🔗 Link DOI (sumber resmi):
https://doi.org/10.1177/0275074016629008
Metodologi Kuantitatif: Model dan Persamaan Meta-Analisis
Penelitian ini menggunakan meta-analysis berbasis korelasi dengan pendekatan Hunter–Schmidt (2004). Tujuannya adalah mengestimasi hubungan rata-rata (true effect) antara determinan transparansi dan tingkat pengungkapan informasi keuangan pemerintah, sekaligus menguji heterogenitas antar-studi.
1. Definisi Effect Size
Effect size utama yang digunakan adalah koefisien korelasi (r) antara:
- Variabel independen (determinants of disclosure), dan
- Variabel dependen (tingkat public financial disclosure).
Jika suatu studi tidak melaporkan korelasi langsung, statistik lain (t-statistic, F, χ²) dikonversi menjadi r mengikuti prosedur Lipsey & Wilson (2001).
2. Model Korelasi Rata-Rata Tertimbang (Weighted Mean Correlation)
Model inti meta-analisis dituliskan sebagai:
Keterangan:
- = koefisien korelasi dari studi ke-i
- = ukuran sampel studi ke-i
- k = jumlah effect size
- rˉ = korelasi rata-rata tertimbang (estimasi awal efek populasi)
➡️ Persamaan ini memastikan bahwa studi dengan sampel besar memiliki bobot lebih besar, sehingga mengurangi bias akibat sampling error.
3. Varians Total yang Teramati
Untuk menilai seberapa besar variasi antar-studi, dihitung varians total:
Makna ekonometrik:
- Jika kecil → hasil studi relatif konsisten
- Jika besar → indikasi adanya heterogenitas struktural
4. Varians Sampling Error
Untuk memisahkan variasi “semu” akibat ukuran sampel, dihitung varians error:
Makna:
- Varians ini mencerminkan noise statistik murni, bukan perbedaan nyata antar-konteks studi.
5. Estimasi True Variance (Varians Nyata Antar-Studi)
Varians nyata (true variance) dihitung sebagai:
Interpretasi:
- Jika → perbedaan hasil studi terutama disebabkan oleh sampling error
- Jika → terdapat faktor struktural atau kontekstual yang memengaruhi hasil
6. Aturan 75% (Homogeneity Rule)
Untuk menguji homogenitas, digunakan 75% rule:
Kriteria:
- ≥ 75% → hubungan dianggap homogen
- < 75% → hubungan heterogen, sehingga analisis moderator diperlukan
➡️ Inilah dasar matematis mengapa penulis wajib melanjutkan ke analisis moderator.
7. Uji Heterogenitas (Q-Statistic)
Selain aturan 75%, digunakan uji chi-square:
Dengan derajat bebas:
Jika:
➡️ Maka hipotesis homogenitas ditolak, menandakan adanya true heterogeneity.
8. Model Moderator (Subgroup Meta-Analysis)
Untuk setiap moderator M, model dibagi menjadi subkelompok:
Contoh moderator yang diuji:
- Mode disclosure: online vs hard-copy
- Periode waktu: pre-2000 vs post-2000
- Administrative culture
- Accounting regime
➡️ Perbedaan signifikan antar rˉm menandakan moderating effect.
9. Uji Publication Bias (Fail-Safe N)
Stabilitas hasil diuji dengan Rosenthal Fail-Safe N:
Makna:
- Semakin besar , semakin robust hasil meta-analisis terhadap bias publikasi.
10. Model Konseptual (Ringkasan Formal)
Secara implisit, model empiris meta-analisis dapat diringkas sebagai:Disclosure=f(Size,Debt,Competition,FiscalPressure,InstitutionalContext,DigitalChannel)
Dengan koefisien hubungan diestimasi melalui:
di mana merepresentasikan struktur moderator.