This session explores break-even analysis as a tool for business decision-making, including cost, revenue, profit models, margin of safety, target profit, and sensitivity analysis. Students will learn how mathematical models support production, pricing, and strategic managerial decisions.
Analisis Titik Impas untuk Keputusan Bisnis
Model biaya dan pendapatan, BEP unit dan rupiah, margin of safety, target laba, serta analisis sensitivitas untuk keputusan produksi dan harga.
Arah pembelajaran
Mahasiswa mampu membangun fungsi biaya, pendapatan, dan laba; menghitung serta memvalidasi titik impas; mengukur margin of safety; menentukan target penjualan; dan menafsirkan hasil untuk keputusan manajerial.
Uraian materi lengkap
Model biaya, pendapatan, dan laba
F adalah biaya tetap per periode, v biaya variabel per unit, p harga jual bersih per unit, dan Q unit terjual. Margin kontribusi per unit adalah CM=p−v. Model dasar memerlukan p>v agar tambahan penjualan membantu menutup biaya tetap dan menghasilkan laba.
BEP dalam unit
Contoh: F=Rp120 juta, p=Rp140 ribu, dan v=Rp80 ribu. CM=Rp60 ribu sehingga BEP=2.000 unit. Validasi: TC=Rp280 juta dan TR=Rp280 juta.
Jika hasil kebutuhan minimum berupa pecahan unit, bulatkan ke atas. Jangan membulatkan hasil antara terlalu awal.
BEP dalam rupiah
CMR=60.000/140.000=42,8571%. BEP rupiah=Rp120 juta/0,428571=Rp280 juta. Hasil ini sama dengan 2.000 unit × Rp140 ribu.
Margin of safety
Jika penjualan aktual 3.000 unit atau Rp420 juta, MOS=1.000 unit atau Rp140 juta. MOS%=Rp140 juta/Rp420 juta=33,33%. Artinya penjualan dapat turun sekitar 33,33% sebelum mencapai impas, selama asumsi model tetap berlaku.
Target laba
Untuk target laba operasi Rp90 juta, Q=(Rp120 juta+Rp90 juta)/Rp60 ribu=3.500 unit. Validasi: TR=Rp490 juta, TC=Rp400 juta, dan laba=Rp90 juta.
Analisis sensitivitas
Perubahan harga, biaya variabel, biaya tetap, kapasitas, dan bauran produk dapat mengubah BEP. Penurunan harga 5% menjadi Rp133 ribu membuat CM=Rp53 ribu dan BEP=2.264,15 unit, sehingga kebutuhan minimum menjadi 2.265 unit.
BEP multiproduk memakai margin kontribusi rata-rata tertimbang dan memerlukan bauran penjualan yang relatif tetap.
Pratinjau fungsi kuadrat Pertemuan 5
Bentuk umum fungsi kuadrat tidak selalu sama dengan nol. Persamaan ax²+bx+c=0 digunakan ketika mencari akar atau titik potong sumbu-x.
Koreksi P04: untuk y=x²+7x+10, D=49−40=9 dan titik puncaknya (−3,5; −2,25), bukan D=21 dan (−3,5; −5,25).
Simulator BEP dan target laba
| Ukuran | Hasil | Interpretasi |
|---|
Akses personal mahasiswa
Masukkan NIM dan password berupa nama terakhir. Huruf besar atau kecil tidak dibedakan.
Belum masuk.
Pre-test 10 soal
Isi jawaban lalu tekan Nilai jawaban. Skor dan pembahasan langsung tampil serta masuk ke rekap.
Diskusi partisipatif 20 soal
Skor otomatis merupakan umpan balik awal. Dosen tetap memeriksa model, proses, satuan, interpretasi, serta keaslian jawaban.
Rekap nilai Pertemuan 4
Belum lengkap.
Contoh format laporan Tugas 2
RTM menetapkan studi kasus kelompok 2–3 mahasiswa, laporan 5–7 halaman, dan grafik fungsi. Tugas berlangsung pada Minggu 3–6 dengan pengumpulan Pertemuan 6.
Sampul
Judul · Logo UBSI · Nama dan NIM anggota · Kelas · Program Studi Manajemen · FEB · Universitas Bina Sarana Informatika · 2026
Daftar isi
BAB I Pendahuluan
Latar belakang usaha, rumusan masalah, tujuan analisis, dan keputusan yang hendak didukung.
BAB II Data dan model
Sumber dan periode data, klasifikasi biaya, harga jual bersih, kapasitas, volume penjualan, fungsi TC, TR, dan laba, serta asumsi model.
BAB III Analisis
BEP unit dan rupiah, margin of safety, target laba, grafik TC–TR, validasi, dan minimal dua skenario sensitivitas.
BAB IV Interpretasi
Bandingkan BEP dengan penjualan dan kapasitas aktual. Jelaskan risiko serta rekomendasi produksi atau harga.
BAB V Kesimpulan
Ringkas hasil yang dapat diverifikasi. Tambahkan daftar pustaka serta lampiran data dan perhitungan.
Perangkat pembelajaran
PPT Pertemuan 4 Paket Google Form
Password ZIP: Energyofasia