Dari niat baik menuju pilihan strategis.

Manajemen strategik dimulai ketika organisasi menyadari bahwa niat baik saja tidak cukup; keterbatasan sumber daya, perubahan lingkungan, persaingan, risiko, dan kepentingan pemangku kepentingan menuntut organisasi membuat pilihan strategis yang jelas. Pada pertemuan perdana ini, mahasiswa mempelajari bagaimana organisasi bergerak dari tujuan dan aspirasi menuju diagnosis, formulasi, implementasi, serta evaluasi strategi, sekaligus memahami hierarki keputusan pada tingkat korporasi, bisnis, dan fungsional agar setiap pilihan dapat dipertanggungjawabkan secara kritis, etis, dan berbasis bukti.

Tujuan Pembelajaran Utama: Mahasiswa mampu menjelaskan ruang lingkup manajemen strategik, membedakan tahapan proses strategik dan hierarki strategi, serta menilai suatu keputusan organisasi berdasarkan bukti, risiko, etika, dan keberlanjutan sebagai fondasi untuk melakukan diagnosis dan pengambilan keputusan strategik pada pertemuan berikutnya.

Manajemen Strategik 0142 | Pertemuan Perdana
Manajemen StrategikPertemuan 1 · 0142 · 64.4C.07
0 dari 7 tahap selesai
Pertemuan 01 · Strategic Foundation

Dari niat baik menuju pilihan strategis.

Memahami ruang lingkup, evolusi, proses, dan hierarki manajemen strategik—lalu menggunakannya untuk membaca keputusan organisasi secara kritis, etis, dan berbasis bukti.

Pre-test—diagnostik awal
Kanvas0%bukti partisipasi
Post-test—cek pemahaman
Progres sesi0%tersimpan lokal

Jalur belajar pertemuan perdana

Dari diagnosis menuju transfer konsep dan refleksi.

Fondasi CPMK04.1
0–20 menit

Orientasi & pre-test

Kontrak belajar, struktur semester, diagnosis konsep awal. Pre-test memetakan titik awal, bukan menghukum ketidaktahuan.

20–105 menit

Eksplorasi partisipatif

Mini lecture, think–pair–share, klasifikasi level strategi, dan kritik terhadap keputusan semu.

105–150 menit

Kanvas & post-test

Menghasilkan artefak awal proyek, menguji transfer konsep, lalu menyusun exit ticket.

Peta komponen bahan ajar

Adaptasi komponen modul pada gambar acuan.

1 · TinjauanDeskripsi, manfaat, kompetensi, bahan pendukung, petunjuk.
2 · PendahuluanCapaian, indikator, diagnosis awal, relevansi, urutan.
3 · Kegiatan belajarUraian, contoh, kasus, diskusi, dan transfer.
4 · Latihan bermaknaRelevan, bervariasi, menantang nalar kritis.
5 · Rambu jawabanAlasan konsep dan kriteria mutu, bukan huruf saja.
6 · RangkumanInti materi dan kemampuan yang dibangun.
7 · Tes kompetensiValid terhadap indikator, logis, fokus, jelas.
8 · Umpan balikSkor langsung, refleksi, rekomendasi, progres.

Mengapa mata kuliah ini penting?

Mahasiswa belajar menghubungkan informasi lingkungan, kapabilitas organisasi, pilihan bersaing, implementasi, dan evaluasi. Kompetensi ini dibutuhkan oleh manajer, wirausahawan, dan analis ketika keputusan berdampak besar, lintas fungsi, berjangka panjang, serta mengandung ketidakpastian.

Bahan pendukung: RPS, RTM, Silabus, modul P01–P14, laporan tahunan perusahaan, statistik resmi, regulasi, dan artikel ilmiah/manajerial kredibel.

Petunjuk belajar

  1. Baca capaian, indikator, timeline, dan materi tanpa login.
  2. Pilih nama pada Kanvas Pre-test; NIM dan kasus akan terisi otomatis.
  3. Isi pre-test terbuka untuk merekam pemahaman awal.
  4. Pelajari materi, gunakan simulator, lalu lengkapi Kanvas Analisis.
  5. Kerjakan Kanvas Post-test dan salin setiap paket jawaban ke Google Form kelas.

Integritas: gunakan bahasa sendiri, pisahkan fakta dari asumsi, cantumkan sumber, dan jangan menyalin analisis mahasiswa lain.

Peta semester & schedule

16 pertemuan: 14 paket materi, review/klinik, dan proyek bertahap.

September 2026–Februari 2027
Harmonisasi dokumen. Urutan substansi diambil dari RPS, Silabus, RTM, dan P01–P14. Bobot nilai mengikuti skema CPL semester berjalan: Project 55%, aktivitas partisipatif 20%, Tugas 1 10%, Tugas 2 15%.

Arsitektur proyek

Bukti dibangun sepanjang semester, bukan mendadak pada akhir.

P1 pilih organisasi & isu→P3–4 diagnosis→P6 pilihan awal→P8 review tengah→P12 implementasi & KPI→P14 audit & etika→P16 defense

Capaian, indikator, dan bukti

Constructive alignment: capaian menentukan aktivitas, bukti, dan rubrik.

CPMK04.1

Diagnosis strategik

Menganalisis lingkungan internal dan eksternal sebagai dasar penyusunan strategi.

Total 35%

Project 20% · partisipatif 5% · T1 10%

CPMK04.2

Rancangan strategi

Merancang strategi korporasi dan operasional yang terukur untuk meningkatkan daya saing.

Total 20%

Project 10% · partisipatif 5% · T2 5%

CPMK06.2

Keputusan manajerial

Menafsirkan hasil analisis untuk merumuskan keputusan manajerial yang tepat.

Total 45%

Project 25% · partisipatif 10% · T2 10%

Indikator Pertemuan 1

Sub-CPMK fondasi
Indikator terukurAktivitasBuktiKriteria berhasil
Menjelaskan ruang lingkup manajemen strategik.Pre, mini lecture, postJawaban + alasanPost-test ≥70
Membedakan formulasi, implementasi, evaluasi/pengendalian.Klasifikasi kasusKanvas 4–5Klasifikasi tepat
Membedakan strategi korporasi, bisnis, dan fungsional.Think–pair–shareKeputusan berjenjangLevel tidak tertukar
Menilai keputusan dari bukti, risiko, etika, dan keberlanjutan.Kanvas personalKlaim + bukti + asumsiArgumen dapat diuji

CPL04

Menyusun strategi korporasi maupun operasional pada berbagai organisasi.

CPL06

Menggunakan alat pengambilan keputusan bisnis untuk memecahkan masalah organisasi.

Profil lulusan

  • Manajer: profesional, etis, peka teknologi dan lingkungan.
  • Wirausahawan: merancang serta mengendalikan usaha inovatif.
  • Analis manajemen: mengidentifikasi masalah, menganalisis data, memprediksi, dan memberi solusi.

Materi Pertemuan 1

Pengantar, ruang lingkup, evolusi, proses, dan hierarki.

Menantang mahasiswa

Pertanyaan pemantik

Jika semua perusahaan memakai SWOT, KPI, dan digitalisasi, mengapa hasilnya tetap berbeda?

Jangan menjawab “manajemennya buruk”. Cari pilihan, trade-off, bukti, dan ketidakpastian yang membedakan keputusan organisasi.

Strategi bukan daftar semua hal baik. Strategi meminta pilihan: di arena mana bermain, nilai apa yang ditawarkan, aktivitas apa yang berbeda, dan apa yang sengaja tidak dilakukan?
Konsep inti

Manajemen strategik: sistem keputusan jangka panjang

Mengacu pada Wheelen & Hunger dalam P01, manajemen strategik adalah rangkaian keputusan dan tindakan manajerial yang menentukan kinerja jangka panjang. Tiga kata kuncinya: keputusan (pilihan), tindakan (implementasi), dan jangka panjang (konsekuensi lintas periode).

Termasuk strategi
Memilih segmen, proposisi nilai, kapabilitas langka, sistem aktivitas, dan risiko yang dapat diterima.
Belum tentu strategi
“Tingkatkan kualitas”, “go digital”, atau daftar program tanpa diagnosis, trade-off, hubungan sebab-akibat, dan ukuran.

Porter membedakan efektivitas operasional dari strategi: melakukan aktivitas serupa dengan lebih baik memang penting, tetapi posisi strategik memerlukan aktivitas berbeda atau cara berbeda. Efisiensi penting, namun belum cukup untuk keunggulan yang tahan lama.

Lensa etika: hasil tidak dibaca sebagai laba saja. Keputusan juga diuji terhadap tata kelola, dampak sosial, keberlanjutan, dan legitimasi stakeholder.

Siklus utama

Empat tahap manajemen strategik

01

Pengamatan lingkungan

Mengumpulkan dan menafsirkan sinyal eksternal–internal menjadi isu strategik, asumsi, peluang, ancaman, kekuatan, dan kelemahan.

02

Formulasi strategi

Menetapkan arah, sasaran, alternatif, trade-off, dan pilihan; menjelaskan mengapa pilihan lebih tepat daripada alternatif.

03

Implementasi strategi

Menerjemahkan pilihan ke program, struktur, anggaran, peran, kapabilitas, kebijakan, komunikasi, dan perilaku.

04

Evaluasi & pengendalian

Menguji premis, membandingkan target–realisasi, membaca indikator, belajar, dan mengambil koreksi.

Catatan: proses bersifat iteratif. Bukti baru dapat memaksa organisasi kembali pada diagnosis atau formulasi.
Siapa memutuskan apa?

Hierarki strategi

Korporasi

Bisnis apa? Portofolio, akuisisi, divestasi, aliansi, parenting advantage.

Bisnis

Bagaimana menang? Posisi, pelanggan, biaya, diferensiasi, fokus.

Fungsional

Bagaimana mendukung? Rantai pasok, SDM, keuangan, pemasaran, data.

Tes konsistensi vertikal: keputusan fungsi harus memperkuat cara unit bisnis menang; portofolio korporasi harus menghasilkan sinergi nyata.
Perspektif historis

Dari anggaran menuju pembelajaran strategik

TahapFokusKekuatanKeterbatasan
Anggaran & kontrolTarget dan deviasiDisiplin sumber dayaReaktif
Perencanaan panjangProyeksi trenAntisipasi kapasitasRapuh saat diskontinuitas
Perencanaan strategikPosisi dan portofolioAnalisis eksternalDapat menjadi ritual
Manajemen strategikDiagnosis–pilihan–eksekusi–belajarMenghubungkan keputusan dan tindakanMenuntut data dan adaptasi

Ketika organisasi tumbuh dan lingkungan berubah cepat, intuisi perlu dipadukan dengan bukti, dialog lintas fungsi, tata kelola, dan pengujian asumsi.

—

Kasus personal

isu

Masuk untuk menampilkan kasus.

Pertumbuhan—
Margin—
Keluhan—
Risiko—
  1. Keputusan mana yang strategik dan mana yang operasional?
  2. Di level korporasi, bisnis, atau fungsional?
  3. Bukti apa yang masih diperlukan?
  4. Siapa memperoleh manfaat dan menanggung risiko?
Partisipatif

Think–Pair–Challenge

  1. Think (4 menit): tulis satu klaim keputusan.
  2. Pair (6 menit): pasangan menunjukkan satu asumsi tersembunyi.
  3. Challenge (8 menit): cari bukti yang dapat membatalkan klaim.
  4. Refine (5 menit): “Jika …, maka …, karena …; risiko utamanya …”.
Argumen bermutu: klaim spesifik + bukti + mekanisme sebab-akibat + alternatif + risiko + indikator.
Rangkuman

Lima ide yang dibawa pulang

  1. Strategi adalah pilihan terintegrasi, bukan daftar keinginan.
  2. Diagnosis, formulasi, implementasi, dan evaluasi membentuk siklus.
  3. Strategi korporasi, bisnis, dan fungsional harus konsisten.
  4. Efektivitas operasional tidak identik dengan posisi strategik.
  5. Rekomendasi perlu bukti, asumsi, risiko, etika, tata kelola, dan ukuran.
Exit ticket: “Sebelum sesi ini saya mengira strategi adalah …; sekarang saya memahami …; bukti yang masih ingin saya cari …”.

Simulator Prioritas Strategi

Eksperimenkan bagaimana daya tarik pasar, kapabilitas, risiko eksekusi, dan tata kelola mengubah prioritas alternatif.

Latihan publik · tanpa login

Atur kondisi keputusan

Geser setiap parameter. Nilai bukan “jawaban benar”, melainkan alat untuk menguji konsistensi asumsi.

Tantangan: apakah alternatif dengan skor tertinggi tetap layak jika satu asumsi kunci berubah 20 poin?
Decision Lens

Rekomendasi sementara: aliansi strategik

Aliansi menyeimbangkan akses pasar, risiko, dan kebutuhan tata kelola sambil kapabilitas internal dibangun.

Ekspansi fokus
0
Bangun kapabilitas
0
Aliansi strategik
0
Skor = kombinasi berbobot kondisi pasar, kapabilitas, risiko, dan governance. Gunakan hasil sebagai hipotesis—validasi dengan data.

Kanvas Pre-test Partisipatif

Diagnosis awal berbentuk jawaban terbuka; tidak memerlukan login atau password.

CPMK04.1 · Fondasi P1
Alignment RPS–RTM: mahasiswa mengidentifikasi ruang lingkup manajemen strategik, membedakan proses strategik, mengenali hierarki keputusan, dan menyatakan kebutuhan bukti awal. Pre-test bersifat diagnostik dan menjadi bukti aktivitas partisipatif.
Indikator Pertemuan 1Bukti dalam kanvasKriteria minimum
Menjelaskan ruang lingkup manajemen strategikDefinisi dan pembeda dari kegiatan rutinKonsep, alasan, dan contoh
Membedakan formulasi, implementasi, serta evaluasiKlasifikasi tindakan organisasiUrutan dan hubungan tepat
Membedakan strategi korporasi, bisnis, dan fungsionalPemetaan tiga level keputusanTidak tertukar antarlevel
Menilai kebutuhan bukti, risiko, dan etikaPertanyaan data awalFakta dipisahkan dari asumsi
Format pengiriman: setelah selesai, klik Salin untuk Google Form. Tempelkan identitas dan jawaban pada GForm kelas yang diberikan dosen.
Draf belum disimpan
Minimum kata diperiksa otomatis.

Kanvas Analisis Strategik Partisipatif

Mengubah pendapat menjadi klaim strategik yang terstruktur, dapat diuji, dan siap dikirim ke Google Form.

Pilih identitas pada Pre-test
Alignment RPS–RTM: CPMK04.1—menganalisis lingkungan internal dan eksternal sebagai dasar strategi. Indikator sesi: mengenali keputusan strategik, siklus manajemen strategik, hierarki strategi, bukti, risiko, etika, dan ukuran awal.
Petunjuk mutu:minimum 35 kata per kotak. Pisahkan fakta, interpretasi, dan asumsi; bandingkan alternatif; jelaskan risiko serta indikator. Seluruh jawaban tetap dapat diperbaiki sebelum disalin ke GForm.
Strategy Copilot · local reasoning check

Audit cepat kualitas argumen

Copilot memeriksa panjang, bukti, alternatif, risiko, indikator, dan pemilik tindakan secara lokal. Hasil audit bukan nilai dosen.

Lengkapi kanvas, lalu jalankan audit.
Draf belum disimpan
Identitas belum dipilih.

Kanvas Post-test Partisipatif

Uji transfer konsep melalui analisis dan rekomendasi singkat—tanpa login atau password.

CPMK04.1 · Bukti transfer
Alignment RPS–RTM: mahasiswa menunjukkan perubahan pemahaman setelah materi dengan menerapkan siklus dan hierarki strategi pada kasus, lalu merumuskan rekomendasi berbasis bukti, risiko, etika, dan indikator.
Sebelum dikirim: pastikan jawaban post-test lebih analitis daripada pre-test, menyebut bukti atau data yang diperlukan, dan tidak berhenti pada slogan seperti “meningkatkan kualitas” atau “go digital”.
Draf belum disimpan
Identitas belum dipilih.

Tugas & project semester

Instruksi, contoh, templat, luaran, dan rubrik langsung di web.

Tugas 1 · Analisis Strategik Perusahaan · Pertemuan 4 · 10%
CPMK04.1 · 10%

Instruksi & luaran

Pilih perusahaan nyata. Telaah profil dan visi–misi; analisis eksternal dengan PESTEL dan Five Forces; analisis internal dengan VRIO dan Value Chain; sintesis peluang, ancaman, kekuatan, kelemahan, dan posisi strategis.

  • Laporan 8–12 halaman + executive brief 1 halaman.
  • Minimal 8 sumber; sekurangnya 4 primer/otoritatif.
  • Evidence ledger dan seluruh matriks analisis.

Contoh kedalaman

PT Rasa Nusantara Digital (fiktif). Jangan hanya menulis “teknologi adalah peluang”. Bangun jejak: adopsi pembayaran digital → friksi turun → conversion rate naik; uji dengan share transaksi, biaya MDR, conversion rate, dan churn.

Integritas: contoh menunjukkan kedalaman, bukan jawaban untuk disalin.

Templat langsung

RINGKASAN EKSEKUTIF
1. Profil, unit analisis, dan isu keputusan
2. Uji visi–misi
3. PESTEL: faktor–bukti–tren–dampak
4. Five Forces: intensitas–alasan–bukti
5. VRIO: V–R–I–O dan implikasi
6. Value Chain: aktivitas dan driver
7. SWOT berbasis bukti
8. Posisi dan tiga isu prioritas
9. Keterbatasan data
Referensi + Evidence Ledger

Rubrik

AspekDeskriptor mutu tinggiBobot
BuktiMutakhir, primer, triangulatif15%
EksternalPESTEL + Five Forces kausal25%
InternalVRIO + Value Chain terhubung25%
SintesisPrioritas berbobot, defensible20%
Komunikasi & integritasRapi, sitasi konsisten, orisinal15%
Tugas 2 · Perumusan & Rekomendasi · Pertemuan 12 · 15%
CPMK04.2 5% · CPMK06.2 10%

Kembangkan diagnosis Tugas 1 menjadi alternatif melalui SWOT/TOWS dan matriks relevan; pilih strategi bisnis/korporat; bangun implementasi, KPI/Balanced Scorecard, risiko, dan rekomendasi keputusan.

Luaran

  • Decision memo 10–15 halaman.
  • TOWS + pemilihan berbobot/QSPM.
  • Roadmap 12 bulan, RACI, risk register, BSC.
  • Presentasi keputusan maksimal 10 slide.

Contoh jejak keputusan

Temuan: data pelanggan bernilai dan langka, belum terorganisasi. Alternatif: kemitraan, bangun internal, akuisisi. Pilihan: kemitraan 6 bulan dengan opsi internalisasi karena time-to-value dan risiko investasi. KPI: retensi, lead time kampanye, CAC, pelanggaran privasi.

1. Decision statement
2. Diagnosis prioritas T1
3. Minimal 3 alternatif + status quo
4. Kriteria dan bobot
5. TOWS/QSPM + sensitivity check
6. Pilihan lintas level strategi
7. Implementasi: program–RACI–anggaran
8. BSC: indikator–baseline–target–owner
9. Risiko, trigger, mitigasi
10. Rekomendasi dan kondisi go/no-go
AspekBobotPemetaan
Jejak diagnosis–alternatif20%04.2
Perbandingan & pilihan25%06.2
Koherensi level strategi15%04.2
Implementasi & BSC25%06.2
Risiko, etika, komunikasi15%06.2
Project Based Learning · Audit & Desain Strategi Terpadu · 55%
CPMK04.1 20% · CPMK04.2 10% · CPMK06.2 25%

Strategi apa yang seharusnya dipilih organisasi selama 12–24 bulan agar unggul secara layak, terukur, etis, dan berkelanjutan?

A · Diagnosis

Organisasi, decision owner, isu, boundary, evidence plan, analisis eksternal–internal.

B · Desain

Alternatif, TOWS/QSPM, pilihan lintas level, risiko, stakeholder.

C · Eksekusi & audit

Roadmap, BSC, RACI, anggaran, governance, audit premis, defense.

Project charter

Tim / anggota / peran
Organisasi dan unit analisis
Decision owner
Masalah (maks. 80 kata)
Keputusan yang harus diambil
Ruang lingkup dan eksklusi
Hipotesis awal
Bukti dan sumber
Stakeholder dan isu etika
Milestone–tanggal–pemilik
Risiko proyek dan mitigasi
Kontrak kontribusi tim
KomponenPoinBukti minimum
Diagnosis25Data triangulatif, sintesis
Alternatif & keputusan20≥3 alternatif, bobot, sensitivitas
Implementasi & ukuran20Roadmap, RACI, BSC
Risiko, etika, governance15Stakeholder, risk register, guardrail
Komunikasi & defense10Laporan, visual, tanya-jawab
Kolaborasi & integritas10Log, peer review, deklarasi AI
Tugas mini P1 · Project Seed (formatif)

Pilih organisasi yang memungkinkan akses data. Isi decision seed berikut.

Blueprint Penilaian Semester

Komposisi nilai resmi dipetakan langsung ke CPMK dan jenis bukti.

Total 100%
Project 55%
Partisipatif 20%
Tugas 1 · 10%
Tugas 2 · 15%

Pemetaan CPMK

CPMKProjectPartisipatifTugasTotal
CPMK04.120%5%T1 10%35%
CPMK04.210%5%T2 5%20%
CPMK06.225%10%T2 10%45%
Nilai akhir = Project (55%) + Partisipatif (20%) + T1 (10%) + T2 (15%)
Transparansi: pre-test dan post-test P1 berfungsi diagnostik-formatif. Bukti kanvas mendukung aktivitas partisipatif; nilai resmi tetap melalui validasi dosen dan ketentuan kampus.

Rekap Aktivitas Pertemuan 1

Ringkasan kelengkapan kanvas dan bukti yang siap disalin ke Google Form.

Tanpa login · berbasis identitas
Pre-test—diagnosis awal
Kanvas Analisis—analisis partisipatif
Post-test—transfer konsep
Status paketBelumsiap untuk GForm

Pratinjau bukti belajar

Pilih nama mahasiswa pada Kanvas Pre-test untuk melihat rekap.

Status komponen

KomponenStatusKelengkapanFungsi

Contoh Terbimbing & Latihan Menantang

Contoh memperlihatkan alur berpikir; latihan meminta transfer ke situasi berbeda.

Rambu, bukan jawaban salin-tempel
Contoh 1

Strategi atau efektivitas operasional?

Kasus: perusahaan memangkas waktu layanan 20% dengan SOP digital yang juga dipakai pesaing.

Fakta → waktu layanan turun 20%
Makna → proses lebih efisien
Uji imitasi → teknologi mudah diadopsi pesaing
Kesimpulan → efektivitas operasional, belum cukup menjadi posisi strategik
Agar menjadi strategik: jelaskan pelanggan yang dipilih, proposisi nilai unik, sistem aktivitas, dan trade-off yang membuat imitasi lebih sulit.
Contoh 2

Koherensi tiga level strategi

Korporasi: fokus pada layanan kesehatan primer. Bisnis: unggul lewat akses cepat dan kontinuitas pasien. Fungsional: operasi menjadwalkan tenaga berbasis permintaan; TI menyatukan rekam pasien.

Arah korporasi → arena dipilih
Cara menang unit bisnis → akses + kontinuitas
Aktivitas fungsi → jadwal, data, layanan
Ukuran → waktu tunggu, repeat visit, mutu klinis
Uji koherensi: setiap investasi fungsi harus memperkuat cara menang, bukan sekadar mengikuti tren.

Latihan mandiri

  1. Pilih satu keputusan organisasi. Bedakan unsur strategik dan operasionalnya.
  2. Tulis satu alternatif status quo dan dua alternatif perubahan.
  3. Sebutkan bukti yang dapat membatalkan pilihan awal Anda.
  4. Petakan dampak etis: pihak yang memperoleh manfaat, menanggung risiko, dan belum bersuara.
Rambu jawaban bermutu
  • Klaim menyebut pilihan, horizon, tujuan, dan eksklusi.
  • Fakta dipisahkan dari interpretasi dan asumsi.
  • Alternatif dibandingkan memakai kriteria yang konsisten.
  • Risiko, trade-off, pemilik tindakan, dan indikator dinyatakan.
  • Kesimpulan bersyarat: berubah jika premis kunci tidak terbukti.

Tidak ada satu jawaban universal. Kualitas dinilai dari jejak argumentasi dan bukti.

Rangkuman & Refleksi

Tandai kemampuan yang sudah Anda kuasai; gunakan hasilnya untuk menentukan langkah berikutnya.

Metakognisi

Checklist kemampuan

Enam inti sesi

  1. Strategi adalah sistem pilihan terintegrasi.
  2. Lingkungan dan kapabilitas membentuk ruang pilihan.
  3. Formulasi tanpa implementasi tidak menghasilkan nilai.
  4. Tiga level strategi harus koheren.
  5. Efektivitas operasional bukan pengganti posisi strategik.
  6. Keputusan yang baik transparan pada bukti, asumsi, risiko, etika, dan ukuran.

Sumber & integritas akademik

Dokumen kurikulum sebagai acuan utama; sumber eksternal untuk pendalaman.

Dokumen internal

  1. RPS 0142 (8 halaman).
  2. RTM 0142 (6 halaman; tugas dan rubrik).
  3. Silabus 0142 (3 halaman).
  4. Modul P01–P06 dan P09–P14 (total 210 halaman dokumen terlampir).

Jika berbeda versi, bobot CPL berjalan dipakai untuk nilai; RPS/RTM/Silabus untuk alignment substansi.

Referensi RPS/Silabus

Morden (2007); Hunger & Wheelen (2012); Glueck; Wahyudi; Chen (2005); Suwarsono Muhammad (2013); Assauri (2013); Pearce & Robinson; Fred R. David & Forest R. David (2017).

Deklarasi AI: catat penggunaan AI dan prompt utama, verifikasi fakta/sumber, serta bertanggung jawab atas analisis. AI bukan sumber bukti tanpa verifikasi.

Panel Dosen

Rekap aktivitas yang tersimpan pada browser ini.

Batas teknis: HTML mandiri tidak mengirim data antarperangkat. Rekap hanya memuat aktivitas pada browser yang sama. Kelas lintas perangkat memerlukan LMS/Google Form/backend.
Mahasiswa39terdaftar
Pre selesai0browser ini
Kanvas0browser ini
Post selesai0browser ini

Rekap mahasiswa

NoNIMNamaVarianPreKanvasPostSeedProgres

Audit alignment dokumen

TemuanKeputusan desain
RPS lama memuat CPMK 1.4–11.3; CPL berjalan memuat CPMK04.1, 04.2, 06.2.Input nilai mengikuti tiga CPMK berjalan.
RPS lama: Kehadiran 20, Tugas 25, Proyek 1 25, Proyek 2 30.Rekap memakai Project 55, partisipatif 20, T1 10, T2 15.
RTM dan portal berbeda minggu/bobot.Substansi RTM dipakai; waktu dan bobot mengikuti portal.
Urutan P01–P14 dan RPS tidak sepenuhnya identik.Timeline mengutamakan modul dan menempatkan review/project dari RPS.
Manajemen Strategik 0142 · Program Studi Manajemen S1 · Dr. Dudi Duta Akbar · Pertemuan 01