasa Indonesia
Terdapat dua spesifikasi utama:
Pure Structural Change
Semua parameter berubah. Cocok untuk:
- perubahan rezim kebijakan besar
- krisis sistemik
Partial Structural Change
Sebagian parameter tetap, sebagian adaptif. Model ini lebih sesuai untuk kebijakan moneter modern, di mana jangkar kebijakan tetap dipertahankan sementara instrumen beradaptasi.
🇬🇧 English
Two key specifications exist:
Pure Structural Change
All parameters vary across regimes.
Partial Structural Change
Only a subset of parameters changes, reflecting adaptive monetary policy.
3. Break Date sebagai Regime Kebijakan
🇮🇩 Bahasa Indonesia
Hasil estimasi Bai–Perron menghasilkan break date:
Secara substantif, titik-titik ini dapat ditafsirkan sebagai:
- peralihan kebijakan pra-QE → QE
- fase intensifikasi QE
- fase normalisasi
Dengan demikian, regime kebijakan tidak diasumsikan, tetapi diidentifikasi secara empiris.
🇬🇧 English
Estimated break dates:
can be interpreted as transitions between monetary policy regimes, including QE phases.
4. Dari Structural Break ke Threshold VAR (TVAR)
🇮🇩 Bahasa Indonesia
Setelah keberadaan regime terkonfirmasi, analisis berlanjut ke TVAR, yang secara eksplisit memodelkan dinamika berbeda antar regime:
Break date Bai–Perron berperan sebagai:
- justifikasi pemisahan regime
- panduan pemilihan threshold variable qt
🇬🇧 English
Once regimes are identified, TVAR models capture regime-specific dynamics:
Bai–Perron break dates provide empirical support for threshold modeling.
5. QE sebagai Shock Struktural Nonlinear
🇮🇩 Bahasa Indonesia
Secara ekonometrik, QE dapat dipandang sebagai shock yang mengubah elastisitas makro:
Structural break menjawab kapan perubahan terjadi, sementara TVAR menjelaskan bagaimana dinamika penyesuaian berlangsung.
🇬🇧 English
QE represents a nonlinear structural shock:
Structural breaks identify timing; TVAR captures dynamic responses.
Penutup
Pendekatan Bai–Perron dan TVAR membentuk rantai metodologis yang konsisten dalam analisis QE. Structural break analysis memastikan bahwa model nonlinear dibangun di atas perubahan nyata dalam data, bukan asumsi semata.
Bagi riset kebijakan moneter, ini bukan sekadar pilihan metode, melainkan standar analisis yang bertanggung jawab secara ilmiah.