Terbentuknya New Monetary Trinity dari Transmisi QE Indonesia
Modul ini menjelaskan bagaimana kebijakan Quantitative Easing melalui SUN membentuk keseimbangan baru antara stabilitas harga, stabilitas sistem keuangan, dan keberlanjutan fiskal. Pergerakan ketiga pilar divisualisasikan melalui kalkulator ekonometrika sederhana berbasis ECT, yield SUN, IHSG, REER, inflasi, PDB, dan BI Rate.
1. Mengapa New Monetary Trinity Terbentuk?
New Monetary Trinity terbentuk ketika kebijakan moneter tidak lagi cukup dijalankan hanya melalui suku bunga. Dalam krisis, bank sentral perlu menjaga harga, pasar keuangan, dan pembiayaan fiskal secara bersamaan. Karena itu, QE melalui SUN menjadi penghubung antara kebijakan moneter dan kebutuhan stabilitas fiskal-keuangan.
2. Tiga Pilar New Monetary Trinity
Diwakili oleh inflasi dan ekspektasi inflasi. BI Rate tetap penting, tetapi saat krisis QE membantu menahan tekanan harga melalui stabilisasi likuiditas.
Diwakili oleh IHSG, likuiditas pasar, dan stabilitas yield SUN. Di sinilah kanal portofolio QE paling kuat bekerja.
Diwakili oleh biaya pembiayaan pemerintah dan yield SUN. QE menurunkan term premium dan membuka ruang fiskal.
3. Input Kalkulator
4. Hasil Tiga Pilar
Stabilitas Harga
Stabilitas Keuangan
Keberlanjutan Fiskal
Kompresi Yield SUN
5. New Trinity Meter
Dominasi Instrumen
Menunjukkan apakah kondisi saat ini lebih membutuhkan QE atau cukup dengan BI Rate.
Relevansi QE
0/100Relevansi BI Rate
0/1006. Chart Pembentukan Tiga Pilar
Chart ini memperlihatkan skor simulasi tiga pilar. Jika ketiganya bergerak seimbang, New Monetary Trinity terbentuk lebih kuat.
7. Chart ECT–Threshold dan Aktivasi QE
Jika ECT berada di bawah threshold, sistem masuk tekanan tinggi dan QE menjadi instrumen yang lebih relevan.
8. Simulasi Pergerakan New Monetary Trinity
Garis menunjukkan indeks yang dibentuk dari data simulasi. Pergerakan ini membantu membaca apakah stabilitas harga, keuangan, dan fiskal saling menguat atau justru timpang.
9. Alur Ekonometrika ke Kesimpulan
10. Interpretasi Otomatis
| Simpul | Hubungan Perhitungan | Makna Teoretis | Kesimpulan Kebijakan |
|---|---|---|---|
| QE → SUN | Intensitas QE dan kompresi yield SUN | Balance sheet channel | QE menurunkan yield dan menjaga likuiditas pasar obligasi |
| SUN → Fiskal | Yield turun → biaya pembiayaan turun | Fiscal sustainability channel | Ruang fiskal meningkat tanpa tekanan pasar berlebihan |
| SUN → IHSG | Yield turun → portfolio rebalancing | Portfolio balance channel | Investor berpindah ke aset berisiko, mendukung stabilitas pasar saham |
| BI Rate → Inflasi | Deviasi inflasi dari target | Taylor Rule | BI Rate tetap relevan ketika sistem normal |
| ECT → Rezim | ECT dibandingkan θ* | Threshold adjustment | Menentukan kapan QE atau BI Rate lebih dominan |