Foundations of International Macroeconomics_Introduction

Judul: Foundations of International Macroeconomics
Penulis: Maurice Obstfeld & Kenneth S. Rogoff
Penerbit: The MIT Press
Tahun: 1996
ISBN: 978-0262150477 / 0262150476 MIT Press+1

Introduction

Makroekonomi internasional dipenuhi pertanyaan praktis yang sangat penting. Apa dampak jangka panjang dari defisit neraca berjalan Amerika Serikat yang berkelanjutan, atau surplus neraca berjalan Jepang? Bagaimana defisit anggaran pemerintah memengaruhi suku bunga, neraca perdagangan, dan nilai tukar? Apakah integrasi pasar modal global yang makin dalam mengubah sifat siklus bisnis dan cara guncangan menyebar lintas negara—serta meningkatkan kerentanan ekonomi terhadap perubahan mendadak sentimen investor? Bagaimana jika Eropa benar-benar mengadopsi mata uang tunggal? Apakah pendapatan per kapita negara berkembang cenderung konvergen menuju tingkat negara maju? Seberapa penting kebijakan moneter, dan melalui saluran apa ia bekerja? Pertanyaan-pertanyaan ini tidak hanya menarik bagi peneliti, tetapi juga bagi pembuat kebijakan dan pelaku bisnis; tidak mengherankan jika isu makroekonomi internasional selalu menjadi sorotan utama media keuangan dunia.

Buku ini menawarkan kerangka dan pendekatan umum untuk berpikir mengenai makroekonomi internasional—sebuah kerangka yang kami yakini bernilai baik secara teoretis maupun praktis. Inti dari pendekatan tersebut adalah peran pasar aset internasional yang memungkinkan negara “memperdagangkan konsumsi lintas waktu”, yaitu melalui mekanisme saling meminjam dan meminjamkan. Pendekatan intertemporal ini membantu menjelaskan ekonomi di balik ketidakseimbangan neraca berjalan. Lebih jauh, pendekatan ini menunjukkan hubungan yang sangat dekat antara kemungkinan-kemungkinan dinamis dan perdagangan internasional dalam satu periode—baik perdagangan komoditas yang berbeda, maupun perdagangan klaim konsumsi yang bergantung pada berbagai kontinjensi ketidakpastian, dan seterusnya. Kami tidak mengklaim mampu memberikan jawaban final atas semua pertanyaan di awal pengantar ini, tetapi kami berharap pendekatan yang dikembangkan akan menjadi perangkat yang berguna untuk memikirkan semuanya secara lebih sistematis.

Sebagai peta jalan singkat, Bab 1 sampai Bab 7 membahas sisi “riil” makroekonomi internasional. Model-model pada Bab 8 sampai Bab 10 pada umumnya dibangun di atas fondasi bab-bab sebelumnya, tetapi menambahkan uang ke dalam analisis. Tiga bab pertama mengasumsikan hanya satu barang pada setiap tanggal dan memandang perdagangan semata-mata dari perspektif intertemporal. Bab 1 mengembangkan berbagai wawasan dasar melalui model sederhana dua-periode dengan satu aset. Bab 2 memperluas analisis ke ekonomi deterministik maupun stokastik dengan konsumen representatif yang hidup tanpa batas waktu. Bab 3 memperkaya struktur dengan asumsi demografis yang lebih realistis melalui berbagai model overlapping generations. Sepanjang buku, kami sering—meski tidak selalu—menggunakan kerangka negara kecil yang menerima suku bunga dunia (dan terkadang harga eksternal lainnya) sebagai sesuatu yang “diberikan” oleh pasar global. Sebagaimana ditunjukkan teori perdagangan internasional, asumsi penyederhanaan ini bisa sangat kuat dan informatif. Meski demikian, kami juga secara sistematis mempelajari model keseimbangan global, baik untuk menunjukkan bagaimana harga dunia terbentuk, maupun untuk memahami jalur-jalur transmisi guncangan ekonomi lintas batas secara lebih menyeluruh.

Bab 4 sampai Bab 6 memperluas pendekatan dasar tersebut untuk menjawab pertanyaan yang tidak mungkin dijawab dalam kerangka satu barang dan pinjam-meminjam tanpa risiko. Pada Bab 4, kami memperkenalkan kemungkinan banyak barang konsumsi pada satu periode, termasuk barang nontradable (di mana leisure dapat dipandang sebagai salah satunya), serta beberapa barang tradable yang tetap dapat dikelola secara analitis sehingga terms of trade statis memiliki peran. Kerangka ini membantu menjelaskan beberapa sisi penting dari evolusi struktur ekonomi jangka panjang. Bab 4 ditutup dengan kajian terms of trade dalam model Ricardian intertemporal, di mana nontradability ditentukan secara endogen oleh biaya transportasi internasional.

Bab 5 membahas peran ekonomi dari perdagangan aset berisiko, dan menunjukkan bagaimana model dengan ketidakpastian tetap dapat dipahami melalui prinsip-prinsip fundamental yang dibangun pada bab-bab sebelumnya. Bab ini memperlihatkan bagaimana pasar keuangan internasional dapat mengubah dinamika neraca berjalan serta transmisi siklus bisnis antarnegara. Di dalamnya juga dibahas pokok-pokok diversifikasi portofolio internasional beserta sejumlah teka-teki empiris terkait pola diversifikasi yang benar-benar terjadi. Salah satu aplikasi terpenting dalam bagian ini adalah penetapan harga aset internasional, yang kami eksplorasi lebih mendalam.

Masalah utang internasional kerap menjadi pusat kekhawatiran kebijakan. Bab 6 menunjukkan bagaimana masalah tersebut dapat muncul ketika terdapat sovereign risk. Bab ini juga membahas penyimpangan realistis lain dari dunia “pasar lengkap” seperti dalam Bab 5, terutama model yang menjadikan asimetri informasi sebagai distorsi utama. Hasil-hasil Bab 6 membantu memahami sejauh mana pasar modal internasional mampu menjalankan peran potensialnya, serta bagaimana karakter instrumen yang diperdagangkan di pasar tersebut.

Kebangkitan teori pertumbuhan ekonomi menjadi salah satu perkembangan besar dalam makroekonomi pada dekade terakhir, dan Bab 7 menyurvei literatur tersebut. Namun, karena fokus buku ini adalah makroekonomi internasional, kami memberi penekanan lebih pada isu ekonomi terbuka dan perbandingan lintas negara. Karena itu, kami menyoroti peran mobilitas modal lintas batas dalam konvergensi, interaksi antara arus modal dan ketidaksempurnaan pasar, serta dampak pertumbuhan dari diversifikasi internasional dalam kondisi ketidakpastian.

Pada periode sebelumnya, fungsi uang dalam perdagangan dan pergerakan modal dianggap sebagai ciri utama keuangan internasional sebagai bidang studi. Kini, aspek nonmoneter dipandang sama pentingnya untuk memahami isu makro. Bab 8 memperkenalkan model moneter dalam setting paling sederhana, yakni dengan harga nominal sepenuhnya fleksibel. Bab ini (yang juga bisa dibaca sebelum Bab 1–7) membahas tema klasik maupun “calon klasik” seperti seigniorage, instabilitas tingkat harga endogen, krisis nilai tukar spekulatif, target zones, serta penetapan harga aset nominal berisiko.

Bab 9 membawa pembaca pada model moneter dengan harga kaku, dengan penekanan pada fakta-fakta empiris dan model Keynesian yang menjadi “workhorse”. Kerangka analisis Keynesian yang berakar pada General Theory (1936) menjadi paradigma dominan selama lebih dari setengah abad. Dalam tradisi ekonomi terbuka, perkembangannya berawal dari karya Metzler dan Machlup, mendapat sintesis yang kuat dari Meade, lalu mencapai formulasi sistematis ketika mobilitas modal dimasukkan oleh Fleming dan Mundell, dan ekspektasi forward-looking dimasukkan oleh Dornbusch. Pembahasan model overshooting Dornbusch membantu membangun intuisi tentang implikasi harga kaku. Bab ini ditutup dengan salah satu aplikasi paling produktif dari kerangka Keynesian sederhana, yakni analisis strategis tentang kredibilitas kebijakan moneter.

Bab 10 adalah upaya kami menyusun model dinamis harga kaku yang mempertahankan kebijaksanaan empiris tradisi Keynesian lama tanpa mengorbankan wawasan teoretis makro dinamis modern. Bab ini akan sulit jika dibaca terpisah, tetapi setelah pembaca menguasai “blok bangunan” pada bab-bab sebelumnya, analisanya seharusnya menjadi lebih mudah dan intuitif. Salah satu hasil besar dari menggabungkan asumsi penetapan harga Keynesian dengan kerangka intertemporal adalah terbukanya perangkat untuk analisis kesejahteraan (welfare analysis) kebijakan makro. Analisis kesejahteraan semacam ini sering diasumsikan secara implisit dalam literatur pilihan kebijakan dan rezim, tetapi mengejutkan karena jarang dilakukan dalam open-economy macro dengan tingkat ketelitian yang biasanya dituntut di public finance atau trade theory murni.

Terkait cara menggunakan buku, kami menekankan bahwa pembaca tidak harus membacanya berurutan. Meski tujuan besar kami adalah menyatukan materi lintas bab, kami juga berupaya membuat setiap bab relatif mandiri. Untuk itu, kami menggunakan appendix dan supplement bagi materi yang relevan lintas bab, serta kadang mengulang penjelasan cara menyelesaikan persoalan tertentu. Kami berharap pengulangan semacam itu lebih membantu daripada mengganggu.

Sepanjang buku, kami berusaha memudahkan pembaca yang serius. Namun kami juga mengingatkan bahwa sebagian materi memang lebih sulit secara intrinsik. Bagian bertanda bintang (*) memuat materi teknis paling menantang atau digresi yang tidak esensial. Bagian-bagian itu dapat dilewati pada pembacaan pertama tanpa memutus alur utama.

Pilihan strategis lain adalah menggunakan model waktu-diskret sedapat mungkin. Pilihan ini diharapkan mengurangi “misteri” pada topik-topik yang secara tradisional diajarkan dalam waktu-kontinu, misalnya teori pertumbuhan. Waktu-kontinu digunakan hanya pada beberapa kasus ketika model menjadi jauh lebih elegan dan lebih mudah dipahami, seperti pada analisis serangan spekulatif atas rezim kurs tetap dan target zones. Kami juga berupaya menyelesaikan problem optimisasi dinamis dengan cara paling sederhana dan intuitif. Sering kali kami memakai substitusi untuk mengeliminasi kendala anggaran sehingga masalah optimisasi menjadi tak-terkendala; pendekatan Lagrange kami gunakan terutama ketika memberi wawasan ekonomi yang lebih tajam, seperti pada analisis Tobin’s q. Pembaca tidak wajib mengikuti metode kami; supplement pada Bab 2 dan Bab 8 juga merangkum teknik optimisasi dinamis alternatif.

Walaupun buku ini ditujukan terutama bagi mahasiswa pascasarjana tahun kedua, pendekatannya cukup mendasar sehingga materi utama dapat dipahami oleh mahasiswa tahun pertama makro pascasarjana atau bahkan sarjana tingkat lanjut. Dalam kuliah makro tahun pertama, mungkin perlu melewati sebagian besar Bab 4, 6, dan 10 karena relatif lebih menantang dan lebih khas untuk international finance lanjutan. Sebaliknya, sebagian besar Bab 5—khususnya tentang integrasi pasar modal global dalam kerangka pasar lengkap—sebetulnya layak menjadi bagian dari kurikulum inti makro, walaupun belum umum di banyak kampus.

Pembaca akan segera melihat bahwa buku ini penuh contoh empiris dan kotak-kotak aplikasi yang relatif tidak lazim untuk teks tingkat pascasarjana. Digresi ini memuat beragam aplikasi konkret untuk mengilustrasikan dan memperdalam pemahaman terhadap materi utama. Seperti halnya bagian bertanda bintang, aplikasi ini dapat dilewati tanpa mengganggu alur. Namun kami memandangnya sangat penting: aplikasi memberi “daging” pada teori dan membantu pembaca menghubungkan model abstrak dengan pertanyaan dunia nyata yang ingin ditangkap. Kami memperlakukan pembaca sebagai seorang skeptis, dan mencoba menunjukkan bahwa ada kehidupan di balik representasi matematis pelaku ekonomi yang distilir. Di bagian aplikasi dan kotak, kami tidak selalu menargetkan standar teknis Econometrica; tujuan utamanya adalah mengilustrasikan, bukan membuktikan secara final. Meski begitu, kami berusaha mengumpulkan bukti pendukung paling meyakinkan yang kami ketahui.

Terakhir, mengenai notasi. Pilihan simbol dirancang untuk meminimalkan tumpang tindih antar bab, tanpa keluar dari alfabet Yunani dan Romawi. Namun karena jumlah simbol terbatas, tumpang tindih tidak dapat dihindari sepenuhnya. Kami menyiapkan glosarium simbol untuk menjelaskan penggunaan notasi dan variasinya di berbagai bab, meski kami berharap pembaca jarang perlu merujuknya. Isu lain adalah penanggalan (timing) stok aset. Dalam literatur pertumbuhan, lazim menggunakan konvensi tertentu untuk stok modal, sedangkan dalam literatur penetapan harga aset, konvensinya berbeda. Kami memilih kompromi: memakai konvensi literatur pertumbuhan untuk timing modal dan obligasi bebas risiko, dan konvensi asset pricing untuk harga aset pasar. Isu serupa juga muncul pada penanggalan uang di Bab 8. Kami berharap kompromi ini cukup jelas sehingga tidak menimbulkan kebingungan; jika diperlukan, supplement notasi tersedia.

Makroekonomi ekonomi terbuka adalah bidang yang sangat menarik. Tidak ada satu buku pun—sekalipun sangat panjang—yang dapat mencakup semua isu, apalagi menguraikan setiap nuansa dan perbedaan pandangan secara lengkap. Namun kami berharap buku ini mampu menyampaikan dua hal: (i) daya tarik dan “kegairahan” makroekonomi internasional, dan (ii) prinsip-prinsip ekonomi pemersatu yang berada di balik berbagai aspek yang tampak berbeda-beda di permukaan.

ACADEMIC NOTE

Foundations of International Macroeconomics


Core Motivation

🇮🇩 Indonesia
Makroekonomi internasional berangkat dari persoalan nyata: ketidakseimbangan neraca berjalan, defisit fiskal, nilai tukar, integrasi pasar modal global, hingga efektivitas kebijakan moneter. Isu-isu ini bukan sekadar topik akademik, tetapi pusat perhatian pembuat kebijakan, pelaku pasar, dan media keuangan global.

🇬🇧
International macroeconomics addresses real-world issues such as current account imbalances, fiscal deficits, exchange rates, global capital market integration, and monetary policy effectiveness—topics central to policymakers, markets, and global financial media.


Analytical Framework

🇮🇩
Buku ini menawarkan kerangka terpadu berbasis pendekatan intertemporal, dengan menempatkan pasar aset internasional sebagai mekanisme utama yang memungkinkan negara “memperdagangkan konsumsi lintas waktu”. Pendekatan ini memberi fondasi konseptual untuk memahami dinamika neraca berjalan dan keterkaitan antara perdagangan, keuangan, dan ketidakpastian.

🇬🇧
The book develops a unified intertemporal framework, emphasizing international asset markets as mechanisms for trading consumption across time, providing a coherent foundation for current account dynamics and global economic interactions.


Structure & Scope

🇮🇩
Bab 1–7 membahas dimensi riil makroekonomi internasional; Bab 8–10 memperluas analisis dengan uang dan kebijakan moneter. Buku ini bergerak dari model sederhana menuju struktur yang lebih realistis: banyak barang, ketidakpastian, perdagangan aset berisiko, sovereign risk, pertumbuhan ekonomi, hingga harga kaku Keynesian.

🇬🇧
Chapters 1–7 focus on real aspects, while Chapters 8–10 incorporate money and monetary policy, progressing from simple models to richer settings involving risk, growth, and sticky prices.


Methodological Position

🇮🇩
Pendekatan buku ini menekankan microfoundations tanpa bersifat dogmatis. Model klasik tetap dipertahankan, tetapi direformulasi agar konsisten secara dinamis dan relevan bagi analisis kebijakan modern.

🇬🇧
The book emphasizes microfoundations without dogmatism, retaining classical models while reformulating them within modern dynamic frameworks.


Key Contribution

🇮🇩
Kontribusi utamanya adalah menjembatani model intertemporal harga fleksibel dengan model harga kaku Keynesian, sehingga memungkinkan analisis kebijakan makro terbuka yang konsisten sekaligus berorientasi kesejahteraan.

🇬🇧
Its key contribution lies in bridging flexible-price intertemporal models with sticky-price Keynesian frameworks, enabling welfare-based policy analysis in open economies.


Takeaway

🇮🇩
Buku ini menyediakan fondasi makroekonomi internasional modern: terpadu, intertemporal, mikrofundasional, dan relevan untuk kebijakan global.

🇬🇧
This book lays the foundation of modern international macroeconomics: unified, intertemporal, microfounded, and policy-relevant.