A. Output/Kekayaan Bangsa sebagai Nilai Produksi Tahunan
B. Nilai Riil (Labour-Commanded Value)
Interpretasi ringkas: komoditas bernilai “riil” tinggi bila dapat “memerintah” lebih banyak tenaga kerja; secara praktis dikira-kira sebagai harga komoditas relatif terhadap upah per unit tenaga kerja.
C. Harga Nominal vs Harga Riil (Deflasi Daya Beli)
D. Dekomposisi Harga: Upah–Profit–Rent (Klasik)
Versi agregat (untuk satu sektor atau ekonomi):
E. “Natural Price” vs “Market Price”
Harga alamiah (natural price) adalah harga yang menutup komponen pada tingkat “normal”:
Harga pasar (market price) adalah harga aktual:
Dengan kondisi:
F. Mekanisme “Gravitasi” (Penyesuaian Market Price ke Natural Price)
Bentuk penyesuaian sederhana:
Atau versi diskret:
Makna: jika harga pasar di atas harga alamiah, tekanan persaingan mendorong turun; jika di bawah, dorongan kelangkaan mendorong naik.
G. Profit sebagai Fungsi Modal (Stock/Capital)
Dengan:
H. Akumulasi Modal (Capital Accumulation) dari Surplus/Profit
Jika bagian dari profit ditabung (saving) dan menjadi investasi:
Jika disederhanakan:
I. Output sebagai Fungsi Modal dan Tenaga Kerja (Kerangka Produktivitas)
Smith sangat menekankan produktivitas kerja dan pembagian kerja; bentuk modern ringkas untuk “kapasitas produksi”:
Contoh paling sederhana (Cobb–Douglas hanya sebagai notasi ringkas):
J. Pembagian Output Tahunan: Penggantian Modal vs Pendapatan (Revenue)
Total output terbagi menjadi bagian yang mengganti modal dan bagian yang menjadi pendapatan:
Dengan pendapatan utama:
Jika upah dipandang sebagai bagian pembayaran dari dana/modal berputar (wage fund) untuk pekerja produktif:
(Ini cara notasi ringkas untuk gagasan “upah pekerja produktif dibayar dari capital yang diputar kembali”.)
K. Tenaga Kerja Produktif vs Tidak Produktif (Komposisi yang Menentukan Pertumbuhan)
Pisahkan tenaga kerja:
Output terutama “ditopang” oleh tenaga kerja produktif:
Porsi output yang “menghidupi” tenaga kerja tidak produktif:
Sisa yang potensial untuk reproduksi/akumulasi:
L. Kompetisi, Kelangkaan, dan Sinyal Harga
Kelebihan pasokan (overstock) vs kekurangan (understock) bisa dinotasikan dengan gap sederhana:
Aturan tanda tekanan harga:
M. “Invisible Hand” sebagai Aturan Alokasi Modal Berbasis Profit
Modal bergerak ke aktivitas dengan profit lebih tinggi:
Dengan rata-rata profit ekonomi:
Implikasi agregat (ringkas):