π Full Article:
https://journal.yrpipku.com/index.php/ijedr/article/view/8086/4772
1οΈβ£ Research Design Logic
Penelitian ini tidak menggunakan pendekatan linear konvensional semata. Alasannya sederhana:
Dampak kebijakan moneter tidak selalu konstan sepanjang waktu.
Efek QE pada periode normal kemungkinan berbeda dengan periode krisis. Selain itu, parameter kebijakan dapat berubah akibat shock eksternal seperti COVID-19.
Karena itu, strategi metodologi dirancang dalam tiga lapis:
- Nonlinear dynamics (TVAR)
- Bayesian shrinkage stabilization (BVAR)
- Time-varying parameter dynamics (TVP-VAR)
Pendekatan ini membentuk struktur analisis bertahap dan saling memvalidasi.
2οΈβ£ Data Structure
π Periode:
2007Q1 β 2023Q4
π Variabel utama:
- PDB (GDP)
- BI Rate
- SUN (proxy QE)
- Inflasi (INF)
- REER
Seluruh variabel diuji:
- Stasioneritas (ADF test)
- Lag optimal (AIC/SC)
- Stability condition
- Residual diagnostics
Pendekatan ini memastikan model tidak mengalami misspecification.
3οΈβ£ Tahap Pertama: Threshold VAR (TVAR)
πΉ Mengapa TVAR?
Model VAR linear mengasumsikan bahwa:Dampak kebijakan = konstan sepanjang waktu
Padahal dalam kenyataan:
- Saat krisis β transmisi kebijakan lebih kuat
- Saat normal β dampak bisa lebih lemah
TVAR memungkinkan pemisahan dua rezim:
Di mana:
- β = threshold variable (misalnya INF atau SUN)
- = threshold parameter
- Regime 1 = kondisi normal
- Regime 2 = kondisi krisis
π Logika Ekonometrik:
TVAR menjawab pertanyaan:
Apakah efek QE bersifat state-dependent?
Hasil menunjukkan bahwa dampak QE terhadap PDB lebih kuat dalam regime krisis.
Ini membuktikan bahwa kebijakan moneter bersifat nonlinear.
4οΈβ£ Tahap Kedua: Bayesian VAR (BVAR)
πΉ Mengapa BVAR?
VAR dengan banyak variabel dan lag menghadapi masalah:
- Over-parameterization
- Instabilitas koefisien
- Noise shock yang tinggi
BVAR memperkenalkan prior distribusi Bayesian:
Dengan prior Minnesota-type:
π Logika Ekonometrik:
BVAR melakukan shrinkage:
- Mengurangi varian estimasi
- Meningkatkan stabilitas impulse response
- Memperbaiki forecasting performance
Tujuan tahap ini:
Menguji apakah hasil TVAR tetap konsisten dalam kerangka estimasi Bayesian.
Dan hasilnya: konsisten.
5οΈβ£ Tahap Ketiga: Time-Varying Parameter VAR (TVP-VAR)
πΉ Mengapa TVP-VAR?
Model sebelumnya masih mengasumsikan koefisien konstan dalam tiap regime.
Padahal krisis seperti COVID-19 dapat mengubah transmisi kebijakan secara gradual.
TVP-VAR memungkinkan:
dengan dinamika:
Artinya:
- Koefisien tidak tetap
- Parameter mengikuti random walk
- Respons kebijakan berubah dari waktu ke waktu
π Logika Ekonometrik:
TVP-VAR menjawab:
Apakah efektivitas QE meningkat selama pandemi?
Hasil menunjukkan adanya peningkatan sensitivitas PDB terhadap QE selama periode COVID-19.