Langkah Implementasi Operasional (Algorithmic Steps)
Bagian ini penting karena GDFM tidak bisa direplikasi hanya dengan regresi standar. Berikut alur estimasi sebagaimana diimplikasikan oleh Forni et al. (2000).
Step 1 — Pre-processing Data
Setiap seri diperlakukan sebagai berikut:
- Transformasi stasioner
- Log-difference untuk variabel level (GDP, Consumption, Investment, I.P., CPI)
- Spread tidak didiferensiasi
- Seasonal adjustment (jika diperlukan)
- Standardization
Tujuan standardisasi:
→ mencegah satu seri mendominasi spektrum hanya karena skala.
Step 2 — Estimasi Autocovariance Panel
Hitung sample autocovariance:
dengan:
- = truncation lag (dipilih sebagai fungsi dari ).
Step 3 — Estimasi Spectral Density Matrix
Gunakan lag-window estimator (Bartlett window):
dengan:
Makna ekonometrik:
- Ini adalah estimasi korelasi lintas seri pada frekuensi tertentu,
- memungkinkan pemisahan siklus jangka pendek vs panjang.
Step 4 — Dynamic Eigen-Decomposition
Untuk setiap ωh, lakukan dekomposisi:
- Ambil q eigenvalue terbesar
- Simpan eigenvector dinamis:
Inilah dasar Dynamic Principal Components (DPC).
Step 5 — Estimasi Filter Proyeksi Common Component
Estimator filter:
Lalu inverse Fourier transform:
Step 6 — Estimasi Common Component
Common component untuk seri i:
Idiosyncratic component:
8) Diagnostics dan Robustness Checks
8.1 Variance Decomposition
Hitung kontribusi common component:
→ Digunakan untuk menguji apakah suatu seri benar-benar bersifat sistemik.
8.2 Stability terhadap Pilihan q
Lakukan estimasi untuk:
Periksa:
- stabilitas pola common component,
- perubahan turning points siklus.
8.3 Sensitivitas terhadap Bandwidth M
- terlalu kecil → bias
- terlalu besar → variance meningkat
Paper merekomendasikan .
8.4 Cross-Correlation of Idiosyncratic Components
Uji apakah:
Jika tidak → asumsi GDFM dilanggar (idiosyncratic terlalu “global”).
9) Interpretasi Faktor (Economic Meaning)
Penting dicatat:
Faktor dalam GDFM tidak diidentifikasi secara struktural.
Artinya:
- faktor bukan “shock kebijakan”,
- melainkan sumber fluktuasi bersama.
Interpretasi dilakukan ex post, misalnya:
- korelasi dengan GDP,
- korelasi dengan financial conditions,
- respon terhadap krisis.
10) Keterbatasan Metodologis
- Tidak struktural
→ Tidak cocok untuk causal inference langsung. - Berbasis large-n asymptotics
→ Jika jumlah seri kecil, keunggulan GDFM menurun. - Komputasi intensif
→ Estimasi spektral + eigen-decomposition untuk setiap frekuensi. - Interpretabilitas faktor terbatas
→ Perlu analisis tambahan (rotasi, proxy regression).
11) Ekstensi dan Perkembangan Modern
11.1 Two-Step GDFM–VAR
- Tahap 1: ekstraksi common factors (GDFM)
- Tahap 2: VAR pada faktor
→ digunakan untuk analisis siklus dan forecasting.
11.2 GDFM dengan Time-Varying Loadings
Digunakan untuk:
- perubahan struktur ekonomi,
- krisis finansial,
- pandemi.
11.3 GDFM dalam Monetary & Financial Analysis
Digunakan oleh:
- ECB,
- Bank of Italy,
- IMF
untuk:
- coincident indicator,
- financial cycle,
- systemic risk monitoring.