Sumber Artikel
Sonjaya, A., Ragimun, Basmar, E., et al. (2025).
How the Integration of Payment Systems Through QRIS Accelerates Economic and Financial Cooperation in the ASEAN Region.
International Journal of Sustainable Development and Planning, 20(3), 971–980.
DOI: 10.18280/ijsdp.200305
1️⃣ Desain Metodologi: Exploratory Mixed-Methods Framework
Penelitian ini menggunakan exploratory mixed-methods, yaitu integrasi:
- 🔹 Analisis kualitatif (SWOT)
- 🔹 Analisis kuantitatif (regresi linear)
- 🔹 Formulasi model matematis konseptual
Struktur metodologinya dapat dipetakan sebagai:Konseptual Model→Regresi Linear→SWOT Strategy Mapping
Artinya:
- Model teoritis dibangun terlebih dahulu
- Diuji secara empiris melalui regresi
- Diperkuat melalui evaluasi strategis berbasis SWOT
2️⃣ Model Konseptual Integrasi Pembayaran
Penelitian mengasumsikan bahwa integrasi sistem pembayaran melalui QRIS mempengaruhi aliran keuangan (financial flow) dan stabilitas makroekonomi.
Model dasar dinyatakan sebagai:
Dimana:
- = reaksi sistem keuangan akibat regional payment connectivity
- = komponen internal (struktur transaksi, efisiensi sistem)
- = komponen eksternal (tekanan makro dan perdagangan)
Interpretasi:
Integrasi pembayaran menghasilkan reaksi sistemik yang merupakan kombinasi faktor internal dan eksternal.
3️⃣ Model Perubahan Neraca Perdagangan
Penelitian kemudian mengembangkan dinamika perubahan antar periode:
Dimana:
- = perubahan keseimbangan perdagangan
- = nilai perdagangan periode t
- = nilai perdagangan periode sebelumnya
Jika:
→ Integrasi memperkuat perdagangan
Jika:
→ Integrasi belum optimal atau tertekan faktor eksternal
4️⃣ Model Integrasi Makroekonomi
Model diperluas dengan memasukkan variabel makro:
Dimana:
| Simbol | Variabel | Makna |
|---|---|---|
| Ekspor | Aktivitas ekspor | |
| Impor | Aktivitas impor | |
| Nilai Tukar | Stabilitas kurs | |
| Inflasi | Stabilitas harga | |
| Suku Bunga | Kebijakan moneter | |
| Neraca Perdagangan | Keseimbangan eksternal |
Secara ekonometrik dapat ditulis sebagai:
5️⃣ Model Regresi Linear
Regresi digunakan untuk menguji apakah QRIS (RPC) memiliki hubungan signifikan terhadap indikator makro.
Model umum:
Dimana:
- = indikator makro (ekspor, impor, dll.)
- = intensitas penggunaan QRIS
- = variabel kontrol
- = error term
Hasil menunjukkan:
- Signifikan terhadap ekspor
- Signifikan terhadap impor
- Signifikan terhadap nilai tukar
- Tidak signifikan terhadap suku bunga
Interpretasi ekonomi:
QRIS bekerja melalui kanal perdagangan dan nilai tukar, bukan kanal suku bunga.
6️⃣ Integrasi Model SWOT
Penelitian juga memodelkan SWOT sebagai variabel kuantitatif:
Dimana:
- S = Strengths
- W = Weaknesses
- O = Opportunities
- T = Threats
Hasil menunjukkan:
- Opportunities dan Threats signifikan
- Strengths dan Weaknesses tidak dominan secara statistik
Maknanya:
Faktor eksternal lebih menentukan keberhasilan integrasi pembayaran dibanding faktor internal sistem itu sendiri.
7️⃣ Interpretasi Ekonometrik Model
Model memiliki:
Artinya sekitar 72–74% variasi indikator makro dapat dijelaskan oleh model.
Prob(F-statistic) = 0.000
→ Model signifikan secara simultan.
Namun secara metodologis:
- Model bersifat asosiatif
- Belum membuktikan kausalitas penuh
- Perlu pengembangan panel ASEAN untuk robustitas
8️⃣ Struktur Alur Model Secara Sistematis
Secara konseptual, metodologi dapat divisualisasikan sebagai:
QRIS Adoption
↓
Transaction Efficiency
↓
Trade Volume Adjustment
↓
Exchange Rate & Inflation Interaction
↓
Regional Economic Integration
9️⃣ Kekuatan Model
✔ Menggabungkan teori dan data empiris
✔ Multi-aktor (pemerintah, bisnis, konsumen)
✔ Mixed-method memperkuat interpretasi
🔟 Keterbatasan Model
- Regresi sederhana → belum dynamic model
- Tidak menggunakan panel ASEAN
- Tidak menggunakan causality testing
- Variabel RPC tidak dijelaskan sebagai indeks komposit eksplisit
📌 Implikasi Akademik
Model ini bisa dikembangkan menjadi:
- Panel regression ASEAN
- Difference-in-differences (sebelum-sesudah cross-border QR)
- Structural VAR
- Network payment connectivity model
✍️ Ringkasan Inti Metode
Metodologi penelitian ini membangun model bertingkat:
1️⃣ Model konseptual finansial
2️⃣ Uji regresi makroekonomi
3️⃣ Strategi SWOT berbasis aktor
4️⃣ Rekomendasi kebijakan integrasi kawasan
Integrasi pembayaran bukan hanya teknologi — tetapi sistem interaksi makroekonomi lintas batas.