Judul: Foundations of International Macroeconomics
Penulis: Maurice Obstfeld & Kenneth S. Rogoff
Penerbit: The MIT Press
Tahun: 1996
ISBN: 978-0262150477 / 0262150476 MIT Press+1
Preface
Tujuan buku ini adalah menyusun sebuah kerangka berpikir yang luas dan koheren untuk memahami berbagai persoalan mendasar dalam makroekonomi internasional. Sepanjang pengetahuan kami, belum ada upaya sebelumnya yang mencoba mencapai tujuan tersebut dengan memanfaatkan metode analitis modern secara sistematis. Proyek ini bermula dari kegelisahan kami terhadap pandangan yang cukup umum bahwa makroekonomi ekonomi terbuka—sering juga disebut keuangan internasional—telah berkembang menjadi bidang yang terpecah-pecah, lebih ditentukan oleh siapa yang merasa berada di dalamnya daripada oleh seperangkat gagasan pemersatu yang jelas.
Kondisi ini tampak nyata melalui sebuah survei informal yang dilakukan oleh Profesor Alan Deardorff dari University of Michigan. Pada tahun 1990, Deardorff mengumpulkan daftar bacaan pascasarjana bidang keuangan internasional dari delapan departemen ekonomi terkemuka, dengan harapan menemukan konsensus mengenai bacaan yang paling esensial. Namun hasilnya justru menunjukkan tingkat kesepakatan yang sangat rendah: hanya satu artikel yang muncul pada lebih dari separuh daftar bacaan. Bagi siapa pun yang pernah mempelajari makroekonomi internasional di level pascasarjana, temuan ini barangkali tidak mengejutkan. Isu-isu besar dalam bidang ini memang menarik, tetapi keluhan yang sering muncul adalah materi terasa tidak memiliki tema pemersatu dan membutuhkan “perubahan gigi” yang drastis setiap kali berpindah dari satu topik ke topik berikutnya.
Sebagian ekonom senior di departemen terkemuka memandang keadaan ini dengan kekecewaan yang begitu kuat sehingga mereka memilih mengajar hampir sepenuhnya dari artikel-artikel tahun 1960-an dan 1970-an (atau setidaknya artikel yang “seharusnya” ditulis pada masa itu). Mereka cenderung meremehkan literatur modern karena dianggap kurang relevan bagi kebijakan. Sayangnya, pendekatan semacam itu kurang produktif bagi mahasiswa pascasarjana yang justru membutuhkan gambaran tentang kondisi bidang ilmu saat ini dan arahnya di masa depan. Literatur klasik memang patut dihargai karena berhasil merumuskan sejumlah isu kebijakan yang sentral serta mencoba memformalkannya. Namun keterbatasannya juga banyak: kurangnya microfoundations membuatnya tidak konsisten secara internal; dinamika antarwaktu tidak ditangani dengan rapi; dan gambaran mengenai integrasi pasar modal internasional relatif sempit. Lebih penting lagi, literatur lama tidak cukup memadai untuk menjawab banyak pertanyaan yang kini menjadi pusat perdebatan kebijakan, seperti neraca berjalan, defisit anggaran pemerintah, serangan spekulatif, serta implikasi dari meluasnya pasar global untuk sekuritas dan derivatif.
Melalui buku ini, kami ingin menunjukkan bahwa hampir semua isu inti dalam keuangan internasional dapat dibahas dalam sebuah pendekatan modern yang sistematis—pendekatan yang memberi perhatian pada nuansa microfoundations tanpa menghilangkan daya tarik dan “kehidupan” dari topik ini. Sejak awal kami menyadari bahwa proyek ini sangat ambisius, dan terus berjalan meskipun kami belum sepenuhnya tahu bagaimana menjembatani beberapa jurang besar yang ada di dalam bidang ini. Kami paham bahwa banyak area harus dirumuskan ulang, dan kami berharap sebagian celah dapat terisi oleh karya peneliti lain seiring proyek ini berlangsung. Hal tersebut memang terjadi, meski tidak sebesar yang kami bayangkan. Salah satu penghubung penting yang kami tangani sendiri adalah upaya menjembatani model-model modern bertumpu pada harga fleksibel dan perilaku memaksimalkan utilitas dalam analisis neraca berjalan, dengan model-model Keynesian berharga kaku yang masih mendominasi diskusi kebijakan. Pendekatan yang kami ambil untuk tujuan tersebut menjadi fokus Bab 10. Pembaca pada akhirnya yang akan menilai sejauh mana kami berhasil menyajikan kerangka terpadu. Kami tidak mengklaim satu model dapat mencakup semua isu, tetapi pembaca akan melihat bahwa banyak model dan tema muncul berulang kali dalam buku ini, bahkan pada konteks yang tampaknya sangat berbeda.
Naskah sepanjang ini tentu membuka peluang kritik bahwa penulis bersikap “terlalu memanjangkan”. Namun kami berharap pembaca dapat melihat bahwa sebagian panjang buku ini adalah konsekuensi dari pilihan sadar untuk membuat setiap bab lebih mudah diikuti. Kami mengisi banyak langkah antara agar mahasiswa dapat menelusuri model-model inti tanpa mengalami frustrasi yang sering kami rasakan ketika membaca artikel yang secara matematis elegan tetapi terlalu ringkas. Kami juga memberi porsi besar pada motivasi empiris untuk konsep-konsep utama yang diperkenalkan. Bagi kami, bukti empiris tidak selalu harus berupa studi ekonometrika yang sangat canggih. Jika ada studi ekonometrika yang teliti dan relevan, tentu kami bahas. Namun jika bukti terbaik yang tersedia berupa diagram yang sugestif atau regresi sederhana, kami tetap menggunakannya untuk membantu memperjelas konsep, meski tidak selalu dimaksudkan sebagai pengujian yang final.
Dalam menentukan topik apa saja yang dimasukkan, dua kriteria sangat memengaruhi pilihan kami. Pertama, kami cenderung memilih topik yang dapat diintegrasikan dengan pendekatan microfoundations yang menjadi kerangka utama buku ini. Kedua, kami memprioritaskan topik yang memiliki literatur empiris yang menarik. Hampir semua materi dalam buku ini berangkat dari microfoundations eksplisit. Meski demikian, kami tidak menutup diri sepenuhnya terhadap model agregatif ad hoc yang sangat berpengaruh. Model pertumbuhan Solow kami masukkan dalam Bab 7, model hiperinflasi Cagan dalam Bab 8, dan perluasan klasik Dornbusch atas model Mundell–Fleming dalam Bab 9. Namun pada setiap kasus, kami kemudian menunjukkan bagaimana gagasan serupa dapat ditulis ulang dalam kerangka microfoundations. Kami berupaya tetap relevan dengan perkembangan mutakhir, tetapi tidak ingin menjadi “budak mode”. Model target zone nilai tukar, misalnya, sangat menarik dan telah memicu gelombang penelitian; kami memperkenalkannya di Bab 8, namun kami menilai porsi pembahasannya sudah proporsional tanpa perlu satu bab penuh. Beberapa topik lain seperti Uni Moneter Eropa sangat aktual, tetapi literatur akademiknya lebih banyak berupa narasi dan aplikasi teori yang sudah mapan. Kami membahas optimal currency areas di Bab 9, namun tidak sepanjang yang mungkin diharapkan sebagian pembaca. Kami juga menyesal tidak memiliki ruang yang cukup untuk membahas ekonomi politik secara lebih luas. Kami menyentuhnya dalam diskusi utang internasional dan kebijakan nilai tukar, tetapi banyak literatur terkait memakai model deskriptif yang tidak mudah diintegrasikan ke pendekatan umum buku ini, sehingga kami serahkan pengembangan lebih lanjutnya untuk karya berikutnya.
Selain materi inti pada Bab 1 sampai 10, kami juga menambahkan lima suplemen yang membahas metode matematis yang digunakan dalam paparan utama—mulai dari persamaan beda hingga pemrograman dinamis. Kami secara khusus ingin menyediakan pengantar bagi bahan-bahan yang sering dianggap “pengetahuan umum” di bidang ini, tetapi sulit ditemukan referensi yang benar-benar mudah diakses.
Sebagian ekonom makro yang lebih berorientasi pada ekonomi tertutup mungkin merasa kami telah “mengambil alih” topik standar makro seperti pertumbuhan atau inflasi. Jawaban kami sederhana: kami tidak menganggap makroekonomi ekonomi tertutup sebagai bidang yang berdiri sendiri. Bagaimana pun, Amerika Serikat kini banyak berdagang, bahkan negara seperti Albania pun telah membuka diri. Tidak ada ekonomi yang benar-benar tertutup, bahkan hampir tertutup pun nyaris tidak ada. Yang ada hanyalah ekonomi nasional yang terbuka dan ekonomi global. Analisis kami juga melintasi batas disiplin lain: kami banyak meminjam gagasan dari keuangan dan teori perdagangan internasional. Namun kami tidak selalu mengasumsikan pembaca sudah menguasai semuanya, sehingga konsep yang dibutuhkan umumnya kami bangun dari dasar.
Terakhir, bagaimana sebaiknya buku ini digunakan? Apakah sebagai treatise, sebagai buku utama untuk mata kuliah keuangan internasional tingkat pascasarjana, atau sebagai bahan untuk mata kuliah makro tahun pertama? Jawabannya—kami akui—adalah ketiganya. Buku ini memuat cukup banyak riset baru, terutama di Bab 4 (versi dinamis dari model continuum Dornbusch–Fischer–Samuelson) dan Bab 10 (model dinamis berharga kaku yang memperbarui Mundell–Fleming–Dornbusch). Kami juga memperkenalkan beberapa diagram dan perangkat analitis, seperti microfoundations untuk diagram tabungan–investasi Metzler di Bab 1, serta diagram “GDP–GNP” untuk menganalisis produksi barang nontradable di bawah mobilitas modal pada Bab 4. Di Bab 5, kami menunjukkan analogi yang menarik antara model keuangan modern dengan preferensi utilitas non-ekspektasi dan model intertemporal ekonomi terbuka yang memiliki banyak barang konsumsi. Bab 6 tentang utang internasional juga memuat hasil baru, misalnya mengenai hubungan antara investasi dan tingkat utang luar negeri. Di Bab 8, kami menyajikan cara membangun model general equilibrium yang sederhana namun tetap terkelola untuk penetapan harga aset nominal yang secara empiris lebih masuk akal dibanding alternatif yang tersedia pada literatur saat ini.
Mahasiswa tahun kedua internasional finance adalah salah satu sasaran utama. Kami menyadari buku ini sulit diselesaikan dalam satu semester, tetapi bagian-bagiannya dapat dipilih untuk menjadi tulang punggung kuliah, sementara bacaan tambahan dapat digunakan untuk menutup perkembangan riset terbaru. Mahasiswa tahun kedua juga dapat membaca lebih cepat Bab 1 sampai 3 jika materi ini sudah dikuasai melalui makro tahun pertama. Untuk mata kuliah makro tahun pertama, cakupan kami cukup luas meski memang termasuk bias pada isu ekonomi terbuka. Kami berusaha membuat setiap bab relatif mandiri, dan kecuali mungkin Bab 4 dan Bab 10, sebagian besar materi lain dapat diakses oleh mahasiswa pascasarjana tahun pertama. Bagian yang paling menuntut secara teknis kami tandai dengan tanda bintang (*) dan dapat dilewati tanpa memutus alur. Kami berharap mahasiswa tahun pertama maupun tahun kedua akan terbantu oleh cara kami menguraikan model secara bertahap dengan banyak langkah antara.
Sebagai penutup, kami menyampaikan permohonan maaf. Walaupun buku ini memuat sitasi yang luas, keterbatasan ruang membuat kami tidak mungkin menuliskan sejarah intelektual lengkap di balik setiap gagasan. Banyak survei yang sangat baik—sebagian kami rujuk—lebih tepat untuk tujuan tersebut. Kami juga menyesalkan (dan bertanggung jawab penuh atas) kemungkinan kecil adanya atribusi yang kurang tepat, salah ketik persamaan, atau kesalahan lain yang mungkin tertinggal dalam naskah.
Kami berutang terima kasih kepada banyak pihak: para guru dan kolega yang membentuk minat kami pada makroekonomi ekonomi terbuka, para mahasiswa pascasarjana yang membantu menguji argumen serta menemukan kesalahan, para penelaah yang memberi masukan berharga, para asisten yang membantu kerja teknis dan penyusunan indeks, tim editor dan produksi MIT Press, serta pihak-pihak lain yang mendukung proses panjang penyusunan buku ini. Dan yang paling penting, kami berterima kasih kepada pasangan kami, Leslie Ann dan Natasha, yang memberi dukungan moral dan dengan sabar menerima jam kerja yang seakan tak berujung selama proyek ini diselesaikan.
NOTES ON
Foundations of International Macroeconomics
An academic reading note and conceptual map for modern open-economy macroeconomics
1. Purpose & Intellectual Position
🇮🇩 Indonesia
Buku ini bertujuan membangun kerangka terpadu untuk memahami seluruh persoalan inti makroekonomi internasional dengan pendekatan modern berbasis microfoundations. Ia tidak disusun sebagai kumpulan topik terpisah, melainkan sebagai rekonstruksi disiplin makroekonomi ekonomi terbuka secara menyeluruh.
🇬🇧
This book aims to construct a unified analytical framework for international macroeconomics using modern microfounded methods. It is not a topical survey, but a restructuring of the field.
2. Core Diagnosis: Fragmentation of the Field
🇮🇩
Makroekonomi ekonomi terbuka berkembang secara terfragmentasi, tanpa ide pemersatu yang jelas. Bahkan dalam kurikulum pascasarjana, terdapat minimnya konsensus mengenai literatur inti yang seharusnya menjadi fondasi bersama.
🇬🇧
Open-economy macroeconomics has become highly fragmented, lacking unifying principles, as reflected in inconsistent graduate reading lists.
3. Critique of Classical Literature (1960s–1970s)
🇮🇩
Literatur klasik dikritik karena:
- Lemah dalam microfoundations
- Tidak konsisten secara dinamis
- Terbatas dalam integrasi pasar modal
- Tidak memadai untuk isu modern seperti current account dynamics, speculative attacks, dan global finance
🇬🇧
Classical models lack microfoundations, handle dynamics poorly, assume limited capital market integration, and fail to address modern policy issues.
4. Methodological Stance: Microfoundations without Dogmatism
🇮🇩
Pendekatan buku ini bersifat tegas namun tidak dogmatis:
- Mengutamakan microfoundations
- Tidak menyingkirkan model agregatif klasik
- Mereformulasi model Solow, Cagan, dan Mundell–Fleming ke dalam kerangka mikro
🇬🇧
The book strongly emphasizes microfoundations while retaining influential aggregate models, re-expressing them in microfounded frameworks.
5. Central Analytical Pillar: Intertemporal Approach
🇮🇩
Isu utama seperti current account, tabungan, dan investasi dianalisis sebagai keputusan antarwaktu, bukan sekadar arus perdagangan atau identitas neraca.
🇬🇧
Core issues are treated as intertemporal optimization problems, not simple trade-flow identities.
6. Bridging Flexible-Price and Sticky-Price Models
🇮🇩
Kontribusi penting buku ini adalah menjembatani:
- Model harga fleksibel berbasis optimisasi
- Model harga kaku Keynesian yang relevan kebijakan
Puncak sintesis ini terdapat pada Bab 10.
🇬🇧
A key contribution is bridging flexible-price optimizing models with sticky-price Keynesian policy models, culminating in Chapter 10.
7. Treatment of Uncertainty & Financial Markets
🇮🇩
Buku ini secara eksplisit mengintegrasikan:
- International risk sharing
- Incomplete markets
- Diversifikasi portofolio
- Risiko kedaulatan dan default
🇬🇧
The book integrates international risk sharing, incomplete markets, portfolio choice, and sovereign risk and default.
8. View on Growth, Money, and Exchange Rates
🇮🇩
Pertumbuhan, inflasi, dan nilai tukar dipahami sebagai fenomena global, bukan sekadar isu ekonomi tertutup.
🇬🇧
Growth, inflation, and exchange rates are treated as global phenomena, not closed-economy issues.
9. Ontological Claim: No Closed Economy
🇮🇩
Klaim ontologis buku ini tegas:
tidak ada ekonomi tertutup.
Yang ada hanyalah:
- ekonomi nasional yang terbuka
- ekonomi global
🇬🇧
There are no closed economies—only open national economies and the global economy.
10. Empirical Philosophy
🇮🇩
Pendekatan empiris bersifat inklusif:
- ekonometrika canggih
- regresi sederhana
- diagram ilustratif
Semuanya sah selama membantu pemahaman konseptual.
🇬🇧
Empirical evidence is broadly defined, ranging from advanced econometrics to simple regressions and illustrative diagrams.
11. Pedagogical Design
🇮🇩
Desain pedagogis buku ini ditandai oleh:
- Penjelasan matematis langkah demi langkah
- Bagian teknis diberi tanda (*)
- Bab relatif berdiri sendiri
🇬🇧
The book provides detailed intermediate steps, marks technical sections, and designs chapters to be largely self-contained.
12. How This Book Should Be Read
🇮🇩
Buku ini ideal dibaca:
- sebagai kerangka besar, bukan hafalan model
- dengan fokus pada keterkaitan antar bab
🇬🇧
The book should be read as an integrated framework, with emphasis on cross-chapter connections.
13. Key Takeaway — Synthesis
🇮🇩
Buku ini merupakan fondasi makroekonomi internasional modern:
intertemporal, mikrofundasional, dan relevan untuk analisis kebijakan.
🇬🇧
This book provides the foundation of modern international macroeconomics: intertemporal, microfounded, and policy-relevant.
