Pertemuan 7 – Evaluasi Kinerja Portofolio
Pertemuan 7 • Evaluasi Kinerja Portofolio

Metode Menghitung dan Menafsirkan Kinerja Portofolio

Fokus pembelajaran: mahasiswa mampu menghitung dan menafsirkan kinerja portofolio menggunakan Sharpe Ratio, Treynor Ratio, dan Jensen’s Alpha secara tepat, berbasis return relatif, risiko total, risiko sistematis, dan benchmark pasar.

Return relatif Risiko total σ Risiko sistematis β Benchmark pasar Interpretasi kinerja
1

Logika Dasar Evaluasi Kinerja Portofolio

Return tinggi belum tentu berarti kinerja baik.
Evaluasi kinerja portofolio adalah proses menilai apakah hasil investasi sudah layak dibandingkan dengan risiko yang ditanggung, tujuan investor, dan/atau kinerja pasar sebagai benchmark. Karena itu, mahasiswa tidak cukup hanya melihat return portofolio, tetapi harus melihat return tersebut dibandingkan dengan risiko dan pembandingnya.
Konsep Makna Implikasi Interpretasi
Rp > Rf Return portofolio lebih tinggi dari return bebas risiko. Investasi memberikan nilai tambah dibanding aset aman.
Rp > Rm Return portofolio lebih tinggi dari return pasar. Portofolio mengungguli benchmark secara return absolut.
Rp < Rm Return portofolio lebih rendah dari return pasar. Kinerja relatif terhadap pasar belum optimal.
Excess return per risiko tinggi Return tambahan sebanding atau lebih besar daripada risiko. Kinerja portofolio lebih efisien.
2

Tahapan Metode Perhitungan

Urutan kerja yang harus diikuti mahasiswa agar perhitungan rapi dan tepat.
01

Susun Data Awal

Masukkan bobot saham, return ekspektasian, risiko/standar deviasi, beta, korelasi antar aset, return bebas risiko, dan return pasar.

02

Hitung Return Portofolio

Return portofolio dihitung dari rata-rata tertimbang return setiap aset.

Rp = (wA × RA) + (wB × RB)
03

Hitung Risiko Portofolio

Risiko portofolio dua aset dihitung menggunakan bobot, standar deviasi masing-masing aset, dan korelasi antar aset.

σp = √[(wA²σA²) + (wB²σB²) + 2(wA)(wB)(σA)(σB)(ρAB)]
04

Hitung Beta Portofolio

Beta portofolio adalah rata-rata tertimbang beta setiap aset.

βp = (wA × βA) + (wB × βB)
05

Hitung Sharpe, Treynor, dan Jensen Alpha

Gunakan hasil Rp, σp, βp, Rf, dan Rm untuk menilai kinerja portofolio berdasarkan risiko total, risiko sistematis, dan return wajar CAPM.

06

Buat Interpretasi Akhir

Jelaskan apakah portofolio baik atau belum optimal. Interpretasi tidak boleh hanya “besar atau kecil”, tetapi harus menjelaskan hubungan antara return, risiko, dan benchmark.

S

Sharpe Ratio

Return relatif terhadap risiko total.
Sharpe = (Rp − Rf) / σp
Rp = return portofolio, Rf = return bebas risiko, σp = total risiko portofolio.

Sharpe Ratio menjawab: “Seberapa besar excess return yang diperoleh untuk setiap satu unit risiko total?”

Sharpe positif Portofolio menghasilkan return di atas aset bebas risiko.
Sharpe nol Return portofolio sama dengan return bebas risiko.
Sharpe negatif Return portofolio lebih rendah dari return bebas risiko.
T

Treynor Ratio

Return relatif terhadap risiko pasar.
Treynor = (Rp − Rf) / βp
βp = beta portofolio, yaitu sensitivitas portofolio terhadap pergerakan pasar.

Treynor Ratio menjawab: “Seberapa besar excess return yang diperoleh untuk setiap satu unit risiko sistematis?”

β = 1 Bergerak searah dan sebesar pasar.
β > 1 Lebih agresif/fluktuatif dari pasar.
β < 1 Lebih defensif/stabil dari pasar.
α

Jensen’s Alpha

Return aktual dibanding return wajar CAPM.
α = Rp − [Rf + βp(Rm − Rf)]
Alpha menunjukkan abnormal return: kelebihan return di atas return yang wajar.

Jensen’s Alpha menjawab: “Apakah manajer investasi mampu menghasilkan return di atas yang wajar sesuai risikonya?”

α > 0 Kinerja di atas ekspektasi risiko.
α = 0 Kinerja sesuai return wajar pasar.
α < 0 Kinerja di bawah return wajar CAPM.
3

Template Rumus Excel

Gunakan format persen untuk bobot, return, risiko, Rf, dan Rm.
Catatan Excel: jika Excel menggunakan regional Indonesia, tanda koma dalam rumus dapat diganti dengan titik koma. Contoh: =SUMPRODUCT(B5:C5;B6:C6)
Bagian Letak Sel Isi / Rumus Excel Makna
Bobot B5:C5 60% dan 40% Bobot investasi Saham A dan B.
Return aset B6:C6 14% dan 10% Return ekspektasian masing-masing saham.
Risiko aset B7:C7 18% dan 12% Standar deviasi return saham.
Beta aset B8:C8 1.3 dan 0.8 Risiko sistematis masing-masing saham.
Korelasi B10 0.2 Korelasi return Saham A dan B.
Risk-free rate B11 5% Return bebas risiko.
Return pasar B12 12% Return benchmark pasar.
Cek bobot B15 =SUM(B5:C5) Harus sama dengan 100%.
Return portofolio B16 =SUMPRODUCT(B5:C5,B6:C6) Rata-rata tertimbang return aset.
Risiko portofolio B17 =SQRT((B5^2*B7^2)+(C5^2*C7^2)+(2*B5*C5*B7*C7*$B$10)) Standar deviasi portofolio dua aset.
Beta portofolio B18 =SUMPRODUCT(B5:C5,B8:C8) Rata-rata tertimbang beta aset.
Excess return B19 =B16-$B$11 Return portofolio di atas return bebas risiko.
Sharpe Ratio B20 =B19/B17 Excess return per risiko total.
Treynor Ratio B21 =B19/B18 Excess return per risiko sistematis.
Return wajar CAPM B22 =$B$11+B18*($B$12-$B$11) Return yang seharusnya diperoleh sesuai beta portofolio.
Jensen Alpha B23 =B16-B22 Abnormal return portofolio.
4

Simulator Perhitungan Interaktif

Ubah data, lalu hasil Sharpe, Treynor, dan Jensen Alpha akan berubah otomatis.
Return Portofolio 0%
Risiko Portofolio 0%
Beta Portofolio 0
Excess Return 0%
Return Wajar CAPM 0%
Sharpe Ratio
0

Treynor Ratio
0%

Jensen’s Alpha
0%

Interpretasi umum akan muncul otomatis.
5

Contoh Jawaban Mahasiswa yang Tepat

Gunakan pola ini saat menulis interpretasi di lembar jawaban.
A. Interpretasi Sharpe Ratio

Sharpe Ratio sebesar 0,58 berarti setiap 1% risiko total yang ditanggung portofolio menghasilkan sekitar 0,58% excess return. Karena nilainya positif, portofolio memberikan return di atas aset bebas risiko. Namun, penilaian akhir tetap harus dibandingkan dengan portofolio atau benchmark lain.

B. Interpretasi Treynor Ratio

Treynor Ratio sebesar 6,73% menunjukkan bahwa portofolio menghasilkan excess return sebesar 6,73% untuk setiap satu unit beta. Ukuran ini lebih tepat digunakan jika investor sudah terdiversifikasi, karena fokusnya adalah risiko sistematis atau risiko pasar.

C. Interpretasi Jensen’s Alpha

Jensen’s Alpha sebesar -0,3% berarti return aktual portofolio sedikit lebih rendah daripada return wajar menurut CAPM. Dengan demikian, manajer investasi belum menciptakan nilai tambah di atas kompensasi risiko pasar.

Kesimpulan akhir yang baik: Portofolio memberikan return cukup baik dan risiko masih terkendali karena adanya diversifikasi. Namun, berdasarkan Jensen’s Alpha yang negatif, kinerja relatif terhadap return wajar pasar belum optimal. Jadi, portofolio tidak cukup dinilai dari return 12,4% saja, tetapi harus dinilai dari hubungan return, risiko, beta, dan benchmark.
6

Perbandingan Metode

Pilih alat evaluasi sesuai kondisi investor.
Aspek Sharpe Treynor Jensen
Risiko Total risiko, σ Sistematis, β Sistematis berbasis CAPM
Cocok untuk Investor individu / portofolio tunggal Investor terdiversifikasi Evaluasi manajer investasi
Hasil Rasio Rasio Alpha / abnormal return
Interpretasi Semakin tinggi semakin baik Semakin tinggi semakin baik α > 0 berarti unggul
Kelemahan Tidak memisahkan risiko sistematis dan tidak sistematis Kurang tepat jika portofolio belum terdiversifikasi Sensitif terhadap benchmark dan asumsi CAPM
7

Checklist Ketepatan Jawaban

Gunakan untuk memeriksa pekerjaan sebelum dikumpulkan.
Komponen Yang Harus Ada Kesalahan yang Sering Terjadi
Data awal Bobot, return, risiko, beta, korelasi, Rf, Rm Bobot tidak berjumlah 100%
Return portofolio Menggunakan rata-rata tertimbang Return hanya dijumlahkan tanpa bobot
Risiko portofolio Menggunakan akar dari varians portofolio Lupa komponen korelasi atau lupa akar kuadrat
Beta portofolio Menggunakan rata-rata tertimbang beta Beta dirata-ratakan biasa tanpa bobot
Sharpe Excess return dibagi risiko total Menggunakan beta sebagai pembagi
Treynor Excess return dibagi beta Menggunakan standar deviasi sebagai pembagi
Jensen Alpha Rp dikurangi return wajar CAPM Lupa menghitung Rm − Rf
Interpretasi Mengaitkan hasil dengan risiko dan benchmark Hanya menulis “besar/kecil” tanpa alasan
8

Format Jawaban Akhir Mahasiswa

Struktur singkat agar jawaban sistematis dan mudah dinilai.
1) Rp → 2) σp → 3) βp → 4) Excess Return → 5) Sharpe → 6) Treynor → 7) CAPM → 8) Jensen Alpha → 9) Interpretasi
Template kalimat interpretasi:
Berdasarkan hasil perhitungan, return portofolio sebesar …%, risiko portofolio sebesar …%, dan beta sebesar …. Sharpe Ratio sebesar … menunjukkan bahwa portofolio menghasilkan excess return sebesar … untuk setiap satu unit risiko total. Treynor Ratio sebesar … menunjukkan kompensasi return terhadap risiko pasar. Jensen’s Alpha sebesar … menunjukkan bahwa kinerja portofolio berada di atas/sesuai/di bawah return wajar CAPM. Dengan demikian, portofolio dapat dinilai … karena ….
``` Tugas Pribadi Evaluasi Kinerja Portofolio
Tugas Pribadi • Evaluasi Kinerja Portofolio

Sharpe Ratio, Treynor Ratio, Jensen’s Alpha, dan Perbandingan Metode

Dashboard tugas ini disusun agar setiap mahasiswa memperoleh soal berbeda sesuai arah file Excel portofolio masing-masing. Fokus penilaian adalah ketepatan perhitungan dan interpretasi kinerja portofolio.

Return Portofolio Risiko Total Beta Portofolio Sharpe Ratio Treynor Ratio Jensen’s Alpha
1

Penjelasan Konsep Sebelum Mengerjakan

Mahasiswa wajib memahami perbedaan ukuran kinerja sebelum menghitung.
Evaluasi kinerja portofolio tidak cukup hanya melihat return yang besar. Portofolio dengan return tinggi dapat dianggap kurang baik apabila risiko yang ditanggung terlalu besar. Oleh karena itu, kinerja harus dinilai secara risk-adjusted, yaitu return dibandingkan dengan risiko dan benchmark.
\[ Sharpe=\frac{R_p-R_f}{\sigma_p} \]
Sharpe Ratio mengukur excess return per satu unit risiko total. Cocok untuk investor individu atau portofolio yang belum sepenuhnya terdiversifikasi.
\[ Treynor=\frac{R_p-R_f}{\beta_p} \]
Treynor Ratio mengukur excess return per satu unit risiko sistematis. Cocok untuk portofolio yang sudah terdiversifikasi.
\[ \alpha_p=R_p-\left[R_f+\beta_p(R_m-R_f)\right] \]
Jensen’s Alpha mengukur abnormal return, yaitu selisih antara return aktual portofolio dan return wajar berdasarkan CAPM.
Metode Risiko yang Dipakai Pertanyaan yang Dijawab Interpretasi Utama
Sharpe Ratio Risiko total, \(\sigma_p\) Apakah excess return sepadan dengan seluruh risiko? Semakin tinggi semakin efisien. Nilai positif berarti return di atas \(R_f\).
Treynor Ratio Risiko sistematis, \(\beta_p\) Apakah excess return sepadan dengan risiko pasar? Semakin tinggi semakin baik untuk portofolio yang sudah terdiversifikasi.
Jensen’s Alpha CAPM berbasis beta Apakah portofolio menghasilkan return di atas return wajar? \(\alpha>0\) unggul, \(\alpha=0\) sesuai pasar, \(\alpha<0\) di bawah ekspektasi.
3

Rubrik Penilaian Tugas

Rubrik ini berlaku untuk seluruh mahasiswa.
20% Data dan Struktur Excel
Data saham, bobot, return, \(R_f\), \(R_m\), beta, dan risiko disusun rapi.
25% Ketepatan Perhitungan
\(R_p\), \(\sigma_p\), \(\beta_p\), Sharpe, Treynor, dan Jensen Alpha dihitung benar.
20% Rumus Excel
Menggunakan rumus Excel yang dapat diverifikasi, bukan hanya mengetik hasil akhir.
20% Interpretasi
Menjelaskan hasil dengan mengaitkan return, risiko, beta, benchmark, dan CAPM.
15% Perbandingan Metode
Menjelaskan perbedaan hasil Sharpe, Treynor, dan Jensen Alpha secara argumentatif.