Bagaimana QRIS Mempercepat Kerja Sama Ekonomi dan Keuangan Kawasan?
π Sumber Artikel
Sonjaya, A., Ragimun, Basmar, E., et al. (2025).
How the Integration of Payment Systems Through QRIS Accelerates Economic and Financial Cooperation in the ASEAN Region.
International Journal of Sustainable Development and Planning, 20(3), 971β980.
DOI: 10.18280/ijsdp.200305
π Mengapa Integrasi Sistem Pembayaran ASEAN Penting?
ASEAN bergerak menuju integrasi ekonomi yang lebih dalam melalui:
- ASEAN Economic Community (AEC)
- Konektivitas perdagangan dan investasi
- Digital economy acceleration
Namun, hambatan utama bukan lagi sekadar tarif atau logistik β melainkan interoperabilitas sistem pembayaran lintas negara.
Di sinilah QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard) masuk sebagai inovasi strategis.
QRIS bukan hanya alat pembayaran domestik, tetapi berpotensi menjadi instrumen regional payment connectivity (RPC) di ASEAN.
π Tujuan Penelitian
Artikel ini bertujuan untuk:
1οΈβ£ Menganalisis Strengths, Weaknesses, Opportunities, Threats (SWOT) QRIS dalam konteks ASEAN
2οΈβ£ Menguji dampak QRIS terhadap indikator makroekonomi
3οΈβ£ Merumuskan strategi implementasi regional payment connectivity
Pendekatannya menggunakan exploratory mixed-methods:
- SWOT analysis
- Regresi linear
- Wawancara & FGD (85 responden)
π Metodologi: Kombinasi Strategis dan Kuantitatif
πΉ Data
- Data sekunder Bank Indonesia (2005β2023)
- 85 responden: BI, pemerintah daerah, UMKM, wisatawan, akademisi
- Lokasi: Batam, Yogyakarta, NTB
πΉ Model Konseptual
Penulis mengembangkan persamaan konseptual untuk menggambarkan hubungan:
Di mana:
- Ξ» β reaksi aliran keuangan akibat RPC
- Ξ± dan Ξ² β parameter perubahan akibat integrasi pembayaran
Kemudian dikaitkan dengan variabel makro:
- Ekspor (Ξ·)
- Impor (ΞΌ)
- Nilai tukar (Ξ³)
- Inflasi (ΞΆ)
- Suku bunga (ΞΎ)
- Neraca perdagangan
Model akhirnya menunjukkan bahwa:
Integrasi pembayaran melalui QRIS berinteraksi kuat dengan nilai tukar dan perdagangan.
π Apa yang Berubah?
πΉ Temuan Utama
QRIS berpengaruh signifikan terhadap:
β Ekspor
β Impor
β Inflasi
β Nilai tukar
β Neraca perdagangan
Namun:
β Suku bunga tidak signifikan
Model memiliki:
- RΒ² β 0.72β0.74
- Prob(F-stat) = 0.0000
Artinya: hubungan antarvariabel cukup kuat secara statistik.
π§ Analisis SWOT Multi-Aktor
Penelitian ini menarik karena SWOT dilakukan dari tiga perspektif:
π Pemerintah
- Memiliki peluang besar
- Perlu memperkuat implementasi lintas regulasi
π’ Pelaku Usaha
- Paling siap dan responsif
- Melihat manfaat langsung pada efisiensi transaksi
π₯ Pengguna
- Masih lemah dalam literasi dan kesiapan digital
- Menjadi titik kritis keberhasilan integrasi
Integrasi pembayaran tidak hanya soal sistem β tetapi kesiapan ekosistem.
π Strategi Implementasi Regional Payment Connectivity
Artikel ini menekankan tiga pilar utama:
1οΈβ£ Harmonisasi Regulasi ASEAN
Standarisasi lintas negara sangat penting untuk interoperabilitas.
2οΈβ£ Penguatan Infrastruktur Digital
Internet stabil, keamanan siber, dan sistem settlement lintas negara.
3οΈβ£ Literasi Keuangan UMKM
Tanpa literasi, QRIS hanya menjadi teknologi β bukan instrumen integrasi.
π Implikasi Regional
QRIS dapat menjadi:
- Penguat perdagangan intra-ASEAN
- Penggerak UMKM lintas batas
- Fasilitator sektor pariwisata regional
- Instrumen inklusi keuangan kawasan
Namun keberhasilannya sangat tergantung pada:
- Koordinasi kebijakan
- Stabilitas makro
- Kesiapan digital masing-masing negara
βοΈ Catatan
Beberapa ruang pengembangan riset:
- Perlu desain kausal lintas negara (panel ASEAN)
- Perlu pengukuran langsung volume transaksi cross-border QR
- Perlu analisis kesiapan digital per negara
Namun demikian, studi ini menjadi pijakan awal penting dalam diskusi:
Apakah QRIS dapat menjadi fondasi integrasi keuangan ASEAN?
π Kesimpulan Inti
QRIS bukan sekadar inovasi pembayaran domestik.
Ia berpotensi menjadi:
π Instrumen konektivitas regional
π Pengungkit perdagangan
π Pendukung transformasi digital ASEAN
Tetapi integrasi pembayaran memerlukan orkestrasi tiga aktor:
Pemerintah β Bisnis β Konsumen
Tanpa ketiganya berjalan selaras, konektivitas hanya menjadi slogan.
βοΈ Insight
Integrasi ekonomi ASEAN tidak lagi hanya dibangun melalui tarif dan perdagangan barang, tetapi melalui arsitektur digital yang memungkinkan transaksi lintas batas berlangsung cepat, murah, dan aman.
QRIS adalah bagian dari arsitektur tersebut.
Pertanyaannya kini bukan lagi:
βApakah QRIS bisa?β
Melainkan:
βSeberapa siap ASEAN membangun ekosistemnya?β