(Attention–Relevance–Confidence–Satisfaction) – Random/Fixed Effects Framework
1) Setup Data & Notation (Comparative Studies)
Untuk setiap studi (di artikel ini ), terdapat dua kelompok:
- Experimental (AR-based learning): ukuran sampel ,i, rerata , simpangan baku
- Control (non-AR / conventional): ukuran sampel rerata simpangan baku
Outcome diekstrak untuk empat dimensi ARCS (dihitung terpisah per dimensi):
dengan:
- =Attention, =Relevance, =Confidence, =Satisfaction
2) Effect Size Model: Cohen’s (Standardized Mean Difference)
Ukuran efek per studi untuk dimensi :
(a) Pooled standard deviation
(b) Cohen’s
Interpretasi tanda:
- : AR meningkatkan motivasi (komponen ARCS) dibanding kontrol
- : tidak ada perbedaan
- : AR lebih buruk dari kontrol
Artikel menafsirkan kategori efek (rule-of-thumb): kecil , sedang , besar , sangat besar , sangat masif . The impact of augmented reality…
3) Sampling Model (Within-Study Error)
Setiap estimasi adalah noisy estimate dari efek “benar” studi tersebut :
Di meta-analisis, adalah sampling variance dari effect size (umumnya dihitung otomatis oleh software meta-analysis; artikel menggunakan JASP). The impact of augmented reality…
4) Fixed-Effect vs Random-Effects (Core Meta Model)
4.1 Fixed-Effect Model (FEM)
Asumsi: semua studi berbagi satu efek benar yang sama untuk dimensi :
Sehingga:
Bobot studi (fixed):
Estimator rata-rata tertimbang:
4.2 Random-Effects Model (REM)
Asumsi: efek benar bervariasi antar studi (karena konteks pembelajaran, perangkat AR, populasi, durasi intervensi, dsb.): )
Sehingga:
Bobot studi (random):
Estimator rata-rata tertimbang random-effects:
Catatan: adalah between-study variance (di artikel disebut diestimasi lewat prosedur meta-analysis di JASP; pada funnel plot tertulis “Restricted ML”, yaitu varian yang umumnya diasosiasikan dengan REML). The impact of augmented reality…
5) Heterogeneity Testing & Model Choice
5.1 Cochran’s
Jika signifikan (p kecil), ada indikasi heterogenitas yang tidak bisa dijelaskan oleh sampling error saja.
5.2 Higgins’
Aturan interpretasi yang dipakai artikel:
- : heterogenitas rendah/neglected
- 30–60%: moderat
- 50–90%: substantial
- 75–100%: considerable The impact of augmented reality…
Aturan pemilihan model (yang dinyatakan eksplisit):
- Jika I → gunakan random effects
- Jika → dapat gunakan fixed effects The impact of augmented reality…
6) Inference: z-test & Confidence Interval
Untuk mean effect (umumnya REM), standard error:
Uji signifikansi:
Confidence interval 95%:
Artikel melaporkan , , , , p-value, dan 95% CI untuk tiap dimensi ARCS (Table 3). The impact of augmented reality…
7) Forest Plot Model Representation
Forest plot menampilkan:
- titik tengah:
- garis horizontal: 95% CI per studi
- diamond: (overall effect) dengan CI
Ini adalah visualisasi langsung dari model meta-analysis:
untuk tiap . The impact of augmented reality…
8) Publication Bias Modeling: Egger’s Test (Regression Asymmetry)
Untuk mendeteksi asimetri funnel plot, Egger test memodelkan hubungan antara standard normal deviate dan presisi:
Definisikan:
Regresi Egger:
- Hipotesis bias publikasi: (intercept tidak nol → indikasi asimetri)
Artikel melaporkan statistik dan p-value Egger untuk tiap dimensi serta menyimpulkan tidak ada bias publikasi (Table 4 + funnel plot). The impact of augmented reality…
9) Fail-safe N (File Drawer Problem)
Fail-safe mengestimasi berapa banyak studi “tak terpublikasi” (null) yang diperlukan untuk membuat hasil meta-analysis menjadi tidak signifikan.
Secara konseptual: )
Artikel melaporkan nilai Fail-safe yang jauh melampaui ambang aturan , sehingga menguatkan kesimpulan robust against publication bias. The impact of augmented reality…
Modeling Summary (One-Line View)
Untuk setiap dimensi ARCS:
dengan estimator:
dan heterogenitas:
Source Article (for your website citation)
Title: The impact of augmented reality learning experiences based on the motivational design model: A meta-analysis (2024)
Journal: Social Sciences & Humanities Open (Elsevier)
DOI (di artikel): 10.1016/j.ssaho.2024.100926