(Methodological Notes with Model-Based Exposition)
A. Kerangka Umum Model (General Modeling Framework)
🇮🇩 Bahasa Indonesia
Pendekatan Bai–Perron berangkat dari model regresi linier dengan parameter yang dapat berubah antar periode (regime). Perubahan tersebut direpresentasikan oleh structural break pada titik waktu yang tidak diketahui.
Model umum yang digunakan adalah:
dengan:
- menunjukkan regime
- adalah break date ke-, dengan dan
Model ini memungkinkan m break struktural yang membagi sampel menjadi m+1 segmen.
🇬🇧 English
The Bai–Perron methodology is built on a linear regression framework with regime-dependent parameters. Structural changes are represented by unknown break points that divide the sample into multiple regimes.
The general model is specified as:
where:
- indexes regimes
- denotes the unknown break dates
This framework allows for multiple structural breaks in regression relationships.
B. Pure vs Partial Structural Change Models
🇮🇩 Bahasa Indonesia
1. Pure Structural Change
Jika semua parameter berubah antar regime:
Tidak ada parameter yang dipaksakan konstan. Model ini cocok untuk:
- perubahan rezim kebijakan besar
- krisis struktural
2. Partial Structural Change
Jika hanya sebagian parameter berubah:
- → parameter tetap (common coefficients)
- → parameter spesifik regime
Model ini lebih realistis dalam analisis ekonomi makro dan kebijakan moneter.
🇬🇧 English
1. Pure Structural Change
All coefficients vary across regimes:
This model is suitable for analyzing full regime shifts.
2. Partial Structural Change
Only a subset of coefficients varies:
- : regime-invariant parameters
- : regime-specific parameters
This specification is widely used in applied macroeconomic models.
C. Estimasi Break Date: Masalah Optimisasi Global
🇮🇩 Bahasa Indonesia
Break date diestimasi dengan meminimalkan jumlah kuadrat residual (SSR) secara global:
Dengan kendala panjang minimum segmen:
Tujuannya adalah mencegah segmen terlalu pendek yang tidak teridentifikasi secara statistik.
🇬🇧 English
Break dates are estimated by solving a global least squares minimization problem:
subject to the trimming constraint:
This ensures sufficient observations within each regime.
D. Dynamic Programming: Algoritma Inti
🇮🇩 Bahasa Indonesia
Untuk menghindari eksplorasi kombinasi break yang eksplosif, Bai–Perron menggunakan dynamic programming dengan rekursi:
Maknanya:
- SSR optimal dengan break di observasi
- dibangun dari solusi optimal break sebelumnya
Pendekatan ini menjamin global minimum SSR.
🇬🇧 English
To avoid combinatorial explosion, Bai–Perron employ dynamic programming with the following recursion:
This approach ensures that the global minimizer of the objective function is obtained efficiently.
E. Estimasi Partial Structural Change (Iterative Scheme)
🇮🇩 Bahasa Indonesia
Karena bersifat common, estimasi dilakukan secara iteratif:
- Tetapkan
- Estimasi break dan δj dari:
- Dengan break tetap, estimasi ulang:
- Ulangi hingga konvergen
🇬🇧 English
Because β is common across regimes, estimation proceeds iteratively:
- Initialize
- Estimate break dates and δj from:
- Re-estimate all parameters conditional on break dates
- Iterate until convergence
F. Distribusi Asimtotik Break Date
🇮🇩 Bahasa Indonesia
Break fraction memiliki sifat:
Distribusi limit:
yang digunakan untuk membangun confidence interval break date.
🇬🇧 English
The break fraction satisfies:
with asymptotic distribution:
This result forms the basis for constructing confidence intervals for break dates.
G. Penutup Metodologis (Methodological Takeaway)
🇮🇩 Bahasa Indonesia
Metode Bai–Perron bukan sekadar teknik pencarian break, tetapi kerangka optimisasi berbasis model yang:
- menjaga konsistensi estimasi
- memungkinkan banyak break
- mendukung inferensi statistik formal
🇬🇧 English
The Bai–Perron methodology represents a model-based optimization framework that:
- accommodates multiple structural breaks
- ensures global optimality
- supports formal statistical inference